
"angel, apa yang mau kau lakukan? kenapa kau menatapku seperti itu," tanya Nala.
angel tidak menghiraukan kata-kata Nala. justru ia malah menatap lekat mata Nala. tingkah angel membuat Nala semain was-was.
"angel kau mau apa? jaga batasan mu," tegas Nala.
angel terpaku sesaat, dan bergumam dalam hatinya.
benarkah mata ini yang membuatku mabuk kepayang malam itu?
sungguh aku takut, kelak tatapan matamu ini membuatku lupa, akan tujuanku di dunia ini. batin angel.
"jangan bertindak semakin jauh, jika tak ingin aku lebih membencimu," imbuh Nala lagi.
seketika angel pun sadar. lalu angel membuang pandangannya ke lain arah. lantas ia menjatuhkan tubuhnya lagi di atas kursi.
Tiba-tiba Nala mengingat sesuatu. ia pun meraih ponselnya dari dalam tas, dan sebentar mengotak-ngatiknya untuk mencari sesuatu. setelah ia menemukannya, lalu ia menyodorkannya kepada angel.
"ini apa angel," tanya Nala.
angel mengalihkan pandangannya untuk menatap layar ponsel Nala. terlihat sekali raut wajah geram terukir pada angel.
siapa pun yang mengambil gambar itu. aku pastikan, dia akan mengalami patah tulang.batin angel.
"tidak Nala, itu tidak seperti yang kau pikirkan," jelas angel.
"Memangnya kau tau, apa yang aku pikirkan, " ucap Nala dengan senyum sinisnya.
"Nala, dengarkan aku. kau tidak tau maya itu seperti apa. dia selalu melakukan hal bodoh apa saja untuk mendekatiku.
berulangkali aku menolaknya dengan halus, tapi dia tetap seperti itu," jelas angel dengan raut wajah frustasi.
"benarkah seperti itu, atau kau hanya membual saja untuk mengelabuhi ku ," tanya Nala.
"aku tidak berbohong. bahkan dia pernah memasang foto kami di majalah dinding SMA," jelas angel.
"foto apa angel? apa mungkin itu foto yang tidak-tidak," tanya Nala penuh selidik.
"jangan berfikir buruk dulu. dengarkan aku bercerita,"
"waktu itu kami sedang studi tour di pegunungan Dieng. lalu dia mengajak berfoto Selfi. aku pikir hanya dengan pose berdiri berdua saja, eh tiba-tiba dia nyosor pipiku.
sialnya lagi, momen itu tertangkap kamera milik Bobby. aku kira Bobby menghapusnya, ternyata tidak. Maya lebih dulu mengambilnya dengan paksa," jelas angel meyakinkan Nala.
setelah selesai bercerita, angel beralih menatap Nala.lalu angel menarik nafas panjangnya, dan menghembuskan Perlahan.
"apa kau percaya pada ku," tanya angel.
"anggap saja aku percaya," ucap Nala dengan senyum kecutnya.
"sesulit itukah kau untuk mempercayai ku," tanya angel.
Nala hanya mengangkat kedua bahunya sebagai jawaban.
"oh iya, sore ini aku pulang ke rumah papa.
kau bisa menyusul ku setelah pulang kerja! itupun jika kau mau," jelas Nala.
"mau aku antar," tawar angel.
__ADS_1
"tidak perlu, aku akan memesan taksi online saja," tolak Nala secara halus.
"baiklah, aku akan menjemputmu nanti malam," ucap angel sembari beranjak.
"sampai jumpa nanti malam," ucap Nala.
entah mengapa hati Nala sedikit bahagia mendengar penuturan angel yang terakhir.
......................
hari ini angel bekerja seperti hari biasa. sore, sampai malam. ia menyajikan minuman untuk para tamu pengunjung bar. entah ada angin apa, malam ini Hans datang dan duduk di kursi depan meja bartender.
"beri aku dua gelas whiskey," pinta hans.
angel segera meraih botol whiskey yang terletak tepat, di belakangnya. lalu menuangkannya kedalam dua gelas kecil yang sudah ia siapkan.
"silahkan tuan," ucap angel sembari menyodorkannya kehadapan hans.
"terimakasih. mari bersulang," ucap Hans sembari menyodorkan salah satu gelas itu.
"dalam rangka perayaan apa," tanya angel.
