MAWAR DAN MESIU

MAWAR DAN MESIU
Kau datang menemui ku?


__ADS_3

Berselang waktu setengah jam, angel tiba di apartemen Nala.


Ia mendapati ruang tamu yang kosong. lalu ia beralih ke dapur untuk mencari minuman, karena sedari tadi tenggorokannya terasa kering.


Namun dia juga tidak menjumpai Nala di sana.


Diapun duduk di depan meja makan.lalu angel membuka tutup botol,dan meminumnya.


Selain Haus dia juga lapar tentunya, apalagi sekarang tutup saji tengah menggodanya.


"Masak apa dia hari ini? kebetulan, aku lapar sekali,"


"apapun itu kalau sedang lapar pasti enak," ucap angel penuh semangat.


"Tara," Angel melongo setelah membuka tutup saji itu....


"Cih, apa-apaan ini,"


"Nala," Teriak angel.


Sedangkan Nala tak kuasa menahan tawanya dibalik tirai pun keluar.


"Hahaha. makan tuh kaos kak," ucap Nala dengan tawanya.


"Cih, kau menyuruhku makan kaos kaki gulung ini," ucap kesal angel.


"Ya, makanlah! katanya enak," Ucap Nala dengan terkekeh.


cih, nenek lampir yang satu ini sengaja mengerjaiku. batin angel.


Angel menatap dingin Nala.sedangkan Nala tak mau kalah, dia melotot ke arah angel.


"Apa," seru Nala sembari berkacak pinggang.


"Kau tau kesalahan mu," hah.tanya Nala.


Angel diam tak menjawab.


"yang pertama. tadi pagi, kau berpacaran dengan maya. yang kedua. baru saja kau berpacaran lagi. untuk apa aku memasakkan untuk tukang selingkuh. malas," decak Nala kesal.


Angel seketika menurunkan emosinya. dia tidak melihat Nala yang tengah marah, namun lebih tepatnya Nala yang tengah cemburu.


"Kau, terlihat seperti istri yang sedang cemburu," Ucap angel dengan percaya diri.


Nala seketika sadar dengan kata-katanya.


lalu ia membelalakan matanya.


Mampus aku.benar, aku seperti seorang istri yang tengah cemburu.


nala kau bodoh sekali.Batin Nala.


"Cuih, cemburu. ojo ngasi (jangan sampai) amit amit jabang kebo," ucap Nala sembari mengelus perut datarnya.


Angel pun berdiri dari duduknya,dan memilih meninggalkan Nala.


karena ia merasa tidak ada gunanya meladeni nya ,apalagi menjelaskan tentang maya. ia rasa itu hanya sia-sia. seperti tadi pagi,justru malah ia yang di marahi oleh Nala.


"berdebat terus dengannya, bisa membuat ku gila," gumam angel sembari pergi.


"Hey, mau kemana," Tanya Nala.


"Cari janda," jawab angel singkat.


"Cih, awas saja kalau berani," decak Nala kesal.


hari ini angel tidak bekerja,karena ia mengambil cuti mingguannya. sebenarnya ia ingin menghabiskan waktunya bersama nala.


ia berencana mengajak nala jalan-jalan, namun sayangnya kesalahpahaman lebih dulu terjadi.


lantas angel mengurungkan niatnya, karena moodnya yang sudah rusak. akhirnya ia pergi sendirian,dan meninggalkan nala di apartemen.


...----------------...


di sisi lain.

__ADS_1


Hans malam ini tengah berdiri di depan bangunan tua, yang terlihat sudah terbengkalai selama puluhan tahun.


Tapi sebenarnya tidak. bangunan tua itu masih digunakan. hanya saja aktivitas sang penghuni gedung, yang di buat tak kasat mata.


karena tidak melihat tanda-tanda kemanusiaan, Hans memutuskan untuk mendekati gedung itu.lalu ia mulai melangkahkan kakinya masuk kedalam gedung yang gelap itu.


dengan di bantu pencahayaan dari sebuah senter sebagai penerangan untuk membantu penglihatannya.


Dia mulai menyusuri lorong demi lorong, dan membuka pintu satu persatu, untuk mencari keberadaan klan mawar neraka.


Hans yang tidak menemukan apa-apa di lantai satu, akhirnya beralih ke lantai dua.


"ini seperti bekas sebuah mansion.sangat banyak ruangan seukuran kamar," gumam Hans.


tanpa terasa Sudah dua jam, dia berputar-putar. namun tidak menemukan apapun.


Keringat panas, dan kering dingin sudah tercampur menjadikan lengket, pada tubuhnya.


"dua jam sudah, aku tidak menemukan apapun.


apa aku harus berputar lagi? pasti ada jalan rahasia, di tempat ini," gumamnya


Hans mengulang semuanya dari awal lagi,namun hasilnya sama.lalu ia duduk di depan deretan pintu yang terletak di lantai satu.


di tengah keterputusasaannya, tangan jahilnya enggan untuk diam. dia meraih beberapa kerikil di atas lantai, dan melempari pintu yang ada di seberangnya, dengan cara bergantian.


"tunggu.kenapa bunyinya berbeda," gumam Hans.


"yang ini der,"


"yang ini der,"


"yang ini dek,"


hans melempar ulang kerikil di ditangannya ke deretan pintu itu.dan ternyata bukan hanya satu pintu,yang tidak menggema,tapi ada lima.


ternyata tindakan tanpa sengaja itu membuka jalan baginya.


dasar bodoh. ternyata aku masih bisa tertipu dengan trik murahan seperti ini, cih. batin Hans.


