
"Kau tidak dapat menentukan kapan aku mati. Jika belum waktunya," sangkal leo sembari meraih senapan ak47 di punggungnya.
"benarkah begitu? aku sendiri penasaran, seberapa hebat anggota mawar neraka," ucap radeks dengan senyum sinisnya.
"aku harap kau tidak menyesali kata-katamu," jelas leo sembari bersiap menyerang.
tanpa diduga, beberapa anggota kalajengking pasir yang tengah mengepung kapten leo, dan anggotanya berjatuhan satu persatu keatas tanah. sesuatu yang datang tanpa diduga itu membuat kaget radeks dan bawahannya.
"kapten, ada penembak jitu," ucap salah satu bawahan radeks.
"ada yang mendekat! bersiap posisi siaga," seru radeks.
sial apa yang terjadi? kenapa bisa seperti ini. batin radeks.
Dari arah hutan datanglah sekelompok tim bantuan yang dikirim dari markas mawar neraka.jumlah kelompok yang mendekat hanya lima puluh orang. dan penembak jitu yang tersebar dua puluh lima orang. dan di tambah lagi dua puluh lima orang yang bersama leo. (hitung sendiri ya guys)
"maaf kapten kami terlambat," ucap salah satu tim bantuan yang datang.
"lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali," jawab leo.
flashback on.
(panggilan terhubung)
"tuan Dev, ada yang ingin saya laporkan," ucap leo.
"ada apa," tanya Dev.
"tuan, tempat ini tidak dijaga, saya rasa ini jebakan," jelas leo.
"jika itu jebakan maka kita akan membalikan situasinya," ucap Dev.
"maksud anda," tanya leo yang tidak paham.
"aku akan mengirim sisa anggota mu. aku juga akan meletakan beberapa sniper di hutan untuk mengepung mereka," jelas Dev.
"baik tuan," ucap leo.
"tut... tut..."
(panggilan berakhir)
Dev lantas mengirim bantuan untuk leo dan timnya sebagai pembalik keadaan.
flashback off.
"kapten radeks anda salah paham. andalah yang terkepung saat ini," ucap leo dengan menyunggingkan senyumnya.
sungguh hal ini diluar dugaan anggota kalajengking pasir. awalnya mereka dengan percaya diri telah menjebak mawar neraka, tapi ternyata merekalah yang terjebak. ibarat kata jebakan di atas jebakan. namun hal ini tidak mematahkan semangat juang kapten radeks, ia tetap teguh pada pendiriannya.
"hem...mari kita selesaikan masalah ini,"
"semuanya berlindung,"teriak radeks.
"dor...dor... dor... "
"dor... dor... dor... "
__ADS_1
terjadilah baku tembak antara kedua klan mafia. sesekali klan kalajengking memberi yang serangan membabi-buta.
namun klan mawar neraka juga tidak mau kalah. walaupun kalah jumlah hampir separuhnya, tetapi dengan gagahnya mereka tetap dapat melakukan perlawanan sengit.
setelah baku tembak berlangsung lama. klan mawar neraka lebih unggul dan menguasai peperangan. banyak korban terluka dan tewas dari klan kalajengking pasir.
seperti halnya saat ini radeks, dan sisa anggota kalajengking pasir yang terpojok, dan tidak bisa berkutik sedikitpun. mereka bersembunyi di balik pepohonan, untuk menghindari peluru dari klan mawar neraka.
"kapten kita sudah kalah," ucap salah satu bawahan radeks.
"aku tau," jawab radeks singkat.
"sebaiknya kita menyerah kapten," ucapnya lagi.
"dor... "
karena kesal dengan ucapan bawahannya, lantas radeks menembaknya hingga tewas. sungguh tak punya hati, sebagai manusia.
"menyerah lah padaku maka akan ku dekatkan dengan Tuhan," gumam radeks.
"lebih baik mati dengan harga diri tinggi, daripada hidup dari pengampunan," ucap radeks.
Leo memberi aba-aba pada timnya untuk mengepung persembunyian radeks, dan sisa timnya. setelah anggotanya berhasil mengepung lantas leo berseru.
"kau sudah kalah kapten radeks! menyerahlah ," seru leo.
menyerah kepada mawar neraka sama saja mati. kalian pikir kami bodoh. batin radeks.
"kalian memang hebat, kapten leo! aku mengaku kalah, tapi tidak menyerah," teriak radeks.
"kenapa kau keras kepala sekali kapten," seru leo.
