
Delvin terbangun dari tidurnya setelah mencium aroma masakan, aroma itu sangat enak sampai-sampai mengusik tidur lelap delvin.
Perlahan delvin mencari sumber dari aroma tersebut, sampai akhirnya langkah delvin terhenti melihat pemandangan dimana felisha yang sedang menyiapkan sarapan untuk nya.
Delvin terpaku melihat felisha yang begitu mahir memasak, delvin tak mengira bahwa felisha akan semandiri ini. Dari luar felisha nampak seperti gadis manja yang tak bisa melakukan apapun, tapi faktanya felisha terbiasa dengan semua pekerjaan rumah.
Lama memandangi felisha dalam diam akhirnya delvin tersadar, dan buru-buru ia mengenyahkan pikiran tentang felisha. Baru satu langkah setelah delvin berbalik tiba-tiba felisha menyadari keadaan delvin.
"Mau kemana? Aku sudah buatkan sarapan." Kata felisha, sontak delvin kembali menoleh.
"Aku harus berangkat kerja." Setelah mengucapkan itu delvin buru-buru kembali ke kamarnya.
Ini hari pertama nya menjadi seorang suami setelah kemarin menikah namun delvin lebih memilih untuk kembali bekerja, padahal jika delvin berniat ia bisa saja tak berangkat kerja selama yang ia mau. Karena ia bekerja di studio lukis miliknya sendiri, kebetulan sejak kecil delvin sangat mahir melukis. Ia tidak menyukai dunia bisnis seperti ayahnya, dia lebih suka pekerjaan nya sebagai Seniman.
Delvin sudah terlihat rapih, ia sudah siap untuk berangkat kerja. Ia berjalan keluar dari kamar dengan santainya, tapi felisha tiba-tiba menghentikan langkahnya.
Felisha menarik lengan delvin, "Ayo sarapan, aku sudah buatkan makanan kesukaan mu. Mamah bilang kamu suka ayam goreng kecap pedas, aku membuat kan nya spesial untuk mu." Kata felisha seraya tersenyum lembut pada delvin.
Mata delvin tertuju pada lengan felisha yang menyentuh lengannya begitu saja, entah kenapa rasa jijik tiba-tiba menyeruak di hatinya. Dengan kasar delvin menepis lengan felisha, "Bukankah aku tak meminta nya." Hanya itu kata yang keluar dari mulut delvin, kata yang terdengar sangat tegas dan dingin. Lebih parahnya delvin langsung pergi begitu saja, tanpa merasa bersalah sedikitpun pada felisha yang kini diam termenung.
Felisha menundukkan kepalanya, ia tak berani menatap kepergian delvin. Sikap delvin sangat melukai perasaan felisha, "Apa kamu sangat membenci ku." Gumam felisha yang tak akan terdengar oleh delvin karena delvin sudah pergi untuk berangkat kerja.
Tok tok
Suara ketukan pintu mengalihkan perhatian felisha, ia mengusap air matanya. Awalnya felisha berpikir bahwa yang mengetuk pintu adalah suaminya yang akan datang untuk meminta maaf. Tapi setelah pintu terbuka ternyata yang datang adalah nayara sahabat nya.
Raut sedih kini terganti oleh senyum felisha yang mengembang, "Kamu ko gak bilang sih mau kesini." Kata felisha seraya mempersilahkan nayara masuk.
"Maaf ya aku datang gak bilang-bilang, aku tadi habis keluar terus liat cake keju kesukaan kamu jadi ini aku bawain khusus buat pengantin baru." Jelas nayara sambil menyodorkan cake yang ia beli untuk felisha.
Mereka sangat akrab memang, nayara sangat tahu apa yang di suka dan di benci oleh felisha. Bersahabat sejak SMP tentu membuat mereka begitu mengenal satu sama lain.
Felisha dengan gembira membuka kotak cake yang di belikan oleh nayara, "Wah ini pasti sangat lezat, kita makan bersama ya." Kata felisha.
