MARRIAGE SCANDAL

MARRIAGE SCANDAL
21. MARRIAGE SCANDAL


__ADS_3

                   


                           ____


Tepat di sebuah villa milik kenzo semua yang datang dibuat takjub oleh pemandangan yg indah dan suasana yang begitu sejuk.


Kenzo mengajak sahabat nya itu untuk berkeliling villa, menunjukkan kamar mana saja yang akan mereka tempati. Sudah jelas hanya kenzo yang tidur sendiri, berbeda dengan nayara dan felisha. Mereka berdua sudah memiliki suami jadi tidur bersama suami mereka masing-masing.


"Kalau kalian mau istirahat dulu silahkan ya, aku bakalan siapin makanan buat acara barbekyu." Ujar kenzo pada mereka.


"Aku mau bantu kamu siap-siapin makanan aja." Tukas nayara.


"Aku juga disini saja bantu kamu kenzo." Ujar felisha.


Kenzo kebingungan, kedua sahabat nya malah ingin membantu dia untuk mempersiapkan makanan. Padahal sengaja ia ingin mereka berdua bersama suami mereka masing-masing saja.


Saat mereka bersenda gurau bersama, dilain tempat nampak delvin yang terus memperhatikan felisha. Ia merasa cemas karena saat perjalanan menuju villa felisha nampak kurang sehat.


Sedangkan felisha yang sedang di perhatikan seperti nya tidak menyadari hal itu, sebenarnya felisha memang sedang tidak enak badan. Tapi felisha tidak mau merusak acara yang telah kenzo persiapkan, ia tahu bahwa waktu kenzo di Indonesia tidak lah lama.


"Sha, tolong ambilkan buah-buahan yang tadi kita bawa ya." Titah nayara pada felisha.


"Iya aku ambil dulu." Jawab nya.


Felisha dengan cepat pergi menuju dapur, saat berjalan ia merasa kepalanya sangat pening namun ia tak memperdulikan hal tersebut.


Sesampainya di dapur ia langsung membawakan seluruh buah-buahan yang telah di beli oleh nayara, baru beberapa langkah keluar dari villa. Tiba-tiba kepala felisha begitu sakit, matanya tidak bisa melihat dengan jelas. Dan kaki nya gemetar tidak bisa menahan tubuhnya lagi, Tepat di sebelah felisha adalah kolam renang yang lumayan dalam.


Karena sudah tidak bisa menahan rasa sakit di kepala nya akhirnya felisha terjatuh, tubuhnya jatuh kedalam air.


"FELISHA" Teriak delvin dari jauh.


Buru-buru delvin berlari menghampiri felisha yang tenggelam.


*Byurr*


Delvin langsung melompat kedalam air, ia berenang secepat mungkin kearah felisha. Delvin mengangkat tubuh felisha, terus membawa nya ketepian kolam.


Tanpa berpikir panjang delvin langsung memberi pertolongan pertama pada felisha, dan beberapa kali memberi nya napas buatan.


"Felisha, sadarlah kumohon sadarlah" Ujar delvin sambil menggoyangkan tubuh felisha pelan.


Mata felisha terus terpejam, karena ketakutan delvin memberinya napas buatan lagi dan lagi sampai akhir nya felisha mulai sadar dan terbatuk - batuk.

__ADS_1


Felisha membuka matanya, yang pertama ia lihat adalah delvin. Dengan wajah ketakutan, delvin langsung memeluk felisha saking bahagia nya melihat felisha sadar.


"Ada apa ini? Felisha kamu baik-baik saja kan. Cepat bawa felisha kedalam, ia pasti kedinginan." Ujar nayara khawatir.


Kenzo menghampiri felisha dan memberikan nya sebuah handuk, "Pakai lah ini" Ujar kenzo.


Delvin langsung meraih handuk yang diberikan oleh kenzo dan memakaikan nya pada felisha.


Dengan gagah delvin mengangkat tubuh felisha dan membawa nya kedalam kamar.


Di sisi lain terlihat chirs yang sedari tadi ikut memperhatikan, ia benar-benar yakin bahwa delvin mencintai felisha. Selama ini ia tidak pernah melihat delvin sekhawatir itu pada orang lain.


Chirs berbalik memilih untuk pergi mencari udara segar sebab keadaan seperti membuat nya tak karuan.


