
Malam ini Hans tengah berada di markas besar klan mawar neraka.secara diam-diam Hans masih meragukan kekuatan klan itu, dan untuk itulah ia datang untuk memastikannya. dengan alasan memeriksa perkembangan kasus adiknya. hans tengah duduk berseberangan dengan red Devils.
"Apa yang anda perlukan," Tanya Dev.
"Aku hanya ingin memastikan perkembangan kasus ku," Jawab Hans.
Hans sedari tadi menjelajahkan matanya untuk mencari hell boy, yang tak kunjung datang. Lantas ia memberanikan diri bertanya kepada Dev.
"Tuan Dev,dimana tuan muda," Tanya Hans.
"Dia sedang tidak di tempat," Jawab dev.
Apakah boy punya dua kehidupan? Batin Hans.
"aku tau kau masih meragukan kami.
untuk itu, Ikut aku," Ucap Dev sembari beranjak dari duduknya.
glek.
bagaimana dia tau? apakah naluri nya setajam ini? batin Hans.
Hans mengikuti langkah Dev dari belakang tanpa protes, ataupun pertanyaan. Karena ia tau, jika Dev tidak terlalu suka berbasa-basi.
"Lihatlah," Ucap Dev sembari menunjuk sebuah ruangan.
"Siapa dia tuan," Tanya Hans.
Hans mendapati beberapa orang tengah berlatih beladiri. Mulai dari pencak silat, olah tenaga dalam, muaythai, karate, dan lain-lain.
Sial, beton saja pecah dipukul mereka. Gimana kalau kepalaku.
"Laki-laki gagah yang menggunakan topeng hijau itu kapten gator," ucap Dev sembari menunjuk seseorang yang tengah duduk.
"Dan yang tengah berlatih adalah pengikut-pengikut setianya," Imbuh Dev.
Dev melangkah maju meninggalkan ruangan itu. Hans masih setia mengikutinya.
"lelaki bertopeng emas itu adalah kapten leo. dia ahlinya mengoperasikan senjata. Senjata api, senjata tajam, dan senjata-senjata lainya," jelas Dev.
Hans dibuat takjub dengan pemandangan yang satu ini. Beberapa anggota tengah memegang terong di tangannya, sedangkan anggota lain bersiap menebasnya dengan sebilah katana Tantho dengan posisi mata tertutup.
jika meleset sedikit saja, say good bye my hand. batin Hans.
"Kapten leo," sapa Dev.
sedangkan pemilik nama pun menoleh dan menundukkan badannya.
"teman kita yang satu ini, ingin melihat kehebatan mu," Ucap Dev.
Hans dengan polosnya menoleh ke kiri dan kanan, bahkan kebelakang. namun ia tidak menjumpai siapapun.
"suruh teman kita itu menghadap," ucap leo.
what? jangan bilang monyet merah ini mau menjadikanku kelinci percobaan. batin hans.
tiba-tiba Dev menoleh kearah Hans.
"Hans, majulah," perintah Dev.
"Tapi tuan," sangkal Hans.
"Maju lah," ucap Dev lagi.
"sudah cukup tuan,tiba-tiba asam lambung saya kumat tuan," Hans berusaha menolak dengan alasanya.
"maju, atau aku akan menyeret mu," ucap Dev dengan penuh penekanan.
Hans dengan perasaan takut dan ragu terpaksa melangkah maju mendekati meja dihadapan leo.seketika kakinya terasa berat untuk melangkah. nafasnya mulai tersendat.
ya Tuhan, jika aku tidak selamat. ampunilah dosa-dosa dimasalalu hamba,hiks hiks. batin Hans.
"Kemarilah tuan Hans! jangan takut. ini tidak akan sakit," ucap leo.
salah satu pengikut leo memberikan sebuah pedang katana yang masih dibungkus dengan sarungnya. lalu Leo mengulurkan sebuah semangka kepada Hans. Hans bingung untuk apa semangka itu.
"Apa masih utuh," tanya leo.
__ADS_1
"Ya, ini masih utuh," jawab Hans sembari memeriksa semangka ditangannya.
Lalu leo mengambilnya kembali, dan meletakkannya di atas meja.
Leo menarik nafas panjangnya, lalu menghembuskan perlahan.
Srek...srek...
Suara pedang ditarik secara cepat.tapi hanya setengah dari bilah pedang itu yang keluar.lalu leo memasukannya kembali. Hans semakin bingung, sebenarnya apa maksudnya,ia belum paham?
apa-apaan ini? kehebatannya cuma menarik pedangnya sedikit, dan memasukannya kembali. anak SD pun bisa. batin Hans.
"kau pasti tidak paham kan," tanya leo.
Hans hanya menggelengkan kepalanya.karena memang dirinya tidak paham dengan maksud kapten leo.
"Ambil semangka itu! dan periksalah,"
perintah leo kepada Hans.
Hans merasa tak yakin, dan tak percaya.
seketika mulutnya terbuka lebar, Kala ia mendapati semangka yang tadinya utuh kini sudah menjadi dua saat ia angkat.
"Ba...... Bagaimana bisa,bahkan aku tidak melihatmu menebasnya," tanya hans.
"jangankan melihat menebasnya, melihat pedang menyentuh semangka itu pun tidak," imbuh Hans.
"jangan bertanya padaku. Tanyakan pada pedangku. Aku hanya menariknya sedikit dengan cepat,seperti yang kau lihat,dan kau pikirkan," jelas leo.
"ampun tuan. saya masih tidak mengerti, tapi saya takjub dengan kelebihan anda," ucap Hans.
