MAWAR DAN MESIU

MAWAR DAN MESIU
anda baik-baik saja?


__ADS_3

pagi ini, sepasang suami istri tengah berjalan menuruni tangga dengan raut wajah yang berbeda. angel berjalan dibelakang Nala dengan senyum sumringah, sedangkan Nala dengan wajah yang ditekuk. mereka menghentikan langkah kakinya di depan meja makan. sebelum pergi ke Universitas mereka berdua menyempatkan diri untuk sarapan terlebih dahulu.


"pagi pa! pagi ma," sapa nala pada kedua orang tuanya yang sudah terlebih dahulu duduk di depan meja makan.


"pagi sayang," jawab renita yang tengah sibuk mengambilkan makanan untuk dewa.


Dewa yang tengah duduk di depan meja makan tidak menjawab sapaan putrinya, karena ia merasa heran dengan raut wajah nala yang cemberut. lantas ia menatap nala dan bertanya.


"Nala, kenapa pagi-pagi wajahmu cemberut," tanya dewa.


"nggak papa," jawab Nala.


nala meraih kursi di depan dewa duduk, dan di susul angel yang duduk di sampingnya.


dewa merasa tidak puas dengan jawaban nala, lalu ia beralih menatap wajah menantunya.


"angel," panggil dewa dengan tatapan menuntut jawaban.


"biasa pa, kekurangan nafkah batin. jadi ya seperti itulah" jawab angel dengan senyum licik kearah nala.


Nala melempar tatapan tajamnya kearah angel, setelah mendapat perkataan dusta dari angel. dalam hatinya bergumam.


ya Tuhan, kenapa dia tak tau malu sekali? berani-beraninya berbicara seperti itu. awas kau angel. batin nala.


"dasar anak muda," gumam dewa dengan senyuman.


flashback(yang sebenarnya terjadi)


alarm jam di kamar Nala berdering begitu keras pagi ini. suara alarm mengganggu indra pendengaran Nala yang masih enggan membuka matanya.


"aduh berisik" decak nala.


nala meraih jam di atas nakas, guna mematikan alarm. lalu ia melemparnya ke sembarang tempat, tapi ia merasakan keanehan terjadi pada tubuhnya.


"ah, kenapa dadaku sesak sekali," gumam Nala.


nala merasakan ada sesuatu yang berat menindih tubuh bagian dada dan perut. dengan mata yang masih malas terbuka, ia pun merabanya untuk mencari tau.


"tunggu, apa ini," gumam Nala sembari meraba.


seketika Nala membelalakkan matanya saat ia sadar, jika yang ia raba di atas dadanya itu kepala angel. sedangkan tubuh angel menindih perutnya. Nala tidak sadar, jika semalam ia tertidur dengan posisi terlentang, dan angel menindih nya.


astaga, jadi semalam dia tidur seperti ini.dia pasti mencari keuntungan dariku. awas saja kau. batin nala.


"angel, bangun! ini sudah pagi," seru Nala.

__ADS_1


"angel, bangun perutku kebas angel! dadaku sesak," rengek Nala.


Nala mencoba mendorong kepala angel yang menindih dadanya dengan paksa. namun angel tak bergeming sedikitpun. malah justru angel mengeratkan pelukannya pada tubuh sintal milik Nala.


"angel, aku mohon bangunlah nanti kita kesiangan," rengek Nala.


"biarkan seperti ini sebentar lagi, ini sangat hangat dan nyaman," ucap angel dengan nada serak.


"angel, bangun," protes Nala.


angel justru menenggelamkan wajahnya di dada nala, hal itu membuat nala merasa geli. lantas nala memukul kepala angel.


"plak" suara pukulan dari nala.


"auw, sakit Nala," pekik angel sembari mengelus kepalanya sendiri.


"makanya bangun! kebas tau," seru Nala.


angel hanya mengangkat kepalanya dan beralih menatap Nala. sebelum berdiri, angel mengigit gumpalan daging di dada nala. lalu ia berlari menuju kamar mandi.


