MARRIAGE SCANDAL

MARRIAGE SCANDAL
2. MARRIAGE SCANDAL


__ADS_3

Karena keluarga delvin dan keluarga Felisha adalah keluarga terpandang wajar saja jika tamu undangan yang datang hanya orang-orang elite, bahkan dari penampilan mereka saja kita sudah dapat menyimpulkan bahwa mereka yang datang bukanlah orang sembarangan.


Namun satu pemandangan menarik membuat para tamu undangan saling berbisik, pemandangan dimana datang nya sosok yang gagah dengan balutan jas berwarna biru dongker.


Pria yang tak lain adalah chirs mampu membius hati para tamu undangan, ada rasa heran juga karena chirs dan perusahaan mereka tidak pernah bekerja sama tapi tiba-tiba ia datang.


Delvin sendiri sudah merasa keringat dingin karena kedatangan chirs, ia mengatur nafasnya agar terlihat santai walau faktanya ia begitu takut dan sedih secara bersamaan.


Chirs dengan percaya diri menghampiri delvin, ia seperti nya tak memperdulikan keadaan sekitar yang sibuk membicarakan nya.


"Selamat!" Kata itu keluar dari mulut chirs seraya mengulurkan lengannya, wajah delvin berubah menjadi pucat.


Perlahan delvin menerima jabatan tangan chirs, keduanya saling memandang. Mata chirs memancarkan kesedihan yang mendalam, sedangkan delvin merasa menyesal karena telah menyakiti laki-laki yang bersama nya sejak lama.


Chirs kini melirik kearah felisha,"Kamu cantik, pantas saja delvin memilih mu." Kata yang chirs ucapkan seolah mengungkapkan bahwa delvin berpaling darinya demi felisha.


"Terimakasih. Anda pasti temannya delvin, senang bertemu dengan anda" Jawab felisha begitu bahagia.


Chirs tersenyum, lucu rasanya mendengar felisha menyebut bahwa dirinya adalah teman delvin.


"Kita berteman sejak lama, sangat lama." Gumam chirs, delvin sendiri berusaha menulikan telinganya. Mendengar semua perkataan chirs membuat hatinya bergetar dan tak sanggup menghadapi kenyataan.


"Semoga kalian bahagia, saya pergi sekarang." Kata terakhir yang keluar dari mulut chirs faktanya merupakan kata perpisahan untuk delvin, chirs tak bisa menuntut banyak pada delvin baginya 7 tahun bersama adalah kenangan terindah.


Dengan langkah berat chirs meninggalkan sosok delvin, ia berusaha keras untuk tidak menangis.  Setelah melewati kerumunan orang-orang, chirs mulai merasa kepalanya pusing. Karena itu ia jadi sempoyongan walau begitu chirs tetap berjalan menuju pintu lift, di dalam lift ia terus memegangi dinding lift agar tubuhnya tak ambruk.


Saat lift terbuka chirs melanjutkan langkah nya, tepat di belakang chirs nampak nayara yang sedari tadi memang berada satu lift dengan chirs.


Nayara terus memperhatikan chirs karena gerak gerik chirs seperti orang yang sedang kesakitan.


Tepat di depan gedung hotel chirs merasa sudah tidak dapat menahan rasa sakit yang melanda kepalanya, sontak nayara yang berada di situ langsung menangkap tubuh chirs.

__ADS_1


Wajah nayara berubah menjadi sangat panik, ia meminta bantuan orang-orang untuk memanggil ambulans. Nayara berusaha untuk menyadarkan chirs, sesekali nayara menggoyangkan tubuh chirs pelan namun tidak ada respon sedikit pun. Sampai akhirnya ambulans datang dan beberapa petugas membopong tubuh chirs.


Nayara terpaksa harus ikut kedalam ambulans karena tadi chirs terjatuh tepat di hadapannya, di dalam ambulans beberapa petugas memeriksa keadaan chirs. Nayara menggigit bibir bawahnya pelan melihat sosok chirs yang terbaring lemah.


Setelah beberapa menit berlalu sampailah mereka di sebuah rumah sakit, dengan cekatan petugas langsung membawa chirs kedalam ruangan untuk di periksa.


Nayara menunggu dengan cemas, saking cemasnya ia sampai tak duduk dan memilih mondar mandir di depan ruangan. Sesekali nayara melirik jam tangannya, waktu telah menunjukkan pukul 21:50.


Tak lama kemudian terdengar suara pintu terbuka sontak nayara langsung menoleh kearah suara, dengan cepat nayara menghampiri dokter itu.