Nayara tersenyum senang karena sahabat nya menyukai apa yang ia beli, mata nayara menerawang keseluruh ruangan. Sampai akhirnya ia fokus pada satu foto besar yang di pajang di dinding sebelah televisi, "Kamu sangat cantik dengan balutan gaun putih ini." Puji nayara saat melihat foto pernikahan felisha dan delvin.
Langkah felisha terhenti saat nayara mengatakan itu, ia teringat bagaimana perlakuan suaminya terhadap felisha."Terimakasih, Kamu sendiri kapan akan menikah. Aku tau kamu benci pernikahan tapi carilah laki-laki baik yang bisa menjaga mu." Kata felisha, dari luar felisha memang tampak biasa-biasa saja walau faktanya ia menghadapi hal rumit di pernikahan yang ia jalani.
Nayara sendiri tersenyum kecil mendengar perkataan felisha tentang pernikahan, bisa di bilang nayara sangat membenci pernikahan. Sejak kecil kedua orang tuanya selalu bertengkar dan ibunya selalu menjadi korban dari kekerasan ayahnya, tak jarang nayara juga menjadi pelampiasan.
Karena hal itu nayara tak mau menjalin hubungan dengan pria, bagi nayara hidup nya hanya untuk mencari uang dan hanya uang lah yang akan membuat nya bahagia.
__ADS_1
Mata nayara memperhatikan lengan felisha yang sedang memotong cake keju itu, "Dari pada menikah aku lebih suka menjadi orang yang kaya dan punya banyak aset." Kata nayara dengan lantangnya.
"Kalau begitu carilah lelaki kaya untuk kau nikahi." Balas felisha lalu menyuapi cake ke mulut nayara.
Nayara mengerucut kan bibirnya, lalu mengunyah cake yang ada di mulutnya. "Carikan aku lelaki seperti itu." Kata nayara sambil memasang wajah memelas.
Setelah itu keduanya tertawa, pembahasan mereka jadi semakin seru. Ketika bersama keduanya bisa saling melupakan permasalahan hidup yang sedang mereka hadapi, begitu lah gunanya persahabatan.
Lama berbincang-bincang akhirnya nayara memutuskan untuk pulang, felisha mengantar nayara sampai keluar dari apartemen.
Perasaan felisha sudah membaik sekarang, buktinya sekarang felisha sudah sibuk kembali di dapur untuk menyiapkan makan malam.
Ia berharap kali ini delvin mau menerima makan malam buatannya, felisha sudah susah payah mencari tahu banyak hal tentang makanan kesukaan delvin.
Setelah selesai memasak felisha langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya, didalam kamar mandi ia mulai melucuti pakaian nya satu persatu sampai akhirnya mengguyur tubuh mungil nya itu di bawah percikan air shower.
Tubuhnya terasa begitu segar setelah mandi, ia tak membutuhkan waktu lama untuk mandi. Karena tak lama kemudian ia keluar dari kamar mandi menuju lemari pakaian, setelah selesai memakai semua pakaian felisha memilih duduk di depan kaca rias nya.
Ia mengeringkan rambutnya dengan menggunakan hair dryer, ia membutuhkan waktu lama untuk mengeringkan rambutnya karena rambut felisha cukup tebal dan panjang.
Ting tong
Sepertinya felisha sangat bahagia saat melihat kedatangan delvin, sebenrnya felisha sudah menginginkan moment-moment seperti ini sejak dulu. Felisha berharap menjadi istri yang sempurna dan selalu ada untuk suaminya.
Baginya menunggu suami pulang kerja dan menyiapkan makan malam untuk suaminya adalah hal paling romantis.