"Sabdo padhito ratu tan keno wola-wali," ucap leo. (jika ingin dihormati seperti ratu, seseorang harus berpegang teguh pada pendiriannya)
"dor... dor...dor... "
beberapa saat radeks masih mampu melancarkan serangan. namun naasnya, leo sudah mengetahui di sebelah mana ia bersembunyi.
"dor..."
peluru dari senapan milik leo melesat tepat menghantam di dada radeks. seketika darah segar keluar dari dada kapten radeks. tubuh yang gagah itupun terhuyung, dan jatuh berlutut ke atas tanah.
sisa anggota kalajengking lainya juga ikut tewas karena tembakan yang di luncurkan oleh bawahan, leo.
radeks masih pada posisi berlutut. meskipun telah tertembak di bagian dada, namun ia masih hidup. leo pun berjalan mendekatinya dengan siaga. lantas leo menendang pistol dari tangan radeks, pistol pun terpental.
"siapa yang membayar kalian," tanya leo.
"sekalipun kau bunuh aku, kau tidak akan mendapatkan informasi dariku," jawab radeks dengan menyunggingkan senyumnya.
"aku bertanya sekali lagi, siapa yang menyewa jasa kalian," tanya leo pelan namun penuh penekanan.
"aku akan tetap mati meskipun aku memberitahumu," jawab radeks sembari memuntahkan darah dari mulutnya.
"aku akan mewujudkannya," ucap leo sembari menarik pedang katana di punggungnya.
"sring..." tubuh radeks terjatuh ke atas tanah.
__ADS_1
baku tembak telah berakhir. dalam waktu dua jam saja seratus anggota klan mawar neraka mampu menghabisi dua ratus anggota kalajengking pasir, dan pulang sebagai pemenangnya. tentu bukan perkara yang sulit bagi mereka. meskipun kalah dalam jumlah, namun mereka menang dalam adu ketangkasan. sungguh lawan yang cukup di perhitungkan bagi musuh-musuhnya.
"lapor kapten! tiga belas anggota kita terluka, yang tewas nihil, beberapa anggota musuh masih hidup dalam keadaan terluka parah," jelas bawahan leo.
"tangani anggota kita dengan baik, beri santunan lebih untuk yang terluka," perintah leo.
"kirim musuh ke neraka tanpa sisa,"
...****************...
disisi lain.
kembali ke beberapa jam yang lalu.
lebih tepatnya lewat tengah malam.
motor yang di kendarai angel telah sampai di depan kediaman, sasongko. angel memarkirkan motornya di depan rumah mewah itu. sedangkan nala, sudah menyambut dengan senyum lebarnya di depan pintu. angel pun berjalan mendekati nala.
"kau belum tidur" tanya angel sembari melangkah mendekati Nala.
"belum. aku tidak bisa tidur, jadi aku menonton TV sambil nungguin kamu," jelas Nala.
"jangan lakukan ini lagi! tidur terlalu larut akan mengurangi kesehatanmu," tegur angel.
"ya ya ya," jawab Nala.
"aku haus, tolong ambilkan minuman," pinta angel.
"masuklah, aku akan mengambilnya untukmu," ucap nala sembari mempersilahkan angel masuk.
Saat angel hendak melangkah masuk, kebetulan Nala melihat sedikit darah segar yang mengalir dari tangan angel.
"tunggu! angel, kau kenapa" tanya nala dengan penuh kekhawatiran.
"apanya yang kenapa," tanya angel heran.
"ini apa," tanya Nala sembari sedikit mengangkat tangan angel yang mengalirkan darah.
"aku tidak apa-apa," sangkal angel dan menarik tangannya.
"jika tidak apa-apa kenapa tangan mu berdarah? masuklah aku akan mengobati luka mu," tawar Nala.
angel berusaha menolak tawaran Nala secara halus, supaya tidak mendatangkan perdebatan. karena dia sadar, dimana kini mereka berada.
"tidak usah ini hanya luka kecil," tolak angel dengan nada halus.
"ayo masuk aku obati dulu," ucap nala sembari menyeret tangan angel masuk.
angel hanya bisa pasrah dan mengikuti langkah kaki istrinya. namun ia lebih kaget lagi ketika nala menariknya ke lantai dua, dan memasuki kamar milik nala. kamar pengantin yang pernah ia singgahi semalam dengan nala dulu, ketika baru menikah.
"Nala kenapa," ucap angel namun terpotong oleh Nala.
"ssssssst! diam dan jangan banyak tanya,"
"lepas jaket mu. dan duduk di ranjang,"
bersambung...
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...