Tak jauh dari villa ada sebuah tempat duduk yang menghadap langsung kearah pesawahan, ia bahkan bisa melihat bukit yang sedikit tertutup kabut dari tempat ia duduk.


Sebuah tangan tiba-tiba menyentuh pundak nya, "Indah ya, kita harus sering-sering datang ke tempat seperti ini." Ujar seseorang tersebut yang tak lain adalah nayara.


"Nayara aku kira siapa." Ujar chirs sedikit terkejut.


Nayara mengernyit, "Memang nya siapa yang kamu tunggu" Ledek nayara, "Cepat ke villa sudah waktunya makan." Tambahnya.


Chirs menyentuh lengan nayara, menghentikan nya. "Duduk sebentar di sini, temani aku."


Sebelum nayara berbalik, chirs menarik lengan nayara hingga nayara tidak bisa menyeimbangkan tubuhnya dan terjatuh ke dada bidang chirs. Buru-buru nayara mendudukkan dirinya di sebelah chirs.


"Aku sudah katakan temani aku dulu, jangan membantah." Ujar chirs.


Nayara tak menjawab, getaran di dadanya tidak beraturan dan terdengar kencang.


'Dia ini kenapa, aku tidak sanggup jika harus berduaan seperti ini.' batin nayara berseru.


                             ***


Delvin terus saja menemani  felisha, beberapa kali ia mengganti kain kompres yang ia pakai untuk menurunkan demam felisha.


Awal nya suhu badan felisha semakin tinggi namun sekarang sudah mulai mereda.


Delvin mengelus pelan pipi kemerahan milik istrinya itu, "Cepatlah bangun, aku ingin melihat mu tersenyum lagi" Gumam delvin pelan.


Felisha tetap tidak bangun, efek demam tinggi felisha jadi tak sadarkan diri. Untung saja delvin cekatan menangani felisha jadi sekarang panas felisha mulai mereda.


Dengan perasaan takut delvin menyentuh lengan felisha, menggenggam nya. Tangan yang selalu ia inginkan untuk di genggam.

__ADS_1


Sebuah ketukan pintu menyadarkan delvin, ia langsung menoleh kearah belakang.


"Apa felisha sudah sadar?" Tanya seseorang yg tak lain adalah kenzo.


"Belum." Jawab delvin singkat.


Sebenarnya delvin memang masih menaruh rasa benci terhadap Kenzo, namun ia menghargai felisha jadi ia tidak mau menujukan hal tersebut pada felisha.


"Apa panas nya sudah turun?" Tanya Kenzo, baru saja Kenzo akan menyentuh kening felisha tiba-tiba sebuah tangan menahan nya. Ya tangan delvin  yang tak Terima jika istrinya di sentuh oleh Kenzo.


"Panas nya sudah turun." Jawab delvin dengan nada tegas.


Kenzo mengerti akan sikap delvin yang begitu protektif, ia tahu bahwa delvin sedang cemburu padanya.


"Syukur lah, cepat turun kita sedang bakar-bakar di bawah." Ajak Kenzo pasa delvin.


"Nanti aku nyusul"


Kenzo mengerti dan langsung meninggalkan delvin, ia memilih untuk kembali ke acara barbekyu nya.


Tak selang beberapa lama setelah Kenzo pergi tiba-tiba mata felisha mulai terbuka, ia mulai sadar.


Delvin terlihat sangat senang, ia bahkan tak melepaskan genggaman tangan nya pada felisha.


"Kamu sudah sadar" Ujar delvin sambil tersenyum.


Felisha mengernyit melihat delvin yang berada di samping nya, "Kamu ada disini? Mana yang lain?" Tanya felisha.


"Mereka semua di bawah sedang mengadakan acara barbekyu "


Felisha melepaskan genggaman tangan delvin, "Aku ingin turun"


Delvin menahan felisha, "Tidak boleh!  Kamu masih sakit sebaiknya istirahat saja dulu."


"Delvin! Aku baik-baik saja."


Delvin terdiam, "Kalau begitu aku akan mengendong mu." Ujar delvin lalu mengangkat tubuh mungil felisha.


Jujur felisha sangat terkejut dengan perlakuan delvin padanya, ia benar-benar mengangkat felisha.


Felisha teringat saat ia terjatuh kedalam kolam, dan delvin menyelamatkan nya. Felisha tidak bisa berhenti memperhatikan wajah delvin yang begitu dekat dengan nya.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2