
suasana tengah malam yang sepi, sangat mendukung aksi klan mafia kalajengking pasir.
mereka tengah berusaha merebut truk kontainer pengiriman barang, milik perusahaan sasongko. deru mesin yang berkecamuk, menggema di udara jalanan. mengubah tempat yang hening menjadi riuh.
sebuah mobil truk kontainer melaju dengan kecepatan tinggi untuk menghindari sang pemangsa. namun sayang, usahanya akan sia-sia karena badannya yang besar, dan juga berat menghambat kecepatannya.
dua mobil sport berlogo banteng perkasa terus mengikutinya dari samping kanan, dan kiri. sesekali mereka memberi tembakan peringatan. namun sang supir kontainer enggan mengurangi kecepatan.
"Dor dor dor" suara tembakan.
seketika kecemasan melanda perasaan supir kontainer itu. dimana ia kini melihat sebuah rambu tanda perempatan.
"Tuhan kenapa harus berjumpa dengan perempatan disaat situasi seperti ini," gumam supir itu dengan penuh kecemasan.
"semoga tidak ada kendaraan yang menyebrang," gumamnya lagi.
ternyata dugaan sopir itu meleset.
sebuah motor dengan kecepatan tinggi melaju dari arah yang berbeda.
"ciiit...Brugh...srek..."
Dengan perasaan bersalah sopir itu tetap melajukan truknya tanpa mengurangi kecepatannya.
"semoga dia tidak apa-apa, ya Tuhan," gumam sopir itu.
setelah beradu kecepatan yang lumayan memakan waktu, akhirnya salah satu mobil sport si pemangsa berhasil menempel pada pintu sebelah pengemudi.
"ambil alih truknya," perintah salah satu dari dari komplotan itu.
keluarlah satu orang dari mobil itu.kemudian orang itu melompat dari mobil ke pintu kemudi kontainer. lalu membuka pintunya, dan melempar keluar si pengemudi truk. anggota kalajengking mengambil alih kemudi dan mengemudikan truk kontainer menuju tempat yang sudah mereka siapkan.
setelah menempuh waktu kurang lebih setengah jam sampailah truk itu di sebuah bangunan tua dekat pegunungan.
percakapan terjadi antara beberapa anggota kalajengking pasir.
"cepat turun! kita tinggalkan tempat ini,"
"apa tidak sebaiknya kita cek terlebih dahulu,"
"halah paling isinya juga sama seperti kemarin,"
komplotan kala jengking pasir akhirnya meninggalkan tempat itu, tanpa memeriksa isi kontainer nya.
__ADS_1
......................
Klan kalajengking pasir tidak menyadari apa sebenarnya isi kontainer yang telah mereka jarah. Mereka tidak mengetahui bahwa sebenarnya lima puluh orang anggota mawar neraka bersembunyi di dalam box dengan senjata lengkap dengan baju pelindung, dan dua kendaraan lapis baja ukuran sedang.
pergerakan ini dipimpin oleh kapten leo.
Salah satu tim handal dari mawar neraka lantas membuka pintu box kontainer dari dalam dengan hati-hati. Setelah itu ia memeriksa keadaan sekitar dengan mengeluarkan kepalanya dengan hati-hati.Tapi anehnya tempat itu tidak dijaga, tak ada satupun orang dari anggota kalajengking pasir.
"Aman," Ucapnya.
Leo pun memberi kode pada bawahannya untuk mendekat. Lebih tepatnya pada tim penyergap.
"Periksa tempat ini! Bunuh semua anggota kalajengking yang ada disini, " Bisik leo pada bawahannya.
"Siap kapten," Jawab mereka serempak.
Beberapa anggota mawar neraka menyebar untuk memeriksa ruangan demi ruangan gedung itu. Namun setelah hampir tiga puluh menit, mereka tak menemukan satu orang pun di gedung itu.
"Kapten kami tidak menemukan apapun disini. Hanya ada sekitar dua puluh truk milik perusahaan dewa sasongko," Lapor salah satu bawahan leo.
"Bagaimana keadaan truk yang kau temukan," Tanya leo.
"Masih utuh kapten," Jawab bawahan itu.
Leo segera menghubungi seseorang, entah siapa itu. Setelahnya ia memberikan perintah pada bawahannya untuk bersiap.