"ah... angel! sakit bodoh," teriak nala.


nala beranjak dan mengejar angel. namun angel sudah masuk kedalam kamar mandi dan mengunci pintunya.


"angel, awas kau ya," seri nala.


...****************...


siang ini Hans sedang berada di markas mawar neraka. ia tengah duduk berhadapan dengan boy di sebuah ruangan. Hans berencana mengucapkan terimakasih atas keberhasilan mawar neraka tempo lalu. ia juga berniat menawarkan hadiah sebagai tanda terimakasih, ujarnya.


"bicaralah seperlunya! karena delapan dari sepuluh manusia yang banyak bicara, mati lebih awal, karena kehabisan kata-kata," ucap boy.


aku belum bicara, tapi dia sudah menakutiku. batin Hans.


sejenak Hans mengatur nafasnya, supaya tidak salah bicara didepan boy. Hans masih merasa segan dengan bos mafia yang satu ini. untuk itulah ia berusaha menjaga kata-kata dan tindakannya.


"saya mengucapkan banyak terimakasih kepada tuan muda, dan juga kepada seluruh anggota mawar neraka," jelas Hans.


boy terkekeh mendengar penuturan dari Hans.


"Hans, ini hanya hanya awalan.jika kau sadar, kita telah membunuh anak kalajengking, dan pastinya induknya akan membalasnya Hans. jadi bersiaplah untuk hal lebih besar lagi," jelas boy.


"saya paham tuan muda, maaf saya terlalu bersemangat," ucap hans dengan wajah menunduk.


"ingatkan anggota keluargamu untuk berhati-hati! terutama adik dan adik ipar mu," ucap boy.

__ADS_1


benar, nala dan angel suatu waktu bisa dalam bahaya. aku harus memikirkan jalan keluar untuk mereka. batin Hans.


"baik, tuan muda," ucap Hans.


scorpio, sudah lama aku mencari mu. aku janjikan, kau akan mendapatkan ganjaran dimasalalu. aku belum bisa tenang jika kau belum tewas ditangan ku. batin boy.


tanpa boy sadari, tangannya meremas sebuah gelas kaca di atas mejanya. boy meluapkan emosinya dengan meremas gelas itu.


"prak" suara gelas pecah.


"glek" Hans menelan maniknya, setelah mengetahui jika boy memecahkan gelas hanya dengan meremasnya.


"tuan muda, anda baik-baik saja," tanya Hans dengan wajah sedikit takut.


"aku tidak apa-apa. maaf, aku sedang emosi," ucap boy pelan.


aku tau jika aku tengah menghadapi Monster, monster yang begitu misterius dan menakutkan. ya Tuhan, semoga kedepannya mereka tidak menuntut apapun dari kami. batin Hans.


hans baru ingat jika ia membawa sesuatu yang akan diberikan untuk boy. lantas ia meraih kotak yang ia bawa dari rumah. Hans meletakan kotak itu ke atas meja dihadapannya.


"apa itu," tanya boy.


"tuan muda saya membawakan ini. mungkin anda menyukainya," ucap Hans sembari membuka kotak itu.


kotak itu berisi sebuah keris, yang masih terbungkus warangkanya(wadah). keris berkelok(luk) tujuh.


"coba anda periksa," ucap Hans sembari menyodorkan keris itu dengan kedua tangannya.


boy menerima keris itu dan sejenak menempelkannya pada keningnya sendiri.


lalu boy menarik bilah keris itu dari wadahnya.


"kyai jalak ireng, luk tujuh," ucap boy sembari memeriksa keris yang diberikan oleh hans.


"dari mana kau tau aku suka ini," tanya boy.


"papa saya yang memberitahu saya. saya jauh-jauh mengambilnya dari suatu tempat" jawab Hans.


"hem... bagus juga," ucap boy sembari memasukan keris itu kedalam wadahnya lagi.


terimakasih! kau telah menjaga kenangan darinya selama ini. batin boy.


bersambung...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2