MARRIAGE SCANDAL

MARRIAGE SCANDAL
15. MARRIAGE SCANDAL


__ADS_3

Ada yang berbeda di pesta perayaan yang nayara dan chirs datangi, semua mata seolah menyoroti setiap gerak-gerik yang mereka lakukan. Walaupun begitu nayara seolah enggan memperdulikan, apalagi chirs selalu merangkul nya di sepanjang acara. Entah kenapa sikap manis chirs mampu membuat hati nayara sedikit bergetar, setiap kali chirs memperkenalkan nya kepada rekan kerja nya itu membuat nayara begitu bahagia.


Siapa yang tak bahagia menikahi seorang CEO tampan dengan kekayaan yang berlimpah, namun kekurangan nya membuat setiap wanita mungkin akan berpikir dua kali untuk memilih chirs. Laki-laki yang ternyata menyukai sesama jenis namun menutupi segala kekurangan nya dengan kemewahan dan ketampanan yang luar biasa.


"Aku ingin  mengambil minum dulu sebentar." Kata nayara pada chirs.


Chirs menoleh kearah nayara, "Apa kau kepanasan? Kenapa wajah mu memerah?" Tanya chirs penasaran.


Nayara langsung memalingkan wajahnya, "Iyah disini panas sekali, aku pergi kesana sebentar ya." Jawab nayara lalu melesat pergi.


Chirs kebingungan dengan sikap nayara, sedangkan nayara merasa sangat malu. Ia pikir chirs tahu bahwa nayara memerah karena malu dengan sikap lembut chirs, terlebih ini pertama kali baginya ada laki-laki yang begitu manis seperti chirs.


Nayara meminum banyak air dingin yang di sediakan oleh tempat tersebut, "ini tidak benar nayara sadarlah, ingat dia itu seorang gay dan kita menikah hanya karena kesepakatan." Ujar nayara merutuki dirinya sendiri sambil memukul pelan kepala nya.


"Apa kau baik-baik saja?" Tanya seorang pria yang tak lain adalah ansell.


Kedatangan ansell yang tiba-tiba membuat nayara terkejut, hampir saja ia menjatuhkan gelas yang ia pegang.


Pria gagah ini adalah musuh terberat bagi chirs di perusahaan ia selalu berusaha menjatuhkan chirs, walau usaha nya selalu saja sia-sia tapi seperti nya ansell bukan lah orang yang mudah putus asa.


...


...


..."Saya baik-baik saja." Jawab nayara cepat. ...


"Dimana chirs? Kenapa kamu sendiri." Tanya ansell pada nayara.


Nayara terdiam ia memperhatikan ansell dengan seksama, ia merasakan hal yang berbeda saat ansell bertanya padanya. Tatapan mata ansell membuat nayara tak nyaman, "Dia ada disana." Tunjuk nayara kearah chirs yang sedang berbincang-bincang dengan rekan yang lain.


Ansell tersenyum, entah apa maksud dari senyuman ansell. Matanya terus memperhatikan nayara dari bawah sampai keatas.

__ADS_1


"Sayang sedang apa disini." Seseorang yang ternyata adalah chirs dengan nada khas nya memanggil nayara dengan sebutan sayang dan merangkul pundak nayara dengan sangat mesra.


"Kenapa lama sekali aku sudah menunggu." Kata chirs pada nayara, jelas nayara bingung dengan sikap chirs saat ini.


"Kalian sangat cocok" Kata ansell.


Chirs mengerutkan keningnya mendengar pujian dari chirs, "Terimakasih, sebaiknya kita pulang saja. Aku tau kamu pasti lelah." Ujar chirs lalu pergi membawa nayara pulang.


Nayara akhirnya menyadari satu hal bahwa hubungan antara chirs dan ansell memang lah kurang baik.


Ansell sendiri hanya terdiam melihat kepergian chirs dan nayara, "Perempuan itu menarik." Gumam ansell.


Ansell mengeluarkan ponsel dari dalam saku celana nya, lalu memencet tombol telpon.


"Hallo, aku ada tugas untuk kamu. Tolong cari informasi tentang nayara istri chirs, aku ingin informasi pribadi yang sangat rinci." Kata ansell kepada seseorang yang ia telpon.


