
Beberapa murid yang ada di tempat itu mulai berkata-kata.
"Wah mampus tuh anak,"
"Sial banget hidupnya, jika berurusan dengan dosen itu,"
"ayo, kita lihat lebih dekat,"
"Kasihan ya,"
"Hey, kamu,"Tunjuk Nala
Angel merasa ada yang berbicara padanya lantas mendongakkan kepala,dan menoleh ke kiri dan kanan.
"Anda bicara sama saya," Tanya angel.
"Bukan, saya sedang bicara sama alam.
ya sama kamu lah, siapa lagi coba," ucap Nala sambil melotot.
"Ada apa, bu," Angel.
"Kau yang melakukan ini," Ucap Nala sambil menunjukkan kertas itu.
"kedalam 100 meter".....
"Bukan saya, bu! saya hanya duduk dari tadi," jelas angel.
"Masih bisa menyangkal, kau.itu apa," Tunjuk Nala kearah saku angel.
Ternyata disaku angel ada spidol warna hitam.itulah alasan Nala yakin jika pelakunya angel.
"Bukan, bukan saya," sangkal angel.
"Mana ada maling ngaku? lapas penuh,"
"Berdiri, cepat berdiri," bentak Nala.
"Apa ini?kamu kuliah pakai celana robek robek, rambut gondrong.kamu itu mahasiswa atau tukang copet," bentak Nala.
"Mau jadi preman, kamu ya," imbuhnya.
"Biar apa? Biar keren. atau apa,"
Angel hanya diam,karena ia malas untuk meladeni dosen yang satu ini.dosen yang terkenal super cerewet dan galak.
sedangkan Nala tambah geram, karena angel mendiamkannya. ia pun meremas kertas ditangan kirinya, dan mendekati angel.
__ADS_1
"kamu budeg ya," tanya Nala dengan mata melotot.
angel menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.
"sini maju! saya punya saya punya sesuatu untukmu," perintah Nala.
tanpa curiga angel mendekati Nala hingga jarak mereka hanya sekitar setengah meter. dan tiba-tiba...
"Bugh"
Nala melayangkan tinjunya ke perut angel.angel yang kesakitan dengan posisi mulut terbuka lebar.
"Makan ini," ucap Nala sembari memasukkan kertas itu ke dalam mulut angel......
"Apa yang kalian lihat? bubar semuanya, bubar," bentak Nala kepada murid lain yang tengah berkerumun.
Flashback off
"Cih, bagaimana dengan sehari-hari nya kehidupan wanita galak itu,"
"aku bisa jadi samsak tinju baginya," gumam angel.
...----------------...
Waktu terus berlalu.
Hingga pagi berubah menjadi siang,siang menjadi malam.setelah berpikir panjang, angel memutuskan untuk datang ke kediaman dewa sasongko.
"Nak, apa kau akan diam saja? sudah setengah jam kau seperti itu," ucap dewa.
Angel dengan posisi tertunduk tetap tindak membuka suara.hanya bergumam dalam hati.
Aku harus memulai dari mana kata-kata ku.ayolah angel,sejak kapan kau jadi pengecut seperti ini?batin angel.
Dengan mengumpulkan segala keberanian, dia memaksakan mulutnya untuk berbicara.
Lantas ia menarik nafas sedalam-dalamnya, dan menghembuskan secara pelan.
"Maksud dari kedatangan saya kemari,
Saya ingin mewakili pembicaraan yang seharusnya orang tua saya sampaikan. sebagaimana memang ini suatu hal yang dilakukan sewajarnya setiap orang,"
"dengan mengucap syukur atas restu Tuhan, saya mengawali pembicaraan ini,
sebagaimana saya harus bertanggung jawab atas apa yang sudah saya perbuat pada putri tuan. untuk itu dengan keadaan sadar,langkah saya datang kemari ingin meminang putri tuan yang bernama nalaya, untuk saya jadikan istri,dan ibu dari anak-anak saya di masa depan. tentu itu semua atas restu dari tuan dan nyonya sasongko," ucap angel panjang lebar.
Nala merasa sedikit terharu dengan penuturan angel, namun rasa harus itu hanya sesaat saja.
__ADS_1
karena rasa benci dan amarahnya mulai menyelimuti hatinya lagi.air mata yang sedari tadi ia tahan, kini jatuh terurai.
seharusnya bukan dia, yang mengucapkan kalimat itu.tetapi lelaki yang mencintaiku secara tulus.
Aku bisa saja menolak mu, jika seandainya keadaannya tidak seperti ini.d**an kini apalah dayaku?aku hanya ingin menutupi aib yang memalukan.batin Nala.
"Oh...jadi, kau sedang melamar putri, ku," ucap dewa dengan senyumnya.
"Bagaimana, Nala? Apa kau menerima lamarannya," Tanya dewa pada putrinya.
Entah apa yang akan terjadi kedepannya?
Namun aku senantiasa percaya akan rencana Tuhan.
Bahkan aku tidak ingin melukai hati orang tua ku, terlebih lagi mama.dia sangat rapuh disaat aku terluka. Batin Nala.
"Aku menerima lamarannya," Ucap Nala sembari melenggang pergi ke kamarnya.
Reni dan dewa memahami perasaan putrinya saat ini,lantas mereka memberikan pengertian kepada angel.
"Nak angel, maafkan putri kami.tolong bersabar untuk menghadapinya, umurnya memeng 27tahun,namun terkadang dia sedikit kekanak-kanakan," ucap Reni.
Angel yang tidak mengerti dengan ucapan ibu mertuanya dia hanya menyeritkan dahinya.
"Yang dikatakan mama, benar. Nala sulit mengendalikan emosinya, Saya harap kamu bersabar untuk menghadapinya," Imbuh dewa.
Karena merasa tidak ada yang ingin disampaikan lagi, angel pun pamit undur diri dari tempat itu.sedangkan pernikahan akan diadakan tiga hari lagi.Sesuai yang sudah, dewa katakan sejak awal.di ruangan itu hanya menyisakan dewa, dan Reni yang tengah mengobrol.
"Pa, apa papa sudah menyelidiki angel," Tanya Reni yang kini tengah duduk di samping dewa.
"Sudah ma, angel seorang mahasiswa di kampus tempat Nala mengajar.
Meskipun dia bukan murid didik Nala, namun pernah terjadi kesalahpahaman diantara mereka berdua,"
"Dari sumber yang kita dapat, angel tidak pernah terseret dalam kasus apapun di sekolahnya.dia tidak memiliki catatan hitam apapun.justru dia merupakan siswa berprestasi dalam bidang olahraga muay Thai. untuk kesehariannya, dia bekerja paruh waktu di hotel milik Hans,"
"Sedangkan info dari hans yang menyelidiki angel, angel merupakan sosok rajin dan pekerja keras.
Itulah info yang kami dapatka," jelas dewa.
"Apa ini tidak terlalu menekankan putri kita," Tanya Reni.
"Ma, putri kita itu gadis yang kuat. papa yakin, dia bisa melaluinya dengan baik.
Mama tau sendiri usia Nala mulai bertambah, mungkin ini cara Tuhan memberi jodoh untuknya. kita berdoa saja, semoga Nala bahagia. setelah badai yang ia lalui," jelas dewa.
"Semoga dia lelaki yang baik untuk putri kita pa," ucap Reni dengan mata berkaca-kaca.
__ADS_1
"Semoga saja begitu.berdoalah,semoga putri kita mau menerimanya," ucap dewa.
Bersambung...