MAWAR DAN MESIU

MAWAR DAN MESIU
Hell BOY


__ADS_3

Hans merasa heran. kenapa ada anak kecil di tempat seperti ini? menurut hans itu hal yang tidak wajar. lalu ia memilih tak menghiraukan nya, dan terus melangkah.


Sampailah ia di sebuah ruang bawah tanah yang tidak terlalu luas.


hans menemukan sebuah pintu di sebrang ia berdiri,lalu ia melangkah mendekatinya.


namun baru beberapa langkah, dia sudah di kejutkan oleh suara yang menyeramkan.


"Hans..."


"Hans..."


"Hans sasongko,"


"Kau datang menemui ku Hans?...huohohoho,"


"ba... bagaimana kau tau namaku," tanya Hans terbata-bata.


"itu hanya sebuah nama.bahkan aku lebih dari tau semuanya! huohohoho,"


"Apa kau sudah siap untuk pulang? Huohohoho..."


"cih, jangan bercanda deh.aku baru berangkat, kenapa harus pulang," seru Hans.


"kau salah jalan Hans. kau mengambil jalan yang salah,nak," ucap mahluk itu.


"ini hidup ku.jadi aku yang menentukan pilihan ku," Jawab Hans kesal.


"Siapa kau sebenarnya," teriak Hans.


Akulah yang akan mengakhiri mimpi-mimpimu, Hans. huohohoho,"


Hans mencari pemilik suara itu sembari memutar tubuhnya.


Betapa kagetnya ia, kala sosok tinggi hampir tiga meter kini ada di hadapannya yang entah dari mana datangnya.


sosok itu mirip dengan gambar yang ada di cermin.sosok grim reaper, atau lebih dikenal malaikat maut.


glek, Hans menelan air liurnya.


ketakutan menghampiri perasaannya. meskipun Hans berusaha menipisnya,namun guratan wajahnya tidak bisa ia sembunyikan.


"cih, wajahmu jelek sekali," ucap Hans.


"aku lebih suka wajah yang buruk, dari pada wajah yang ketakutan," ucap mahluk aneh itu.


Sosok itu melayangkan cambuknya berulang kali ke arah Hans, sembari berkata.


"wajah yang ketakutan,harus di bungkam,"


Dengan sigap Hans menghindar ke kanan, dan ke kiri.


cetar... cetar... cetar...suara cambuk menghantam tanah.


sial,aku tidak tidak punya waktu lagi jika harus meladeni nya.aku harus segera menuju pintu itu,jika tidak aku bisa mati disini.batin Hans.

__ADS_1


Hans berlari menuju pintu itu, dan berhasil meraihnya, lalu membukanya. dengan tergesa-gesa ia menutupnya lagi.


"hosh...hosh...hosh..." suara nafas Hans.


hampir saja. gumamnya.


dari arah belakang seseorang menepuk bahu Hans.sontak membuat Hans terkejut bukan kepalang, dan membalikkan badannya.


Hans mendapati sosok laki-laki normal menggunakan topeng berwarna merah.


"ikuti aku," ucap lelaki bertopeng itu.


"bisakah tidak mengagetkan ku," decak Hans lalu mengatur nafasnya.


"Masuklah! tuan sudah menunggumu," lelaki itu.


Bagaimana mereka tau jika aku akan datang?hah itu tidak penting.batin Hans.


lelaki bertopeng itu mengantarkan Hans menuju sebuah ruangan.hans terperangah dengan desain ruangan itu.tempat yang rapi,temboknya berkilau seperti emas.


sejenak ia tak percaya dengan pemandangan di ruangan itu.


beberapa waktu lalu ia melewati tempat yang lebih mirip neraka baginya. terlebih lagi, ia berjumpa dengan sosok yang menyeramkan dan misterius. tapi di balik itu semua ada ruangan yang cukup indah seperti yang tengah di pandangannya, saat ini.


lelaki bertopeng itu mempersilahkan Hans duduk di depan sebuah meja. meja yang lebih mirip dengan sebuah meja kantor pada umumnya.hanya saja terbuat dari kayu pilihan,sehingga membuat Hans takjub dengan ukirannya.


