MAWAR DAN MESIU

MAWAR DAN MESIU
bocah ingusan


__ADS_3

Pagi ini terlihat lalu lalang dari siswa, dan dosen di kampus angel menimba ilmu.


tengah duduk dua orang lelaki, di atas bangku yang terletak di sebuah taman.


Lebih tepatnya taman kecil di Universitas parang garuda.


Sedangkan dua orang itu tidak lain adalah angel dan Bobby. Angel bersahabat dengan Bobby, sejak mereka duduk di bangku SMP.


Karena hanya bobby yang mau bersahabat tulus dengan angel.


bobby selalu mengejar kemanapun angel melanjutkan pendidikannya,meskipun harus nangis guling didepan bapaknya untuk mendapatkan persetujuan.


Bobby, seseorang lelaki seumuran angel.


Mereka berdua satu jurusan,bahkan satu kelas.


Bobby, adalah anak semata wayang seorang pengusaha bengkel yang cukup terkenal di kota surabaya.


Dia selalu ada disaat angel merasa kesulitan, tak segan untuk membantunya.


Bahkan dia rela apartemennya di tinggali oleh angel, meskipun kadang-kadang angel memberikan uang sewa.


Namun sering kali Bobby menolaknya dengan alasan ingin membantu sahabatnya itu.


"Bro, apa kau punya waktu nanti sore," Tanya Bobby.


"Bob, aku harus..." Ucapan angel terpotong oleh Bobby.


"Bekerja, jika tidak bekerja aku makan apa," sambung Bobby.


Angel pun terkekeh mendengar Bobby yang mulai meledek dirinya.


"Astaga bob, memang itu kenyataannya!


Hidup ku tidak seberuntung kau bob. bahkan, kau tau.aku bisa melanjutkan kuliah s2 ku ini karena beasiswa," jelas angel.


"Kau tau aku sejak dulu bob. dari menjadi tukang antar koran, tukang antar kue, bahkan menjadi tukang parkir aku lalui. itu semua aku dapati sejak aku duduk di bangku SMP ," jelas angel.


"ya, kau dengan PD nya menjadi tukang parkir di taman kota, waktu itu," ucap Bobby sambil terkekeh.


"kenapa aku harus malu? aku tidak malu dengan itu semua! karena itu semua sangat mulia bagiku.aku akan malu jika aku mencuri," Ucap angel sembari tersenyum kecut.


"Huuft" Suara nafas angel yang dibuang kasar...


Bobby semakin menatap haru pada sahabatnya itu.


Jujur aku yang malu padamu angel. di masa muda mu, kau banting tulang untuk bertahan hidup,dan memikirkan bagaimana pendidikan mu.


Sedangkan aku? menikmati jerih payah orang tua ku.membantu ayah di bengkel saja kadang aku malas, apa lagi jika aku harus bekerja seperti mu?


Memang benar kata orang, terkadang keadaan memaksakan kita untuk mendewasakan diri. dan usia tidak menjadi jaminan.batin Bobby.


"Bob, mencari apa yang belum kita miliki itu prinsip hidup nomor tiga. sedangkan yang nomor satu adalah, syukuri apa yang kita miliki.


Dan nomor dua adalah mempertahankannya. terkadang kita terlalu sibuk mencari apa yang kita cari, tapi kita tidak sadar jika yang kita miliki pergi meninggalkan kita," jelas angel.


"ya, ya ya aku mengerti," jawab Bobby.


"Ayok ke kelas! bel sudah berbunyi," ajak angel pada Bobby.

__ADS_1


...----------------...


Disisi lain


Hans tengah duduk bersebrangan dengan ayahnya di perusahaan pusat.


"Bagaimana Hans, apa sudah ada perkembangan info dari orang-orang mu," Tanya dewa kepada anaknya.


"Belum, pa.sepertinya ada seseorang dengan kekuatan yang cukup besar, dibalik peristiwa yang menimpa Nala," jelas Hans.


"Siapa pun itu, aku tidak akan melepaskannya," gumam dewa sembari mengepalkan tangannya.


"Cari orang yang lebih berpengalaman lagi di bidang teknologi," Hans. ucap dewa.


Hans mengangguk tanda setuju usul ayahnya.


papa benar, mungkin sistem pertahanannya yang kuat tidak dapat dibobol dengan skill orang-orang ku saja.batin hans


"Bagaimana dengan Nala saat ini pa," tanya Hans.


"Nala di rumah,aku menyuruhnya untuk tidak berangkat mengajar sampai hari pernikahannya nanti," ucap dewa.


"Aku setuju.Nala butuh waktu untuk menenangkan diri,"


"Hans pamit kembali bekerja pa.


