
Hallo, Hai apa kabar? 😅 semoga kabar baik ya. 😍 selamat membaca😊
***
Drrttt drrttt drrtt
Felisha mengalihkan pandangan nya menuju ponsel miliknya yg terus bergetar tanda bahwa ada telpon masuk, dengan cepat felisha mengangkat telpon tersebut saat mengetahui bahwa yg menelpon nya adalah sahabat ia yaitu nayara.
"Hallo nay__"
"Hallo felisha, maaf mengganggu liburan mu ada yg ingin aku beritahukan pada mu."
"Apa itu nay?"
"5 hari lagi tepatnya hari sabtu aku akan menikah."
"Benarkah? Apa aku tak salah dengar. Kamu kenapa baru bilang sekarang, siapa laki-laki beruntung itu?"
"Hehe __ maaf, aku akan ceritakan semuanya setelah kamu pulang. Have fun ya, aku tutup telpon nya. Byeee"
~PLIP~
Sambungan telepon terputus, felisha nampak sangat gembira mendengar kabar pernikahan nayara. Walau ada rasa sedikit kesal pula karena nayara tak pernah menceritakan siapa sosok lelaki yg akan ia nikahi.
Raut wajah felisha yg tadinya ceria tiba-tiba berubah menjadi muram saat delvin suaminya berdiri tidak jauh dari hadapan felisha.
Entah kenapa tatapan delvin seolah mampu membuat felisha tak berani bersuara sedikit pun, sedangkan delvin nampak begitu acuh dan berjalan melewati felisha.
"Mau kemana?" Felisha memberanikan diri untuk bertanya.
Delvin menghentikan langkahnya, "Bukan urusan mu!" Tukas delvin sinis.
Felisha berusaha menahan air mata yg hampir keluar dari pelupuk matanya.
Delvin seperti orang yg sudah tak memiliki hati, selalu bersikap acuh dan berkata seenaknya saja. Namun semua sikap delvin tak mampu menjadi alasan untuk felisha membencinya, entah kenapa rasanya sulit sekali untuk felisha membenci delvin.
***
Nayara kini sedang berada di dalam mobil bersama dengan chirs, beberapa waktu lalu chirs menelponnya dan mengatakan bahwa ia akan mengajaknya ke suatu tempat.
"Memang nya kita ini mau kemana?" Tanya nayara lagi dan lagi, sudah berapa kali pertanyaan itu nayara lontarkan pada chirs.
"Sudah ikut saja." Jawab chirs.
Pikiran nayara terus melayang-layang, menebak kemana sebenarnya mereka akan pergi. Namun tak lama kemudian chirs menghentikan mobilnya tepat di depan sebuah butik ternama paling terkenal di kota, "Kita mau apa kesini?" Tanya nayara.
__ADS_1
"Kita harus cari gaun pengantin untuk pernikahan nanti_" Jawab chirs.
Nayara menarik lengan chirs, takala chirs hendak keluar dari mobilnya. "Ada apa?" Tanya chirs bingung dengan sikap nayara.
"Sebaiknya jangan disini, pakaian disini di buat langsung oleh desainer. Pasti harganya mahal, bahkan aku dengar gaun disini setara dengan harga 1 rumah." Kata nayara dengan polosnya.
Chirs terkekeh mendengar penjelasan nayara, ia seperti nya lupa bahwa chirs adalah pengusaha yg sangat kaya. "Kalau begitu kamu harus coba gaun yg seharga rumah itu," Jawab chirs lalu keluar dari mobil.
Nayara akhirnya mengikuti chirs dan berjalan beriringan dengan calon suaminya itu, nayara sangat kagum melihat indahnya semua pakaian yg di buat oleh desainer nomor satu itu.
Ia tak menyangka bisa masuk kedalam butik itu dan melihat secara langsung gaun-gaun cantik dan mahal tersebut.
"Apa ini calon istri mu?" Tanya seseorang yang tak lain adalah Mr. Xio seorang desainer nomor satu.
"Iya dia calon istriku, tolong berikan dia gaun yg paling cantik disini." Kata chirs pada desainer itu.
Ini pertama kalinya juga bagi nayara melihat Mr. Xio secara langsung, selama ini ia hanya bisa melihat nya melalui TV.
"Ikuti saya nona." Kata Mr. Xio pada nayara.
Nayara masuk kedalam ruangan ganti sedangkan chirs hanya duduk sambil Melihat-lihat sebuah buku majalah yg isinya adalah pakaian hasil rancangan Mr. Xio.
Tak lama kemudian sebuah tirai terbuka menapakkan sosok nayara yang sudah mengenakan gaun pengantin berwarna putih, chirs baru menyadari bahwa nayara begitu cantik saat mengenakan gaun itu.
Mr.Xio menepuk bahu chirs, "Kenapa diam saja, kamu pasti terpana melihat kecantikan calon istri mu itu" Candanya.
"Lumayan_" Jawab chirs singkat.
Walau jawaban terdengar sangat angkuh, tetap saja nayara menganggap itu adalah pujian.