"Semuanya berkumpul! dengarkan instruksi ku," Ucap leo.
"Tim reader cepat masuki truk, tugas kalian nantinya membawa truk-truk ini ke suatu tempat,"
"Tim penyergap bersiap di depan. dan tim artileri, pasangkan peledak di setiap penjuru bangunan,"
"Cepat bergerak! Waktu kita tidak banyak. Usahakan dalam misi ini jangan ada yang terluka ataupun tewas. Ingat keluarga kalian menunggu di rumah," Ucap leo.
"Siap kapten," Jawab mereka serempak.
"Tuhan selalu bersama kita," ucap leo lagi.
seluruh tim bergerak menurut instruksi dari sang kapten.
tak beberapa lama kemudian, tugas yang leo berikan sudah selesai.
"kapten truk sudah siap, peledak juga sudah kami pasang. begitu juga dua mobil lapis baja sudah kami siapkan," lapor bawahan leo.
__ADS_1
"tugas mobil lapis baja bergerak mengawal konvoi truk! sisanya ikuti aku berjalan menuju titik penjemputan," perintah leo.
"siap kapten," ucap bawahan itu.
mobil lapis baja dan truk mulai berjalan meninggalkan area gedung. sedangkan leo, dan sisa timnya masih memantau dari belakang, dengan jarak sekitar limapuluh meter. namun belum terlalu jauh mereka pergi sudah dihadang begitu banyak orang bersenjata, sekitar dua ratus orang.orang-orang itu tidak lain anggota klan kalajengking pasir.
"untuk apa terburu-buru, kapten leo," ucap radeks.
Radeks, adalah salah satu kapten dari klan mafia kalajengking pasir. dia merupakan salah satu anggota peringkat lima dalam jajaran peringkat tertinggi di organisasi klan kalajengking pasir. hal itu membuatnya besar kepala. sesekali ia dipercaya mengemban tugas dari bosnya. tentu dia bukan dalang di balik peristiwa yang dialami keluarga sasongko, dia hanya pion catur bayaran.
"kami tidak terburu-buru seperti yang kau katakan. justru kami menunggu kalian disini," jelas leo.
"atas dasar apa kau menunggu," ucap radeks dengan senyum licik yang menyeringai.
"kami sudah menyiapkan pembasmi serangga
jadi kami tidak takut lagi pada binatang berdarah putih," ucap leo dengan santainya.
"cih bedebah pembual," gumam radeks lirih.
"aku tidak menduga, seekor singa masuk jebakan tikus. sebaiknya kalian menyerah. agar kami berbelas kasih," ucap radeks dengan sombongnya.
"tidak ada padang pasir, tapi begitu banyak kalajengking merah disini. pergilah! habitat kami tidak cocok untuk anda kapten radeks! ini alam kami. jadi untuk apa kami menyerah,jika mati lebih terhormat," ucap leo dengan nada menekan.
"alam disini begitu indah kapten leo. untuk apa kami mencari yang lain, coba saja kau rasakan angin malam ini,"
"Hembusan angin begitu dingin menusuk pori-pori. Angin yang berhembus pada arahnya, dan membawa terbang aroma wangi bunga yang bermekaran. Namun sayang, yang aku cium adalah bunga dari neraka. Yaitu bunga kematian," ucap radeks.
"Saat Tuhan berkehendak, siapa yang bisa lari dari kematian. Segagah seperkasa apapun kau, tetap akan menjadi bangkai yang dimakan cacing tanah,"
"Tapi tanpa kau sadari, kehadiranku malam ini adalah utusan Tuhan untuk mengirimkan mu pada kematian," jelas leo.
"kapten leo kematian mu sudah di depan mata, namun kau tetap menyangkalnya.kami sudah mengepung kalian kapten," ucap radeks dengan nada keras.
"Kau tidak dapat menentukan kapan aku mati. Jika belum waktunya," sangkal leo sembari meraih senapan ak47 di punggungnya.
"benarkah begitu? aku sendiri penasaran, seberapa hebat anggota mawar neraka," ucap radeks dengan senyum sinisnya.
"aku harap kau tidak menyesali kata-katamu,"
bersambung.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1