                               •••


Sekelebat bayangan felisha terus menghantui nya, dari mulai wajah nya yang cantik, kulit nya yang putih dan rambut nya yang tergerai. Begitu sempurna di pikiran delvin, tanpa sengaja delvin  mulai melukis kembali.


...


...


...Setelah lukisan tersebut selesai delvin baru menyadari bahwa yang ia lukis adalah felisha, dia mengacak rambut nya frustasi. Ia mulai merasa bimbang dengan perasaan nya saat ini, apa ia mulai menyukai felisha. ...


Dengan cepat delvin mengenyahkan segala pikiran tersebut, ia tidak mungkin menyukai wanita. Kalaupun  itu terjadi kenapa baru sekarang, dan kalaupun ia menyukai wanita tetap saja tidak akan mengubah kenyataan bahwa dirinya tidak bisa berhubungan badan dengan wanita. Mungkin saja hatinya menyukai felisha tetapi tubuhnya tidak akan bereaksi apa-apa.


Entah setan apa yang merasuki delvin saat ini tiba-tiba ia ingin cepat-cepat menemui felisha, delvin melesat pergi mengendarai mobilnya. Melaju cepat ingin segera sampai kerumah, iya ingat saat ini pasti felisha sedang menyiakan makan malam untuk dirinya. Baru setengah perjalanan tiba-tiba hujan turun begitu deras, namun jalanan tetap ramai dengan pengendara. Bahkan malam ini jalanan sangat macet, di beberapa titik delvin bahkan sempat terjebak macet.


Sampai akhir nya ia sampai di depan apartemen miliknya, namun mobilnya terhenti takala pandangan delvin melihat sosok yang ternyata adalah felisha istrinya. Senyum delvin  memudar saat melihat felisha keluar dari mobil kenzo, bahkan kenzo terlihat sedang merapikan rambut felisha yang basah terkena air hujan.

__ADS_1


Sakit! Itu yang dirasakan oleh delvin saat ini, iya akhirnya menyadari satu hal bahwa ia seharusnya sadar bahwa dia itu bukanlah lelaki normal, tidak pantas jika harus bersanding dengan felisha.


...


...


Lama delvin memperhatikan felisha dari jauh akhirnya kenzo pergi dan delvin memberanikan diri untuk keluar dari mobil, tanpa memperdulikan air hujan yang membasahi tubuhnya.


Setelah masuk kedalam apartemen delvin memilih untuk masuk kedalam kamar nya, namun langkah nya terhenti saat felisha menyentuh lengan nya.


"Kenapa basah kuyup? Kamu gak bawa payung?" Tanya felisha khawatir.


Dengan cepat delvin menepis lengan felisha, "Bukan urusan mu." Jawab delvin sinis.


"Memang nya salah kalau aku khawatir pada suamiku sendiri?" Ujar


Felisha dengan nada berani. Kali ini ia seperti nya mulai kesal dengan sikap dingin delvin kepadanya.


"Suami? Kalau kau tau aku suami mu kenapa kamu masih saja keluar dengan pria lain!" Kata delvin dengan nada sindiran.


Felisha mengerti maksud delvin, ia akhirnya paham kenapa delvin marah saat ini. Felisha yakin bahwa delvin pasti melihat nya pergi bersama kenzo.


"Apa kamu tau aku keluar bersama kenzo tadi? Aku bisa jelaskan." Ujar felisha sambil menyentuh lengan delvin.


"Tidak usah di jelaskan, aku paham kamu memang wanita murahan." Ujar delvin lalu pergi meninggalkan felisha yang mulai menangis.


Setiap ucapan yang keluar dari mulut delvin begitu menusuk hati, dengan mudah nya ia mengatakan bahwa dirinya adalah wanita murahan tanpa mendengar penjelasan felisha terlebih dahulu.


Felisha masuk kedalam kamar nya tanpa berhenti menangis, dengan kedua tangan yang terus membungkam mulut nya. Ia berusaha untuk tidak mengeluarkan suara.


Sedangkan delvin, ia tidak merasa bersalah sedikitpun. Ia merasa bahwa setiap perkataan nya benar, walau mengingat wajah sendu felisha membuat dirinya ikut sakit.

__ADS_1


#BERSAMBUNG...


__ADS_2