Ia membuka pintu itu, lantas mengarahkan senternya ke dalam ruangan itu.


dan benar saja,saat ia meraba-raba, ia merasakan keanehan.


Ini gambar tiga dimensi dengan kualitas tinggi, dan gambar ini menyerap cahaya.


sial aku hampir tertipu. bukan hampir tapi sudah. decak Hans dengan kesal.


Dia mendapati lima pintu yang sama.bahkan dengan gambar yang hampir sama.


Hans memukul pelan gambar itu.


dia menyadari jika itu sebuah dinding.


Lantas ia mulai berpikir, harus dari sebelah mana ia mulai mencari pintunya.


Hans bolak-balik berulang kali, namun tidak menemukan satupun petunjuk, untuk masuk ke dalam.ia sangat yakini, bahwa di dalamnya ada ruangan tersembunyi.


"Astaga! masih susah juga ternyata," decak Hans.


Seketika matanya menangkap sesuatu. ia melihat ada lima lampu dinding yang menempel di sebelah pintu, yang menurut Hans mencurigakan.


Lalu ia mencari saklar lampu tersebut.ternyata saklar nya ada di bawa lampu itu masing-masing.


lalu Hans menyalakannya.


"Tunggu. kenapa ada satu lampu yang tidak menyala," gumamnya.


Lantas ia mendekatinya, dan memencet berulang kali saklar lampu itu.


Lalu Hans mencoba memutar lampu itu untuk mengecek, apakah masih hidup atau tidak.


"Sial, aku malah beralih menjadi tukang listrik," Decak Hans.


Namun saat ia memutar lampu itu tiba-tiba terdengar suara aneh, yang menyita perhatiannya.

__ADS_1


Greek Greek Greek.......bunyi dinding yang menggeser.


Sebuah dinding tebal terbuka dibalik pintu, di hadapan Hans. dengan rasa penasarannya, lalu membuka pintu itu.


"Sial! di sini kau rupanya," ucap Hans sembari memukul-mukul udara.


hans menarik nafas panjang.lalu Ia pun melenggang masuk, dan menutup pintunya kembali.tiba-tiba dinding itu kembali bergeser seperti semula.


Hans kini tengah berdiri di ruangan yang sangat gelap. lantas ia mengedarkan cahaya senternya. beruntung ia menemukan saklar lampu, yang tidak jauh dari tempat ia berdiri.


namun seketika ia kaget, kala ia menatap sosok yang menyeramkan tengah berdiri menatap ke arah hans.


"astaga apa itu," gumamnya.


"glek" hans menelan maniknya.


ia pun mendekati sosok yang ia lihat dengan langkah waspada.jantung yang berdegup kencang, seakan akan terlepas dari tempatnya.


deg deg... deg deg.....


Semakin dekat.sosok itu semakin jelas, di mata Hans.


"Sial! ternyata hanya gambar. aku pikir grim reaper asli," Decak Hans.


Hans bisa bernafas lega. karena sosok malaikat pencabut nyawa, yang tengah menggenggam cambuk hanyalah sebuah gambar.


"Tunggu. ini bayangan sebuah gambar pada cermin-cermin ini.tapi dimana gambar yang asli," Tanya Hans pada dirinya sendiri.


setelah menatap tempat itu lebih jauh.Hans sadar, jika tempat itu lebih mirip sebuah labirin cermin.satu cermin memantulkan bayangan ke cermin yang lainnya,dan seterusnya.


lantas ia pun menyusuri satu, demi satu cermin itu.setelah berputar-putar ke sana kemari akhirnya menemukannya.


Ia mendorong gambar itu,namun tidak terbuka juga.ternyata itu pintu tipe sliding.


"oh, ternyata ini pintu tipe sliding ," gumam Hans sembari manggut-manggut.


Dan sampailah Hans di sebuah lorong tangga. ia tidak menemukan kesulitan apapun, di tempat itu.


Tapi ceroboh nya, dia tersandung sebuah tali. seketika keluar semburan gas, yang membuat kepala Hans sedikit pusing.


Dengan berjalan sedikit terhuyung, Hans terus berusaha melewati lorong itu.hingga akhirnya ia menemukan ujung dari lorong itu.


hans di kejutkan dengan sosok anak kecil, di dekat ujung lorong .tiba-tiba anak itu menegur seakan melarang Hans masuk, ke ruangan itu.


"Paman, jangan masuk ke sana," ucap anak itu dengan gurat wajah yang aneh.


"paman, jangan masuk paman,"


"paman,jangan masuk," ucap anak itu lagi.


Hans merasa heran. kenapa ada anak kecil di tempat seperti ini? menurut hans itu hal yang tidak wajar. lalu ia memilih tak menghiraukan nya, dan terus melangkah.


Sampailah ia di sebuah ruang bawah tanah yang tidak terlalu luas.


hans menemukan sebuah pintu di sebrang ia berdiri,lalu ia melangkah mendekatinya.


namun baru beberapa langkah, dia sudah di kejutkan oleh suara yang menyeramkan.


"Hans..."


"Hans..."


"Hans sasongko..."


"apa kau datang menemui ku, Hans. huohohoho,"


"ba bagaimana kau tau namaku," ucap Hans terbata-bata.


"itu hanya sebuah nama. bahkan aku lebih dari tau semuanya. huohohoho,"


"si siapa kau,"


"huohohohoho..... uhuk uhuk..."


bersambung.....

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2