
"Angel, mereka siapa," tanya Nala menunjukkan dua bingkai foto.
Angel mengerutkan dahinya.lalu mendekati Nala, dan meraih bingkai foto lawas yang ada di tangan kanan Nala.
"Yang ini, mendiang ayah dan Ibuku. dia meninggal saat aku berusia lima tahun," jawab angel sembari menatap foto itu.
"Aku turut berdukacita. dan maaf, aku tidak bermaksud mengingatkan mu," ucap Nala yang merasa bersalah.
Nala mengumpul lagi keberaniannya untuk menanyakan tentang foto yang satunya lagi.
Sepertinya foto ini belum terlalu lama diambil.
dan wanita ini, sepertinya seumuran dengan ku. batin Nala.
Dengan perasaan ragu, Nala menatap mata angel.
"kalau yang ini," tanya nala lagi.
Sejak kapan kau mau tau masalah pribadi ku?. ucap angel dengan tatapan tajam.
"Ma... Maaf," ucap Nala.
Nala pun tertunduk. dan meletakkan foto yang satunya.karena merasa bersalah, Nala akhirnya pergi meninggalkan kamar Angel.
Lantas angel meraih salah satu foto yang tadi di pegang Nala.
Ibu, anak mu sudah menikah.
namun bukan pernikahan seperti pada umumnya.
Aku harus mempertanggungjawabkan perbuatan ku.
Meskipun itu kecelakaan, tapi sebagian juga karena kebodohan ku, bu.
semoga Tuhan memaafkan dosa-dosa ku.batin angel.
Kini angel tengah berbaring di atas ranjangnya, sembari menatap langit-langit apartemen itu.
Sesekali ia membayangkan kejadian malam panas penuh gairah bersama Nala.namun malah justru diakhir penyesalan di benaknya.
...----------------...
Waktu pun berlalu.
Tak terasa hubungan suami dan istri antara Nala dan angel sudah memasuki minggu pertama.terlihat dua orang tengah duduk di depan meja makan. mereka sibuk dengan piring masing-masing.meskipun Nala harus mengajar, tetapi dia tetap melayani angel dengan baik. sesuai pesan ayahnya waktu itu.
sarapan pun akhirnya selesai.Nala mulai memecah keheningan antara mereka berdua.
"Angel, aku mau bicara," ucap Nala.
__ADS_1
"Bicaralah," angel.
"Selama kau tinggal disini, aku harap kau paham siapa dirimu. dan status pernikahan kita hanya sebuah kesepakatan. jadi tolong jaga batasan mu," ucap nala dengan tenang.
Apa dia sedang berusaha menekankan ku?
benar juga, semakin aku bergantung padanya,semakin dia menekankan ku.batin angel.
Angel hanya menganggukkan kepala.
"Soal biaya kuliah, dan makan sehari-hari kau tidak perlu khawatir.aku yang akan menanggungnya," ucap Nala lagi.
"Dan satu lagi. jangan mengatakan pada siapapun tentang pernikahan kita, terutama di Universitas. kita akan jalani pernikahan ini selama enam bulan, setelah itu kita akan bercerai,sesuai kesepakatan itu," imbuh Nala.
Angel hanya tersenyum kecut mendengar pernyataan terakhir yang Nala ucapkan.
"Biaya kuliah ku sudah ditanggung pemerintah. sedangkan untuk yang lainnya,maaf sekali. untuk sementara waktu aku numpang padamu," Jawab angel sembari berdiri.
Tak ingin berlama-lama mendengar khutbah,lantas angel memutuskan berangkat kuliah .
Sedangkan Nala masih duduk di kursi yang sedari tadi ia duduki sembari menatap kepergian suaminya.
Maafkan aku angel.aku terpaksa melakukan ini, semua untuk mencegah terjadinya hal-hal yang ada diluar kendali ku.
Aku tidak mau salah satu dari kita sampai jatuh cinta, terutama diriku.
Jika cinta hadir,aku harap ada pada kita berdua.
Membayangkan saja aku tak bisa jika suatu saat aku jatuh cinta. namun
kenyataannya kau tidak mencintaiku.
Jadi aku akan mencegahnya ,dengan caraku. aku harap kau mengerti.Batin Nala.
...----------------...
Disisi lain
Pagi ini angel baru saja sampai di depan sebuah bangunan.
Bangunan yang ada didepan angel adalah bangunan tempat ia menimba ilmu,Yaitu Universitas parang garuda.
Saat ini angel masih duduk di atas motornya sembari mengotak-atik ponselnya.
Tidak jauh dari tempat itu,ada sosok yang sedang berlari kecil menghampiri angel.
Maya, dia adalah seorang wanita yang menyukai angel.pernah juga dia beberapa kali menyatakan perasaannya kepada angel.
Namun angel selalu menolak dengan cara yang halus,agar tidak menyakiti hati maya.
__ADS_1
tapi bukan maya jika mudah menyerah. ia akan tetap berusaha untuk mendapatkan apa yang ia inginkan.
"Angel," sapa maya.
Sedangkan angel hanya menoleh, tanpa menjawab.
Lantas maya mendekati angel, dan meraih lengannya.
"Angel, kenapa kau terus menghindari ku," tanya maya.
"Em.. Aku, aku sibuk," jawab angel.
"Ah angel kapan kau punya waktu untuk ku," rengek maya.
"Maya, aku sibuk. tidak ada waktu untuk bermain. pagi aku kuliah, sore aku bekerja," jawab angel sembari berusaha melepaskan tangan maya.
"Maya lepaskan tangan mu. malu dilihat orang," ucap angel mulai kesal.
"biarin anggap saja dunia milik kita," ucap maya.
Disaat angel berusaha melepaskan tangan maya. tiba-tiba ada suara aneh yang mengejutkan mereka berdua..
"ehem"
Seseorang berdehem di belakang mereka berdua.
"Tolong, jika berpacaran jangan dilingkungan sekolah! Kalian paham," tegurnya.
Seketika angel terbelalak, mendapati Nala dibelakangnya.
"Glek" Angel menelan maniknya.
Gara-gara kejadian tadi. disaat jam istirahat, Nala memanggil angel ke ruangannya.
Jelas sekali angel mendapat kata-kata yang tidak enak dari dosen yang saat ini tengah berperan menjadi istrinya.
Namun angel tidak mengambil pusing hal itu.
...----------------...
kini angel tengah berada di ruangan nala.
"Tolong, jaga sikap mu. jangan sembarangan berpacaran ataupun bermesraan.terutama ditempat umum," tegur Nala.
"Aku tidak memiliki hubungan apapun, dan dengan siapapun kecuali dengan mu," jawab angel santai.
"Aku tidak butuh pengakuan mu! yang aku butuhkan adalah kepatuhan, mu,"
"Sekarang kau boleh pergi," Ucap Nala sembari memalingkan wajah.
__ADS_1
Bersambung.....
...****************...