
"ah, angel! pelan-pelan," ucap Nala.
"ini sudah pelan bu," jawab angel.
"stop! aku capek banget angel," rengek nala dengan mimik wajah memelas.
"ayolah Nala sebentar lagi, tanggung nih," ucap angel lagi.
beberapa jam yang lalu angel mengajak Nala makan malam di luar. tapi sialnya mobil Nala mogok, saat perjalanan pulang ke apartemen. jadi mereka terpaksa berjalan kaki.
"coba saja pakai motor. kita pasti sudah pulang, " decak angel.
"lah emangnya aku tau, kalau mobilku bakal mogok," seru Nala.
"cih. Rongsokan aja di bawa, bikin repot saja," ucap angel dengan nada kesal.
"hey, jangan menghina mobilku.
jelek-jelek begitu, itu hasil jerih payahku jadi dosen," protes nala tak Terima.
"aku juga nggak tau, kalau mobilku mau ngambek," decak Nala kesal.
"angel, aku udah nggak kuat," rengek nala.
tiba-tiba Nala berhenti dan duduk.
"gendong... please," rengek Nala lagi.
"astaga kau ini. merepotkan sekali," decak kesal angel.
angel pun berhenti. lalu berjalan mendekati Nala dan menggendong tubuhnya.
"kau ini berat sekali," ejek angel.
"hey, kau mengatai aku berat," seru nala.
"memang kau berat," ucap angel.
"Nala apa ini," tanya angel.
"mana," ucap Nala sembari mencari-cari.
"ini di punggungku empuk sekali," ucap angel dengan nyengir kuda.
"ikh..angel! kamu mesum," ucap nala sambil memukuli pundak angel dan meronta-ronta.
"jika kau tidak diam aku akan menjatuhkan mu," ancam angel.
"dasar, otak mesum," decak Nala.
tiba-tiba Nala terdiam tanpa sepatah katapun.
lantas angel memanggilnya berulang kali.
"Nala... Nala..."
"cih, enak sekali dia tidur,"
......................
Tak terasa pernikahan angel dan Nala memasuki minggu kedua.
tanpa mereka sadari, hubungan antara mereka juga terjalin lebih baik dari sebelumnya. meskipun kadang masih ada pertengkaran kecil antara mereka. hal itu justru membuat angel betah di rumah.karena ia menganggapnya sebagai hiburan.
suasana pagi di taman Universitas.
angel tengah mengobrol dengan sahabatnya, yaitu Bobby. mereka hanya memperbincangkan masalah kuliah.
namun obrolan mereka terganggu ketika kedatangan tamu yang tak di undang.tidal lain lagi adalah maya. tiba-tiba maya bergelayut manja di punggung angel dengan mengalungkan tangannya ke leher angel. perlakuan maya membuat angel reflek, lantas angel menarik tangan maya ke depan dan membanting nya.
sebenarnya angel tau jika itu maya. namun ia sengaja, mengerjai maya supaya kapok.
__ADS_1
angel sengaja melakukan nya dan dia berakting seolah-olah panik.
"astaga! mampus aku," ucap angel sembari menepuk jidatnya.
"angel," teriak Bobby.
"aku tidak sengaja," Bob. jawab angel berpura-pura panik.
lalu angel mendekati maya yang masih berbaring di atas rerumputan.
"may...may...maya," panggil angel sembari menepuk pipi maya pelan.
"aduh gimana ini? pakai pingsan lagi," gumam Angel.
"cepat, bawa dia ke klinik," ucap Bobby.
awalnya angel berpura-pura. tapi saat mendapati maya pingsan, dia mendadak menjadi panik sungguhan.
mungkin ini yang namanya senjata makan tuan.
tanpa berpikir lagi, angel meraih tubuh maya. lantas ia menggendongnya, dan membawanya ke klinik di Universitas.
tiga puluh menit kemudian maya sadar dari pingsannya, ia mulai mengerjap-ngerjapkan matanya. mendadak senyumnya melebar kala pandangan matanya menangkap sosok angel di sampingnya.
"angel," sapa maya lirih.
"hey. kau sudah sadar, may," tanya angel.
maya hanya menganggukkan kepalanya yang masih terasa pusing.
"maafkan aku maya. tadi aku,"ucap angel terpotong oleh maya.