"ini hanya sebuah trik, dan kecepatan tangan, tuan hans.mata Anda kurang tajam dalam meneliti anda juga bisa, jika anda giat berlatih," ucap leo dengan membungkukkan badannya.
dia memang sangat hebat. disisi lain di orang yang rendah hati menurutku. batin Hans.
......................
Dev dan Hans sudah berada di ruangan lain.
ruangan itu lebih mirip pabrik senjata, dan kendaraan militer baginya.
dia ahli perakit senjata, kendaraan, dan alat pelindung," jelas Dev.
Hans hanya menganggukkan kepala.
"dan yang terakhir, ikut aku," ucap Dev.
hans tetap mengikuti Dev tanpa perkataan.
mereka berdua kini berdiri di depan sebuah pintu.sebelum masuk, Dev memberikan masker khusus kepada Hans.
"Gunakan masker ini," perintah Dev.
"untuk apa," tanya Hans sembari menerima.
seketika Dev memalingkan wajahnya, dan menetap seram ke arah Hans.
"jangan banyak tanya," jawab Dev.
Hans pun memakai masker topeng yang diberikan oleh Dev.lalu Dev membuka pintu didepannya diikuti oleh Hans dibelakangnya.
pintu dengan otomatis menutup, setelah Hans berhasil masuk. didalam pintu itu terdapat sebuah lorong yang tidak terlalu panjang.
baru beberapa langkah saja Hans dikejutkan oleh semburan gas.
"sial,ternyata ini gunanya masker topeng yang ku pakai," batin Hans.
sampailah mereka berdua pada sebuah pintu lainya di ujung lorong itu.lalu mereka masuk kedalam sebuah ruangan yang cukup luas.
begitu banyak layar monitor dihadapan Hans.
setiap monitor memiliki gambar yang berbeda.
lebih tepatnya mirip ruangan intelijen.
"lepas topeng mu, bodoh," decak kesal Dev.
__ADS_1
"lihat itu! wanita bertubuh seksi,yang mengenakan topeng berwarna coklat itu adalah kapten fox.dia ahli dalam bidang mata-mata, tipu daya, dan bidang teknologi. dia memiliki banyak hacker hebat di kelompoknya," jelas Dev panjang lebar.
cih.seksi sih, tapi kayaknya Bau-baunya serem. mana ada orang yang anggun disini. batin Hans.
"kau lihat itu," ucap Dev sembari menunjuk satu layar monitor.
Seketika Hans meringis kala ia menyaksikan rekaman CCTV . dimana ia tengah berkelahi sendiri, dan berbicara sendiri layaknya orang gila. dia ingat kejadian itu terjadi beberapa hari yang lalu, saat pertama kali datang kesini.
"bagaimana bisa aku seperti itu
waktu itu aku berkelahi dengan sosok menyeramkan," tanya Hans.
"itu hanya penglihatan mu saja.
kau ingat saat kau tersandung tali," tanya Dev.
"aku ingat. lalu keluar semburan gas, dan mengenai wajahku," jelas Hans.
"itu adalah efek gas halusinogen, atau yang biasa disebut gas halusinasi. yang kau hirup itu hanya dosis kecil saja," jelas Dev.
Sial, ternyata itu efek dari halusinogen aku pikir Grimm reaper ada beneran. batin Hans.
"selamat datang tuan Dev, dan tuan Hans,"
tiba-tiba seorang wanita bertopeng menghampiri mereka. wanita itu tak lain adalah kapten fox.
Dev hanya membalas dengan anggukan pelan.
berbeda dengan Hans menyalami fox. untungnya fox membalas uluran tangan Hans.
"auw, sakit,"pekik Hans.
"maaf tuan Hans,saya terlalu bersemangat saja berjabat tangan dengan anda," ucap fox.
"cih, bersemangat apanya? pasti sengaja meremas tanganku," gumam Hans sembari mengibas-mengibaskan tangan kanannya.
sial, ternyata itu alasan si monyet merah tidak Menjabat tangan si rubah. decak Hans dalam hati.
"bagaimana perkembangan kasus Hans," tanya Dev kepada fox.
"untuk kasus nona nalaya kami belum mendapat keterangan. tapi kami sudah mendapatkan jejak dari pelaku sabotase truk pengiriman. kamera pengintai kami menangkap rekaman pelaku, saat mereka beraksi," jelas fox sembari memutar rekaman kamera.
"berhenti disitu! perbesar bagian tangannya," ucap Dev.
fox memperbesar gambarnya sesuai instruksi atasannya, agar terlihat lebih jelas lagi.
"itu tatto kalajengking," ucap Hans.
"ya,benar. pelakunya adalah anggota kalajengking pasir. mereka adalah klan bayaran," jelas fox.
hans mengepalkan tangannya mendengar penuturan fox.
bedebah bergigi besar. beraninya bermain dengan cara kotor. batin Hans yang tengah tersulut emosinya.
"Hans, Aku butuh bantuan mu," ucap Dev.
"apa itu tuan," tanya Hans.
"kau harus berkorban sebuah truk, untuk menangkap kelinci-kelinci liar itu," jelas Dev.
hans yang tidak mengerti, hanya mengiyakan permintaan Dev. karena tidak mungkin baginya, untuk tidak yakin dalam menindak lanjuti masalah ini.
"aku akan mempersiapkannya secepatnya," ucap hans.
"untuk sementara waktu, lebih baik lakukan pengiriman di siang hari. karena malam hari terlalu rawan kejahatan," jelas Dev.
......................
disisi lain
"ah, angel! pelan-pelan,"
"ini sudah pelan bu,"
"stop! aku capek banget,"
"ayolah Nala sebentar lagi, tanggung nih,"
__ADS_1
bersambung...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...