Hans masih diam tidak mengerti dengan semua ini. dia hanya memandangi sebuah kursi kebesaran dihadapannya, yang tengah membelakangi nya.


Hans tidak sadar,jika dibalik kursi itu ada sosok yang tengah duduk membelakanginya.


sosok itu pun mulai membuka suaranya.


"aku tau kau akan datang, begitu juga aku tau permasalahan mu. dunia bisnis terkadang memang kejam. pembunuhan, penculikan, pencurian, bahkan terkadang pemerkosaan juga terjadi. itulah alasan ku, mengubur diriku di bawah tanah.hanya untuk menghindari keserakahan dunia atas," ucap lelaki misterius itu.


lelaki misterius itu tak lain lagi adalah hell boy.


boy mengetahui akar permasalahan keluarga Hans. dengan keahlian orang-orangnya, tentu itu bukan hal yang sulit baginya untuk mengorek info, meskipun info rahasia yang ditutup dengan rapat.


deg


mereka bukan orang sembarangan.


aku harus berhati-hati,salah ucap saja nyawaku bisa tidak pulang.


mulai dari teka-teki, bahkan sampai anak kecil dan mahluk tinggi tadi.dan kini semua orang disini bertopeng,dan bersuara aneh.


mereka seperti menyembunyikan identitas mereka. jelas mereka orang-orang yang menyukai sebuah permainan kejam. batin Hans.


hans sadar dari lamunan singkatnya.dengan sedikit keberaniannya, lalu ia bertanya.


"si..siapa anda,"tanya Hans.


"akulah yang kau cari," Jawab boy sembari membalikkan kursinya.


"tu..tuan hell boy," ucap Hans terbata-bata .

__ADS_1


"ya,kau benar.sedangkan seseorang yang mengantarkan mu tadi itu bawahan ku ,red Devil," jelas boy.


jadi,sosok bertopeng merah itu adalah red devil.batin Hans.


"aku tau, keluarga mu hanya korban," ucap boy sembari berdiri dari kursi kebesarannya.


boy mengenakan topeng tengkorak berwarna putih,dan mengenakan jubah ala Ninja Assassin berwarna hitam.


hans sedikit ketakutan,ketika boy berdiri mendekatinya.namun hans salah duga,ternyata boy hanya mengambil setangkai mawar di saku Hans, untuk mengganti mawar yang layu di vas kecil di atas meja.


"aku akan membantumu memecahkan masalah perusahaan mu. untuk masalah adikmu, aku tidak berjanji," jelas boy.


"tapi," ucap Hans namun terpotong.


"dia punya suami. jadi seharusnya suaminya yang menyelesaikannya," ucap boy.


"dia hanya anak ingusan, tuan," ucap Hans.


"tidak ada tawar menawar bagiku, Hans," jelas boy.


Hans menarik nafasnya dalam,lalu menghembuskan pelan.


setidaknya ini akan mengurangi satu masalah. aku tinggal memikirkan masalah tentang Nala. batin Hans.


"Kau tau persamaan mawar dan mesiu?


Sama-sama tidak berguna, jika sudah layu," jelas boy yang masih berdiri.


Hans mengepalkan tangannya di bawah meja mendengar penuturan lawan bicaranya, yang secara tidak langsung merendahkan nya .


amarahnya sedikit naik, namun dengan segera ia menahannya.


"Saya berani bayar berapapun, tuan," ucap Hans.


brak. boy menggebrak meja.


"ha ha ha.kau pikir aku kekurangan uang?


Simpan itu.aku tidak membutuhkan uang mu, Hans," jelas boy.


Hans di buat bingung, ketika dengan cara terang-terangan boy menolak bayarannya.


"Apa anda bercanda," tanya Hans.


"Tidak. aku tidak bercanda," jawab boy.


Hans justru tidak percaya, jika sosok di depan matanya akan membantu tanpa meminta imbalan.tapi Hans tidak sebodoh itu.


Hans tau jika boy akan memanfaatkannya di masa depan.


"baiklah. terimakasih banyak, atas kebaikan tuan," ucap Hans sembari berdiri dan membungkukkan tubuhnya.


boy hanya menganggukkan kepala.


dia pasti punya rencana lain kedepannya. aku harus lebih berhati-hati. batin Hans.

__ADS_1


bersambung.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2