MAWAR DAN MESIU

MAWAR DAN MESIU
kesurupan


__ADS_3

lewat tengah hari, angel sudah berada di area parking, karena jam kuliahnya sudah selesai. Angel berencana menemui nala di gang belakang Universitas. sudah satu minggu ini angel berangkat dan pulang bersama nala, sejak mobil milik nala rusak parah. belum sampai ia beranjak dari area parking dengan motornya, maya lebih dulu mendatangi angel.


"angel," sapa maya sembari berlari kecil untuk mendekati angel.


"astaga, mak Lampir ngapain sih," gumam angel lirih.


"besok anniversary universitas. kau tidak lupakan, mau jadi teman dansa ku di pesta topeng," ucap maya penuh harap.


"astaga! aku hampir lupa may, " ucap angel sembari menepuk jidatnya.


"tunggu aku di aula pesta besok. aku mengenakan stelan biru tua, dengan topeng joker," ucap angel.


sebenarnya angel ingat jika besok malam ada acara di Universitas. ia hanya berpura-pura lupa didepan maya.


"siap bos," ucap maya sembari memberi hormat.


Senyum kebahagiaan terpancar pada raut wajah maya. bagaimana tidak, Arjuna yang ia damba akan menjadi pasangannya di acara pesta topeng besok.


Tiba-tiba ponsel angel bergetar. lantas angel meraihnya dari dalam saku.


Nala. Batin angel.


Dengan hati-hati angel berbicara pada istrinya lewat telepon, supaya maya tidak curiga.


(Panggilan terhubung)


"kau dimana," Tanya nala dari sebrang.


"Masih di parkiran," Jawab angel.


"Aku sudah di gang biasa nih," Jelas nala.


"iya, aku datang," Ucap angel.


"Cepetan," Rengek nala.


"Iya sebentar," Ucap angel.


"jangan lama-lama, kakiku udah pegel nungguin kamu,"ucap nala.


"Sabar, bawel," decak angel kesal.


(Panggilan berakhir)


"Dasar wanita," gumam angel lirih.


"Angel! Ada apa," tanya maya dengan raut wajah penasaran.


"Tidak ada apa-apa," jawab angel sembari mengantongi ponselnya.


"Oh iya. maya, maaf nih aku buru buru sampai jumpa besok," ucap angel sebelum melenggang pergi.


"Hati-hati," teriak maya sambil melambaikan tangannya.


......................


tidak begitu jauh dari area parking, angel sudah sampai pada titik penjemputan. di sana terdapat nala yang tengah berdiri di ujung gang itu.


"Dasar lelet," decak nala sembari naik keatas motor angel.


"Kau pikir aku bisa menghilang, jadi aku cepat sampainya," protes angel.

__ADS_1


"Jika bisa, kenapa tidak," tanya Nala.


"memangnya aku anak setan," ucap angel.


nala pun terkekeh.


mereka berdua pun melaju di atas dua roda menembus ramainya jalanan. dengan skill ala pembalap, angel mampu melewati keramaian jalan yang mereka lalui.


setelah menempuh waktu sepuluh menit, angel menghentikan motornya di depan sebuah butik.


sontak ingatan Nala tertuju pada momen beberapa hari yang lalu. dimana dia pergi makan malam bersama angel. dihari itu nala dan angel tengah berjalan kaki setelah mobil yang mereka kendarai mogok.


Nala sempat berhenti di depan butik dan memperhatikan sebuah dress tanpa lengan, panjangnya hanya sebatas lutut. dress berwana merah darah itu sempat membuat Nala terkagum.


flashback


"wah, cantik sekali," ucap Nala sembari menempelkan tangannya di kaca butik itu.


"tapi harganya kok jelek banget ya," ucap angel.


"tentu jelek untuk orang yang tidak punya uang," decak Nala.


ya Tuhan, cantik sekali. ada dompet dan heels nya juga, ah harganya empat juta. coba saja kalau angel kaya. batin Nala.


"kau mau itu," tawar angel dengan nada serius.


"nggak,"decak Nala sembari melenggang pergi.


"syukurlah," ucap angel.


flashback off


Nala masih penasaran kenapa angel mengajaknya ketempat itu.


"Cari sesuatu dulu," ucap angel sembari masuk butik.