Jaga diri, papa," ucap Hans sembari melenggang pergi.


Mereka yakin, jika yang menimpa Nala adalah kesengajaan dari pihak yang tidak bertanggung jawab.lantas mereka memilih mengusut kasus ini lebih dalam lagi.


...----------------...


Waktu terus berlalu.dari pagi hari, beranjak ke siang hari.jam kuliah angel baru saja selesai.


"Ayolah, bro! temani aku sebentar saja,"Ajak Bobby dengan wajah penuh harap.


"Memangnya kita mau kemana Bobby," tanya angel.


I"kut saja, ayo. cuma sebentar kok," ucap Bobby dengan penuh harap.


Akhirnya dengan perasaan malas angel mengikuti laju mobil Bobby dengan motornya ketempat yang Bobby inginkan.


Tak selang berapa lama berhentilah mereka pada sebuah bangunan, yang ternyata adalah sebuah toko buku.mereka berdua pun masuk.


Bobby sibuk memilih-milih buku, dari satu rak ke rak yang lain.sedangkan angel hanya mengikuti sahabatnya dari belakang.


"Kamu cari buku apa, bob," Tanya angel.


"Buku buat materi ujian bulan depan bro," jawab Bobby tanpa menoleh.


Dan tidak beberapa lama, Bobby akhirnya menemukannya buku yang ia cari.lalu melenggang pergi ke depan kasir untuk membayar. Tiba-tiba, pandangan angel tertuju pada sebuah buku. lantas ia menghampiri buku itu lalu mengambilnya, dan membawanya ke kasir. betapa terkejutnya Bobby, melihat buku yang akan angel beli.


What?langkah menjadi suami yang baik. Cih apa dia sakit?


Atau, salah ambil buku? Batin Bobby.


"Angel, kamu nggak salah ambil buku itu," tanya Bobby sambil terkekeh.


"Anggap saja aku mau belajar sejak dini, bob.

__ADS_1


suatu saat juga aku akan menikah," Jawab angel sembari membuang muka.


"kau akan menikah," ucap Bobby dengan tatapan penuh arti.


"ya tentulah, aku akan menikah.kau pikir aku mau jadi jomblo seumur hidup! cih. amit-amit," decak angel dengan kesal.


Setelah menemukan Buku yang mereka cari. akhirnya mereka pergi dari toko buku itu.


angel dan Bobby, pun berpisah karena arah tujuan mereka berbeda.


...----------------...


Satu jam berlalu.


Dan kini sampailah angel di tempat kerjanya.


Beberapa saat sebelumnya, dia pulang ke apartemennya untuk membersihkan diri, dan berganti pakaian.


Ditempat kerja, semua karyawan bersikap biasa saja.karena keluarga sasongko, menutup rapat masalah Nala, dan angel.


Sehingga hanya orang kepercayaan Hans saja yang mengetahui.


seorang bartender tengah sibuk di mejanya, untuk melayani tamu yang datang memesan minuman.bartender itu tidak lain adalah, angel.


tidak beberapa lama,seorang wanita cantik datang menghampirinya.


"Berikan saya minuman paling spesial, malam ini," ucap wanita itu.


Wanita itu kini duduk di depan meja bartender, dengan menyilang kaki jenjangnya. Angel yang kini tengah membelakanginya pun memutar tubuhnya, dan berhadapan dengan wanita itu.lalu angel menganggukkan kepalanya.


Lalu ia mengeluarkan dua gelas alumunium. dan mulai meracik minuman yang akan, ia suguhkan untuk wanita didepannya.


Dengan skill ala bartender profesional, dia mencampur dan mengocok minuman itu.


Sat set sat set Maseeh....


wanita terus memperhatikan setiap gerakan angel, yang tengah meracik minuman.


jika di perhatian, cowok ini keren juga.lumayan lah untuk dipamerkan ke teman-teman ku.batin wanita itu.


Tak lama kemudian, ia menuangkan minuman itu ke dalam gelas mewah.lalu menyodorkan kepada wanita cantik itu.


"Hey, ini minuman apa," Tanya wanita itu.


"Coklat spesial," jawab singkat Angel.


"Ah.. Kenapa kau memberiku ini?," Protes wanita itu.


"Kau, itu masih di bawah umur. jadi jangan harap, aku memberi mu minuman beralkohol," jelas Angel sambil terkekeh.


Wanita itu mengerucutkan bibirnya, dan meraih gelas itu.


"Cih, menyebalkan," Decak wanita itu.


"dasar, bocah," gumam angel.


"Angel! bos ingin bertemu dengan mu," ucap teman kerja angel.


"ya, " jawab angel singkat.

__ADS_1


Bersambung.......


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2