Setelah nayara selesai memilih gaun, kini giliran chirs memilih setelan jas yang akan ia kenakan nanti di hati pernikahan nya.
Akhirnya setelah lama berkutat di dalam butik mereka berdua pun selesai, nayara pikir chirs akan mengantar nya pulang namun ternyata ia malah membawa nayara pergi ke kantor nya.
"Mau apa kesini?" Tanya nayara bingung
Chirs menaikkan ujung bibirnya, "Ikut saja, ini akan menarik." Jawab chirs lalu mengajak nayara masuk ke dalam kantor nya.
Kantor jadi terasa begitu ramai, beberapa pegawai wanita merasa sangat patah hati melihat pemandangan itu. Mereka merasa iri pada nayara karena bisa berpasangan dengan chirs, beberapa dari mereka bahkan sampai menangis.
Sedangka chirs menggenggam erat lengan nayara, ia seolah-olah ingin menunjukkan pada semua bawahannya bahwa ia kini sudah mempunyai kekasih. Dan yang lebih penting adalah ia ingin menunjukkan pada Ansell bahwa Ansell telah kalah melawan nya.
Chirs membawa nayara masuk kedalam ruangan pribadinya, "Duduklah!" Titah chirs pada nayara.
Nayara menuruti perkataan chirs, "Apa tak masalah membawa ku kemari?" Tanya nayara penasaran.
__ADS_1
"Kamu calon istri ku, semua pegawai harus tau itu." Kata chirs santai.
"Tapi aku kan hanya calon istri bayaran_" Ujar nayara pelan.
Chirs memandang tajam kearah nayara, "Jangan bahas itu ketika kita berada di kantor!" Nada tegas chirs membuat bulu kuduk nayara berdiri.
Terbesit rasa penasaran di otak nayara, sebenarnya apa yang di rencanakan oleh chirs. Ia bahkan tak mengerti alasan chirs mengajaknya pura-pura menikah.
"Iya maaf_" Jawab nayara.
"Bersiaplah sebentar lagi aku ada rapat, dan kamu harus ikut. Aku akan mengumumkan pernikahan kita, dan satu hal lagi bersikaplah layaknya calon istri CEO." titah chirs pada nayara.
Nayara mengangguk pelan, ia benar-benar tak mengerti jalan pikiran chirs. Baginya chirs adalah laki-laki yang sulit untuk di tebak.
_Ruang Rapat_
Chirs berdiri tepat di kursi paling depan, kini ia tak sendiri tepat di sebelah kirinya ada nayara.
"Saya ingin memberitahukan pada kalian semua bahwa saya akan menikah, jika kalian punya waktu datang lah ke pernikahan saya sabtu ini." Kata chirs dengan lantangnya.
Para pemegang saham nampak begitu bersemangat mendengar kabar tersebut, mereka mengucapkan selamat pada chirs.
Sedangkan ansell terlihat tak suka dengan kabar tersebut, ansell memandang chirs dengan tatapan yang sangat tajam.
Chirs membalas tatapan ansell, jelas sorot matanya terlihat mengolok-olok kekalahan ansell yang terus menerus berusaha menjatuhkan chirs namun selalu gagal.
Chirs dengan bangga mengatakan pada semua orang bahwa pernikahan akan di langsung pada sabtu ini, dan di laksanakan di salah satu hotel bintang lima.
Setelah rapat selesai chirs dan nayara nampak meninggalkan ruangan, namun langkah mereka terhenti takala ansell berdiri tepat di depan mereka berdua.
Ansell tersenyum kecil seraya mengulurkan tangannya, "Selamat untuk pernikahan nya." Kata ansell, tentu semua ucapan nya itu hanyalah basa-basi ansell agar terlihat baik di depan orang-orang.
Chirs tak membalas uluran tangan ansell, "terimakasih" Jawab chirs singkat.
Nayara merasa tak nyaman berada di antara mereka berdua, nayara juga menyadari bahwa hubungan antara chirs dan ansell sangat lah buruk. Mereka berdua terlihat seperti saling menusuk dari belakang.
"Oh iya perkenalan nama saya ansell, senang bisa melihat calon istri CEO kami" Kata ansell dengan nada so ramah.
Nayara tersenyum lembut, "Saya nayara, senang juga bisa bertemu dengan teman kerja chirs." Jawab nayara.
Chirs menarik lengan nayara, "Ayo pergi aku akan mengantar mu pulang." Tukas chirs memisahkan ansell dengan nayara.
Chirs seperti nya muak berlama-lama melihat sikap so ramah ansell, dia benar-benar manusia bermuka dua.
Ansell tersenyum lagi, kini senyum nya terlihat menakutkan. Ia memikirkan banyak cara untuk menjatuhkan chirs, dan kali ini ia seperti sudah mendapatkan cara baru.
__ADS_1
'Kamu pasti berpikir bahwa kamu sudah menang, jangan senang dulu! Kamu takan bisa melawan ku chirs' batin ansell berseru.
#BERSAMBUNG..