"Aku sudah siapkan air panas untuk kamu mandi, " Kata felisha
Delvin memperhatikan wajah felisha yang terlihat gembira, ia heran dengan sikap felisha. Padahal delvin sudah bersikap dingin tapi felisha malah tetap bersikap manis, "Tidak perlu, aku ingin mandi dengan air dingin saja." Tukas delvin lalu berjalan meninggalkan felisha.
Felisha menarik nafas dalam-dalam, "Aku juga sudah buatkan makan malam, " Kata felisha lagi.
Langkah delvin terhenti dan berbalik menghadap felisha, "Aku tak lapar." Jawab delvin.
Keriukkkkk
Felisha nampak menahan tawanya mendengar bunyi perut delvin yang keroncongan, "Aku tunggu di meja makan." Kata felisha lalu berjalan menuju ruang makan.
Delvin amat malu dengan kejadian itu, karena studio ramai ia jadi belum sempat makan. Apalagi beberapa kolektor ingin bertemu langsung dengan delvin untuk menanyai karya seninya.
Felisha dengan setia menunggu delvin yang sedang mandi, kali ini delvin tidak berlama-lama di kamar mandi. Pasalnya delvin memang sudah sangat lapar, delvin membuang wajahnya saat felisha tersenyum di meja makan. Sungguh ia merasa bahwa harga diri nya telah jatuh begitu saja, sedangkan felisha dengan cekatan mengambilkan nasi untuk delvin.
__ADS_1
Delvin tak percaya dengan hidangan yang ada di meja makan, semuanya adalah makanan kesukaan delvin. Perlahan tapi pasti ia mulai memakan satu persatu hidangan yang ada.
Drrttttt drrttt
HP felisha tiba-tiba bergetar, dilihatnya layar ponselnya itu. Ternyata ada satu pesan masuk dari mamah mertuanya.
_from mamah mertua_
Mamah sudah membelikan tiket untuk liburan ke Jepang, besok bersiaplah untuk pergi bersama suami mu. Bersenang-senang lah disana, anggap ini sebagai kado dari mamah untuk kalian.
Semoga bulan madu kalian menyenangkan.
Delvin menghentikan kegiatan makan nya ketika melihat ekspresi felisha, "Ada apa?" Tanya delvin.
Felisha menggigit bibir bawahnya pelan, "Ini pesan dari mamah mu, " Jawab felisha dengan nada pelan.
"Owhh." Gumam delvin pelan lalu kembali menyantap makanan nya, delvin amat santai karena ia pikir bahwa mamahnya hanya bertanya kabar tentang mereka.
"Mamah mu bilang kita akan berbulan madu di Jepang besok, " Jelas felisha membuat delvin tekejut.
"Uhuk uhuk!"
Felisha langsung mengambilkan minum untuk delvin, wajah felisha berubah menjadi panik. "Ini air minumlah."
Glek glek glek
"Aku akan bilang kalau kamu sibuk jadi tidak bisa pergi," Kata felisha karena takut delvin marah.
Melihat reaksi delvin membuat felisha merasa bersalah, dengan cepat felisha menekan tombol panggil untuk berbicara kepada mamah mertuanya agar mereka tidak harus pergi berbulan madu.
Terdengar suara sambungan telpon terhubung, baru saja felisha akan bicara. Tiba-tiba lengan delvin menarik HP felisha lalu mematikan sambungan telpon nya, "Kenapa kau matikan?" Kata felisha.
"Kita akan pergi berbulan madu."
Mata felisha membulat sempurna, "Hah!" Felisha takut pendengarannya salah.
"Aku tak mau orang tua ku berpikir yang tidak-tidak tentang kita, jadi kita harus pergi hanya untuk membuat mereka percaya pada hubungan kita"
Kini felisha mengerti maksud delvin menerima permintaan mamahnya, felisha tersenyum miris untuk perasaan nya yang sudah salah paham. Ia berpikir bahwa delvin ingin pergi karena sudah menerima felisha, ternyata hanya untuk berpura-pura.
BERSAMBUNG..
__ADS_1