"Bagaimana keadaan nya dok?" Tanya nayara secara spontan.


Dokter tersenyum menandakan bahwa chirs tidak mengalami sakit yang serius, "Dia hanya perlu banyak istirahat, tapi saya akan berikan resep vitamin silahkan bayar biaya administrasi nya. Apa anda wali dari pasien?"


Nayara sendiri bingung harus bagaimana pasalnya nayara tak mengenal chirs, tapi ia juga tak mungkin mengatakan itu pada sangat dokter. Karena rasa kemanusiaan nayara masih ada jadi nayara harus sedikit berbaik hati.


"Iya dok, saya akan bayar biaya administrasi nya" Jawab nayara lalu pergi menuju ruang administrasi, di tempat itu nayara berharap bahwa biaya pengobatannya tak terlalu mahal.


Nayara menunjukkan ekspresi pasrah takala melihat nominal yang tertera di kertas itu, ia mulai mengeluarkan uang yang ada di dompetnya.


Setelah biaya rumah sakit selesai di bayar oleh nayara, dengan langkah malas nayara kembali ke ruangan chirs. Didalam ruangan chirs masih terbaring belum sadarkan diri, nayara memperhatikan wajah chirs dalam diam.


"Seperti nya dia orang kaya, pakainya juga terlihat mahal" Gumam nayara pelan.


Drtttt drtttt


Bunyi ponsel berdering membuyarkan lamunan nayara, pandangan nya kini tertuju pada ponsel yang berada di atas meja. Nayara berpikir itu pasti telpon dari keluarga nya chirs, dengan cepat nayara mengambil telpon itu.


"Hallo bos, bos ada dimana?"


"Maaf pemilik handphone ini sedang terbaring di rumah sakit, sebaiknya anda cepat kemari."

__ADS_1


"Siapa ini? Bos saya sedang ada dirumah sakit mana?" Nada asisten chirs terdengar sangat khawatir.


"Kami berada di RS. Permata"


"Saya akan segera kesana! Tolong jaga bos saya"


Sambungan telpon tiba-tiba di matikan, nayara bernafas lega. Ia kembali memperhatikan wajah chirs, "Dia seorang bos? Dia masih terlalu muda tapi sudah jadi seorang bos" Kata nayara tak percaya.


Chirs memang masih muda tapi sejak kecil ia sudah menjadi pewaris dari perusahaan yang ayahnya pimpinan, setelah ayahnya meninggal chirs harus terbiasa menjadi seorang pemimpin. Dia menjabat sebagai CEO saat umurnya 20 tahun, rintangan nya selama mejadi CEO juga terbilang cukup berat. Siapa yang tak mau berada di posisi chirs, itu sebabnya chirs memiliki banyak saingan dan saingan terberat nya adalah ansell.


Waktu terus bergulir, mata nayara bahkan mulai mengantuk. Saat nayara mulai masuk ke alam mimpi, tiba-tiba suara decitan pintu membangunkan kesadaran nayara.


Nayara menoleh kearah pintu yang terbuka dan menampakkan sosok pria.


"Kenapa ini terjadi?" Kata seseorang seraya menghampiri chirs.


Nayara menampakan ekspresi bingung, "Apa anda yang tadi menelpon?" Tanya nayara pelan.


Pria yang datang tersebut ternyata asisten nya chirs, karena sangat khawatir ia sampai melupakan keberadaan nayara.


"Ah iya, apa yang terjadi dengan bos saya?" Tanya Asisten chirs.


"Dia hanya kurang istirahat, saya sangat senang anda datang. Saya harus pulang, semoga bos anda cepat pulih kembali" Kata nayara sembari membereskan barang-barang nya, nayara harus segera pulang karena ini hampir tengah malam. Ia yakin bahwa ibunya pasti akan sangat mengkhawatirkan nayara, apalagi ini kali pertama nayara belum pulang di jam selarut ini.


Asisten chirs berusaha menghentikan langkah nayara, "Saya sangat berterima kasih, ini Kartu nama saya. Jika kamu butuh sesuatu silahkan hubungi saya" Begitu lah kata yang keluar dari mulut asisten chirs-pak Heru.


Pak Heru memang asisten yang dapat diandalkan, ia sudah menganggap chirs sebagai putranya selama ini ia belum pernah menikah dan hidupnya di habiskan untuk melayani keluarga chirs.


Nayara mengambil kartu nama yang diberikan pak Heru, "Saya akan simpan ini" Jawab nayara lalu berjalan meninggalkan ruangan.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2