MARRIAGE SCANDAL

MARRIAGE SCANDAL
5. MARRIAGE SCANDAL


__ADS_3

Hello kembali lagi ya cerita nya, coba siapa yang nunggu update silahkan komen🙏 Jangan jadi pembaca diam-diam ya. Setidaknya follow /komen agar dapat notif setiap update.


°°°


   Delvin dan Felisha kini sudah sampai di Jepang, keduanya tidak memiliki banyak persiapan apapun saat berangkat lagi pula semua kebutuhan mereka telah di siapkan oleh mamahnya delvin.


Rasa lelah mereka sepanjang perjalanan telah terbayar setelah melihat pemandangan indah kota tokyo, mereka berdua bahkan tinggal di palace Tokyo hotel. Hotel ini termasuk hotel bintang lima, tarif per malam nya saja berkisaran antara 27jt-30jt.


Rencana nya mereka hanya akan tinggal selama 3hari saja, felisha sendiri sangat senang karena bisa pergi ke Jepang bersama delvin walau delvin sendiri pergi kesini karena terpaksa.


Di kamar hotel felisha awalnya hanya memperhatikan kota Tokyo dari atas kamarnya, entah kenapa ide untuk turun kebawah tiba-tiba muncul di benaknya.


"Kita sudah pergi jauh-jauh kesini, apa sebaiknya kita sekalian keliling kota untuk melihat-lihat." Kata felisha


Delvin malah sibuk mengeluarkan barang nya dari koper, ia sampai membawa beberapa alat untuk melukis. "Aku harus melukis, pergi saja sendiri." Kata delvin yang sibuk memasang peralatan lukisnya.


Lama-kelamaan Felisha jadi terbiasa dengan penolakan delvin, felisha hampir lupa bahwa delvin datang bukan berniat bulan madu. "Kalau begitu aku pergi dulu sebentar." Kata felisha pamit pada delvin, namun suaminya hanya diam tak bergeming.


Dengan percaya dirinya delvin malah sibuk melukis tanpa menghiraukan perkataan felisha, ia memang butuh ketenangan saat melukis.


Felisha hanya bisa menghela nafas pasrah lalu meninggalkan suaminya di hotel sendiri, untuk yang kedua kalinya felisha kagum pada interior hotel yang sedang ia tempati.


Setelah sampai di luar hotel ia begitu kegirangan berjalan menyusuri kota, ia bahkan mengambil banyak potret cantik dirinya di beberapa tempat.


Ia sengaja menyusuri tempat-tempat menarik dengan berjalan kaki, karena orang Jepang juga kebanyakan memilih untuk berjalan kaki di banding menaiki kendaraan.


Felisha sangat penasaran bagaimana rasanya berbelanja di pasar Tokyo, sampai akhirnya ia mendatangi Pasar tersebut. Saat sampai di sana, mata felisha di manjakan oleh berbagai macam kuliner khas Jepang. Adapun makanan yang felisha coba yaitu: Takoyaki, ramen, Kkoroke, Dango,dan Yakitori.


Lidah felisha sangat cocok dengan berbagai jenis makanan, entah makanan dalam negeri atau luar negeri. Itu sebabnya mulut felisha tak henti-henti mengunyah, ia terlalu menikmati makanan khas negara

__ADS_1


Matahari terbit itu.


Bukan hanya kuliner nya yang membuat Felisha senang, namun ada banyak juga sovenir lucu yang menarik perhatian felisha. Ada empat jenis sovenir yang ia beli dari mulai: kokeshi [boneka unik yang di buat dari kayu], Tenugui [handuk Jepang yang memiliki motif beragama], Gamaguchi [dompet koin yang di buat dengan cara di rajut], dan yang terakhir adalah Maneki Neko [pajangan yang terbuat dari keramik].


Setelah membeli semua itu, niat nya felisha yaitu kembali ke hotel. Namun diperjalanan ada satu tempat yang begitu mencuri perhatian nya, felisha akhirnya memutuskan untuk masuk kedalam tempat itu.


°°°


Waktu berjalan sangat cepat, matahari sudah mulai tenggelam. Delvin sendiri baru menyelesaikan satu lukisannya, ia mulai merapikan kembali alat lukisnya.


Delvin teringat pada felisha, pasalnya sejak tadi ia belum kunjung kembali. Ada sedikit rasa khawatir muncul dalam benak delvin, karena itu ia langsung mengambil HP nya dan mencoba menghubungi felisha.


_felisha Call_


#nomor yang anda tuju tidak dapat di hubungi cobalah berberapa saat lagi


#nomor yang anda tuju tidak dapat di hubungi cobalah berberapa saat lagi


#nomor yang anda tuju tidak dapat di hubungi cobalah berberapa saat lagi


Delvin sengaja mempercepat jalan nya dan terkesan seperti berlari, delvin menyusuri jalanan kota Tokyo. Mencari felisha jadi semakin sulit karena banyaknya orang-orang yang berlalu-lalang, delvin jadi menyesal membiarkan felisha keluar sendiri.