"nggak papa kok, kamu pasti nggak sengaja.
salah aku juga ngagetin kamu," ucap maya.
sebenernya sih aku sengaja maya, biar kamu kapok. aHi Hi Hi Hi Hi. batin angel.
"berbaringlah dulu. aku temani kamu disini," pinta angel.
maya yang bernafas lega mendengar penuturan lelaki idamannya lantas melebarkan senyumnya.
Tanpa angel, dan maya sadari Nala sudah berdiri di ambang pintu klinik. lantas Nala berdehem.
"ehem. apa saya mengganggu," sapa Nala.
mereka berdua pun sontak menoleh. angel segera melepaskan genggaman tangannya.
"lho, bu Nala. silahkan masuk bu," ucap maya.
Nala pun memasuki klinik, dan mendekati mereka berdua. tak lepas tatapan sengitnya kepada angel. sedangkan angel hanya menunduk saja.
"apa kamu baik-baik saja," tanya Nala.
"saya baik-baik saja, bu," jawab maya.
"syukurlah kalau begitu," ucap Nala.
"kok bu Nala tau kalau saya disini," tanya maya.
"saya tidak sengaja melihat kamu di gendong sama entah siapa tadi. jadi, saya pikir kamu sakit parah," jelas Nala.
"oh, begitu ya. saya tidak kenapa-napa kok bu, hanya pingsan saja,"ucap maya.
"baiklah kalau gitu saya permisi dulu," pamit Nala.
"terimakasih bu," ucap maya.
Nala kembali menatap sengit ke arah angel yang sedari tadi membisu.
"kamu, temui saya di ruangan saya," ucap nala kepada angel.
__ADS_1
"baik bu," jawab angel.
......................
di ruangan Nala.
tok... tok... tok...
"silahkan masuk," ucap Nala yang kini tengah duduk.
"terimakasih," ucap angel.
angel pun masuk,tanpa di suruh angel langsung duduk di kursi yang terletak di hadapan Nala.
"hey, siapa yang menyuruhmu duduk," tanya Nala.
"tidak ada," jawab angel.
"lalu kenapa kau duduk," tanya Nala lagi.
angel pun berdiri. karena ia tau, sejak ia mengetuk pintu saja dia sudah memastikan. jika dosen galak itu pasti akan mencari cara untuk mengerjainya.
"silahkan duduk," ucap Nala.
angel menarik nafas panjangnya dan menghembuskan secara pelan.
sabar angel, ini ujian. sabar. batin angel.
angel menjatuhkan tubuhnya secara kasar di atas Kursi yang tadi ia duduki sebentar.
"ada apa kau memanggilku," tanya angel.
"apa yang kamu lakukan padanya," tanya Nala.
"saya tidak melakukan apapun, tadi tidak sengaja menggenggam tangannya karena dia berusaha bangun," ucapan angel terpotong Nala.
"kamu itu ngomong apa sih
maksud saya kenapa dia bisa pingsan," ucap Nala.
"oh itu, kirain kamu minta penjelasan tentang pegangan tangan tadi," ucap angel dengan menyunggingkan bibirnya.
"siapa juga yang mau tau," decak Nala.
"cepat ceritakan," tegas Nala.
"jadi begini," angel menceritakan tentang kejadian antara dirinya dan maya di taman tanpa menambahi ataupun mengurangi. hanya saja dia berkata jujur pada istrinya, jika angel sengaja membanting maya.
"kau gila angel.kenapa kau melakukanya?
bagaimana jika sampai tulangnya patah atau retak," tanya Nala.
",tinggal ganti pakai pipa rucik4," jawab angel dengan nada bercanda.
Nala berdiri dan menggebrak meja.
"brak"
"saya serius angel," ucap Nala
angel pun berdiri, dan mencondongkan tubuhnya supaya wajahnya bisa mendekati wajah Nala.
"saya lebih serius dengan anda," ucap angel pelan tapi penuh penekanan.
sesekali angel melirik tubuh bagian dada milik Nala. hal itu membuat Nala bergidik ngeri. dengan segera Nala menyilangkan kedua tangannya di dadanya. keadaan berubah. dimana Nala yang galak, kini berubah menjadi Nala yang ketakutan.
glek
"angel, apa yang mau kau lakukan? kenapa kau menatapku seperti itu,"
bersambung.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...