"tungguin aku ikh, angel ah," decak Nala sembari berjalan dan meraih lengan angel.


namun baru saja mereka masuk butik, mereka berpapasan dengan Bobby, yang hendak keluar dari butik. mereka bertiga begitu kaget dengan momen tidak sengaja ini. terutama angel, tentu ia akan mendapatkan pertanyaan beruntun dari sahabatnya itu.


"angel," sapa Bobby.


"bobby, " ucap angel dengan wajah kebingungan.


waduh, kenapa ada Bobby disini. pasti dia akan menjadi wartawan dadakan kedepannya. sial, sial. batin angel.


"kalian ngapain disini," tanya Bobby penuh selidik.


"Kami kebetulan bertemu disini, iyakan angel," ucap Nala sembari meremas lengan angel.


"Eh iya Bob! kita mau, eh maksudnya aku mau ambil pesanan ku," jelas angel dengan wajah gugup.


"Oh gitu ya, sejak kapan orang tidak sengaja tapi tangannya bergandengan," ucap Bobby.


mata Bobby kini fokus pada tangan Nala yang tengah menggandeng lengan angel.


seketika angel dan Nala reflek mendengar penuturan Bobby. dengan cepat Nala melepaskan tangannya dari lengan angel.


ikh sial, kenapa tanganku nakal sekali. ah pasti Bobby berpikir yang tidak-tidak. bodohnya aku. batin Nala.


"kalian pacaran ya," tanya Bobby sembari menaikturunkan kedua alisnya.

__ADS_1


"kau ini apa-apaan sih bob? mana mungkin aku aku pacaran sama tante-tante," sangkal angel.


what? dia ngatain aku seperti tante-tante. angel, kau ini menjengkelkan sekali. batin Nala.


"Cuih, siapa juga yang mau sama Preman pasar," balas Nala dengan senyum sinisnya.


"Eh Bob, aku ada perlu sama kamu sebentar," ucap angel.


"Mau ngapain," tanya Bobby.


"Udah ikut aja," ucap angel sembari menarik tangan Bobby.


angel mengajak Bobby sedikit menjauh dari nala untuk mengatakan keperluannya. Nala hanya memperhatikan mereka berdua yang sedang mengobrol. setelah sepuluh menit berlalu angel pun melangkah mendekati Nala lagi. namun Bobby berjalan kearah yang lain.


"kamu ngomongin apa si," tanya nala.


"urusan laki-laki," jawab angel singkat.


"oh. terus Kemana teman kamu itu," tanya nala sembari menolehkan wajahnya ke kanan dan kiri.


"Sudah pergi, tuh," ucap angel sambil menunjuk Bobby yang akan keluar dari butik.


"oh iya aku mau ngambil sesuatu. ikut aku," ajak angel.


"mau ngapain lagi? aku capek angel," protes nala.


"bisa nggak sih, gak usah banyak nanya. tinggal ikut aja kok protes," jelas angel sembari melenggang pergi.


"bisa nggak sih nyenyenyenye. dia pikir dia siapa" gerutu nala.


dengan perasaan kesal nala mengikuti langkah angel. sesekali Nala memukul dan menendang udara. namun tanpa nala sadari,angel sudah berbalik dan melihat tingkah konyol nala.


"ups," ucap nala,lalu menutup mulutnya.


Nala berubah menjadi cengar-cengir ketika angel menatapnya. jelas ia merasa malu atas tingkah konyolnya beberapa saat yang lalu.


"jangan kesurupan disini, malu-maluin," tegur angel sembari melanjutkan langkahnya.


dih, kenapa berbalik sih? dasar nyebelin.


ngatain kesurupan lagi, emangnya alu kuda lumping. batin Nala.


setelah beberapa langkah angel menghentikan langkahnya didepan meja pelayanan, begitu juga Nala. di sana sudah ada seorang pelayan yang langsung menyambut angel.


"selamat datang di butik cemara indah! ada yang bisa kami bantu," ucap pelayan butik.


"Mbak, saya mau ambil pesanan saya," ucap angel.


"Atas nama siapa mas," tanya pelayan butik.


"Azrael angel," jawab angel.


"tunggu sebentar ya mas, saya ambilkan dulu," ucap pelayan toko itu sebelum melenggang pergi.


beberapa saat kemudian pelayan itu kembali dan membawa dua paper bag. pelayan itu meletakan dihadapan angel. lalu angel meraihnya dan memberikan kepada Nala.


"ini untukmu," ucap angel sembari menyodorkan.


"ini apa angel,"


bersambung...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2