Di saat delvin sudah kelelahan mencari felisha, tiba-tiba dari jarak sekitar 10 langkah dari depan delvin kini nampak sosok yang sedang delvin cari.


Keduanya sama-sama terdiam di tempat masing-masing, delvin yang bernafas lega melihat felisha.


Felisha tersenyum lembut seraya melambaikan tangan kearah delvin, mata delvin terpaku karena senyuman felisha. Felisha mulai berlari kearah delvin, sedangkan delvin hanya diam di tempat.


"Aku kira kamu tidak akan keluar, kamu pasti sedang mencari ku ya?" Kata felisha dengan percaya diri.

__ADS_1


"Tidak! Aku sedang mencari udara segar." Tukas delvin berbohong, ego delvin sangatlah tinggi ia tak mungkin mengatakan bahwa sebenarnya ia memang mencari felisha.


"Aku beli banyak makanan dan sovenir, ayo kita kembali ke hotel." Kata felisha dengan semangat.


Delvin melirik beberapa kantong yang di bawa felisha, cukup banyak memang. "Apa karena ini kamu jadi lupa kalau ini sudah malam." Kata delvin dengan nada marah.


"Ah iya aku tadi terlalu asyik belanja, lagipula kaki ku juga pegal membawa banyak barang ini. Lihat kaki ku bahkan membesar," Keluh felisha sambil menunjuk kearah kakinya yang terasa sakit.


Delvin memutar bola matanya, jujur ia sedikit kesal pada felisha karena tak ingat waktu. "Kan ada taxi, kenapa kamu memilih jalan kaki."


Felisha menggeleng pelan, "Aku ingin terlihat seperti orang jepang" Dengan polosnya felisha mengatakan itu.


Delvin tak habis pikir dengan kelakuan felisha, tanpa banyak berkata delvin akhirnya membawakan barang belanjaan felisha. Mereka berdua kembali ke hotel, felisha memilih berjalan di belakang delvin. Orang mungkin akan menganggap nya seperti orang gila karena senyum-senyum sendiri, felisha seperti itu karena sikap delvin kali ini sangatlah manis.


Sesampainya di hotel, delvin langsung menaruh semua barang belanjaan felisha. Sedangkan felisha mengeluarkan beberapa makanan yang tadi ia beli, "Anggap saja ini menu makan malam kita." Kata felisha sambil menaruh makanan itu di atas meja makan.


Delvin memperhatikan makanan yang felisha beli, selera felisha sangatlah cocok dengan selera delvin.


Dengan langkah berat delvin akhirnya mendekati meja makan lalu duduk. Sedikit demi sedikit delvin mulai menikmati makanan yang di belikan oleh felisha.


"Aku tadi membeli banyak sovenir, bahkan aku membeli yukata couple untuk kita. Pasangan suami istri memakai yukata yang sama pasti terlihat lucu, " Kata felisha dengan sangat gembira.


Delvin menghentikan kegiatan makan nya, "Kamu mungkin salah paham, aku belum menjelaskan ini sebelum nya. Aku pikir kamu akan mengerti tanpa aku beritahu tapi nyatanya aku harus mengatakan ini agar kamu mengerti. Aku menikah dengan mu tapi aku tidak mencintai mu, jadi kumohon berhentilah bersikap seperti ini. Anggap saja kita menikah karena bisnis keluarga, jadi jangan pernah menganggap pernikahan kita lebih dari itu." Tutur delvin panjang lebar.


Sakit, hati felisha terasa sangat sakit. Bahkan lidahnya terasa sangat kelu saat itu, matanya ikut berkaca-kaca. Ia menahan dengan sekuat tenaga untuk tidak menangis, "Aku tau itu, tapi bisakah kau memberikan aku kesempatan untuk masuk kedalam hati mu?" Tanya felisha dengan nada serak.


Delvin berdiri dari posisi duduknya, "Aku tidak bisa." Setelah mengucapkan itu delvin langsung meninggalkan felisha.


Delvin bukan nya tak mau menerima felisha, hanya saja ia tidak tau caranya membangun perasaan pada lawan jenis. Kelainan seksualnya membuat ia takut bahwa suatu saat felisha akan meninggalkan delvin jika tahu delvin bukanlah laki-laki normal, itu sebabnya delvin memilih untuk tidak menaruh perasaan felisha. Delvin tidak tau cara untuk sembuh ia belum pernah pergi ke psikiater atau apapun, ia terlalu malu untuk menceritakan kekurangannya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2