"anggap saja perkenalan antara kakak, dan adik ipar," jelas Hans.
angel pun menerima uluran gelas dari Hans dengan perasaan sedikit ragu.
"ting" suara gelas beradu.
whiskey pun tandas tanpa sisa didalam gelas keduanya. seketika suasana hening. Hans paham jika angel bukan tipe orang pandai mencari topik obrolan, lantas Hans beberapa kali melempar pertanyaan pada adik iparnya itu.
"bagaimana hubunganmu dengan Nala," tanya Hans.
"apa kuliah mu tidak terganggu, jika kau bekerja sampai larut malam," tanya Hans.
"tidak tuan, saya sudah terbiasa dengan ini," jawab angel sembari menuangkan whiskey lagi.
saking asiknya mengobrol ke sana kemari, tanpa mereka sadari mereka sudah menghabiskan empat botol lebih.
"mau tambah lagi tuan," tanya angel.
"cukup angel! aku juga sudah mau pergi," tolak Hans.
Hans beranjak dari duduknya, ia mulai merasa kepalanya pusing. tapi sebelum pergi ia masih sempat berbicara.
"oh iya, sampaikan pada Nala, mobilnya sudah jadi. besok sudah bisa diambil. aku juga sudah membayar tagihannya," ucap Hans.
"aku akan menyampaikannya nanti. terimakasih tuan," ucap angel.
Hans berjalan dengan langkah sempoyongan.
tapi baru beberapa langkah ia terjatuh keatas lantai.
"bugh"
angel hanya menoleh tanpa mendekat. karena ia melihat, sudah ada beberapa pelayan yang mendekati Hans untuk membantunya.
"cih, mabuk juga dia. ku kira suhu, ternyata cupu," gumam angel.
"bro ambilkan susu beruang untu ku," pinta angel pada rekan kerjanya.
__ADS_1
"situ juga mabuk," tanya rekan kerja angel.
"belum lah, ini belum seberapa," jawab angel dengan sedikit menyombong.
sial, kepalaku jadi ikut pusing. batin angel.
...****************...
Di kediaman keluarga sasongko.
saat ini Nala tengah menikmati acara TV sembari mengobrol bersama dewa dan juga renita. tapi dewa merasa sedikit khawatir, karena hampir pukul tengah malam, tapi Nala masih dirumahnya. lantas ia pun bertanya pada putrinya.
"Nala apa kau mau menginap disini," tanya dewa.
"tidak.memangnya kenapa, pa," jawab Nala.
Nala sedikit heran karena tiba-tiba papanya bertanya seperti itu.
"ini sudah hampir tengah malam lho! apa kamu ada masalah sama angel," tanya dewa penuh selidik.
"tidak pa. angel, akan menjemput ku nanti sepulangnya kerja," jelas Nala.
"kok papa nanyanya gitu sih! atau papa nggak suka ya, kalau Nala disini," protes Nala.
"bukan begitu sayang. maksud papamu itu, ini sudah hampir larut malam. kenapa suamimu belum datang menjemputmu.benarkan pa," renita mencoba menjelaskan pada Nala.
"pa, angel memang begitu. pulang kerja hampir tengah malam. kadang berangkat malam, pulang pagi. habis itu langsung kuliah," jelas Nala.
"tapi papa perhatikan, hubungan kalian mulai membaik. bukankah seperti itu, ma," tanya dewa pada renita.
"menurut mama juga begitu pa. semoga kita cepat dapat momongan dari nala ya, pa," goda renita.
"mama apaan sih! nikah aja baru dua mingguan. sudah minta aneh-aneh, decak Nala kesal.
dewa terkekeh melihat putrinya mengerucutkan bibirnya.
"papa pengen cucu cowok nih," goda dewa sembari berdiri.
"papa," seru Nala sembari melempari bantal kearah papanya.
...****************...
"Dor dor dor" suara tembakan.
seketika kecemasan melanda perasaan supir kontainer itu. dimana ia kini melihat sebuah rambu tanda perempatan.
"Tuhan kenapa harus berjumpa dengan perempatan disaat situasi seperti ini," gumam supir itu dengan penuh kecemasan.
"semoga tidak ada kendaraan yang menyebrang," gumamnya lagi.
ternyata dugaan sopir itu meleset.
sebuah motor dengan kecepatan tinggi melaju dari arah yang berbeda.
"ciiit...Brugh...srek..."
(maaf nih masih revisi terus. kadang ditolak sih)
bersambung...
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...