
Saat ini angel tengah menghadap bosnya,yang tidak lain lagi adalah Hans sasongko.
yang sebentar lagi akan menjadi kakak iparnya.
"Angel, aku titipkan adikku padamu.
untuk yang kemarin, aku juga minta maaf," ucap Hans penuh harap.
Angel tanpa menjawab, hanya mengerutkan dahinya.
Apa-apaan ini?
waktu itu saja dia menghajar ku.
bahkan sempat merendahkan ku.
Kenapa sekarang berubah?
Apa ini atau yang kemarin sifat aslinya?Batin angel.
"Aku memang tidak menyukaimu, tapi bukan berarti aku membencimu. setelah kejadian itu, hanya kau yang bisa aku percaya, untuk menjaga Nala kedepannya,"
"aku menduga,jika apa yang menimpa kalian adalah ulah dari salah satu musuh bisnis keluarga kami. aku harap, kau lebih berhati-hati untuk kedepannya," jelas Hans.
"Kenapa harus aku," protes angel.
"Karena, kau suaminya," ucap hans menatap tajam angel.
...----------------...
Waktu terus berlalu dan hari berganti.
Hari-hari yang angel lewati, terasa sangat monoton.Pagi kuliah, sorenya bekerja, malam dia gunakan untuk istirahat.begitulah kira-kira adanya.
Seperti halnya siang ini.
Saat ini angel tengah berada di parkiran seorang diri,Ia bersiap untuk pulang ke apartemen sebelum ia pergi bekerja.
Tiba-tiba dari belakang, ada seorang wanita membonceng ke atas motor angel.
"Ayo, jalan," Ucapnya.
Angel seketika menganga, mendapati Nala yang sudah di belakangnya.
"Kau, kau mau apa," Tanya angel.
"papa menyuruhku mengajakmu, fitting baju pengantin," ucap Nala sembari memalingkan wajah.
"Kau, bisa pergi sendiri dengan mobil, mu," protes angel.
"Aku tidak bawa mobil! aku kesini juga naik taksi, " Jelas Nala.
"huft, merepotkan saja," gumam angel.
"Kita Kemana," Tanya angel.
"Aku akan menunjukkan jalanya. ayo jalan, atau kita akan mendapatkan gunjingan, dari orang satu kampus," ucap Nala.
__ADS_1
"Cih, benar saja. bisa bisa hancur reputasi ku," gumam angel.
Beberapa waktu lalu Nala mengantarkan berkas, untuk mata kuliah muridnya. lantas ia menemui angel,sesuai yang papanya anjurkan.
saat ini, ia masih dalam masa cuti mengajar.
karena dewa melarang Nala, untuk tidak bekerja beberapa waktu ini.
Dengan sedikit malas, angel memacu motor trailnya memecah jalanan, yang tak begitu ramai.
Cih, jika bukan karena papa, aku tidak akan mau membonceng motor dia.batin Nala.
Di tengah perjalanan,dengan jahilnya angel mengerem mendadak. sehingga membuat tubuh Nala menempel tanpa spasi, pada punggung angel.
"Glek." angel menelan maniknya seketika merasakan ada benda kenyal, yang menempel di punggungnya.
Apa ini? kenapa empuk sekali.
bahkan lebih empuk, dari kasur busa apartemen ku.Batin angel.
Nala menyadari, bahwa angel tengah mengambil keuntungan darinya.
Apa-apaan? dia pasti sengaja mencari kesempatan,menjijikan sekali.batin Nala.
"Bisakah tidak ugal-ugalan. atau aku akan lompat," protes Nala.
"Maaf, tadi ada semut nyebran," Ucap angel sembari menyunggingkan bibir.
"Cih, alasan," decak Nala sembari memundurkan tubuhnya.
Tak lama kemudian, sampailah mereka di butik yang dituju. seorang pelayan butik menyambut kedatangan mereka berdua.
"kami mau melihat-lihat terlebih dahulu," ucap Nala.
"Boleh nona. mari, saya antar," ucap pelayan tadi.
Mereka berdua mengikuti langkah pelayan itu dari belakang.sesekali Nala bertanya-tanya, tentang gaun yang mereka jumpai. Berbeda dengan angel,ia hanya mengikuti dan diam tanpa suara. satu per satu, gaun mereka lihat. kini Nala berhenti didepan gaun berwarna putih, yang disandingkan dengan baju pengantin pria berwarna biru tua.
Sepertinya ini cocok! aku pilih yang ini saja. Batin Nala.
"Saya pilih yang ini.boleh saya mencobanya," tanya Nala.
"Tentu. mari, saya antar keruangan ganti," ujar wanita itu.
Nala beralih menatap angel.
"hey, kau ikut dengan ku," ucap Nala.
Akhirnya Nala dan angel mencoba sepasang baju pengantin, yang dipilih oleh Nala.
Nala yang tengah berdiri didepan cermin besar dan memutar tubuhnya sesekali berucap.
"Wah, ini indah sekali," ucapnya.
Pelayan itu tersenyum, menyaksikan kepuasan pada wajah Nala.
"Benar nona, anda sangat cocok dengan gaun ini.anda sangat cantik. lihat nona, calon anda juga sangat tampan," imbuhnya.
__ADS_1
Nala pun menoleh kearah yang dimana angel, tengah melangkah mendekatinya.
Angel mengenakan celana setelan berwarna biru tua, dan kemeja putih yang di balut dengan jas yang berwarna biru tua juga.
Deg.
Benar, dia sangat tampan! dia juga gagah.
Kenapa aku merasa tidak asing dengan wajahnya? tapi, aku tidak mengingatnya sama sekali. siapa sebenarnya dia?
ish, jangan sampai aku memujinya.
bisa-bisa dia besar kepala, batin Nala.
angel berjalan mendekati Nala dengan gagahnya.
"Bagaimana dengan ku,"tanya angel.
"Biasa saja," decak Nala.
"Terima kasih," ucap angel sembari bercermin.
Setelah puas mencoba baju pengantin, mereka pun membayarnya, dan pergi meninggalkan tempat itu.kini mereka sudah berada di depan pelataran luas, yang tidak lain lagi pelataran rumah sasongko.
"Kau mau masuk? papa ada di rumah," ucap Nala.
"Terima kasih, aku harus bekerja," jawab angel sembari membalikkan motornya, dan bersiap melaju.namun baru beberapa meter saja Nala memanggilnya.
"Angel" panggil Nala.
Angel pun berhenti,dan menolehkan kepalanya.
"Terima kasih, untuk hari ini," ucap Nala lalu melenggang pergi.
"Dasar,wanita aneh," gumam angel.
Nala menatap kepergian angel dari balik jendela rumahnya.betapa terkejutnya ia, ketika seseorang menepuk bahunya.
"Apa yang kau lihat nak," ucap Reni.
"astaga mama! mengagetkan ku saja," jawab Nala sembari membalikkan badannya.
"Bagaimana bajunya," tanya Reni.
"besok akan diantar, ma. hanya tinggal merubah sedikit ukurannya," jelas Nala
Reni pun mendekat, dan mengelus rambut panjang putrinya.
"Nak, semoga kau bahagia dengan pernikahan ini," ucapnya.
Nala menarik nafas dalamnya.
"Iya, ma. doakan saja Nala yang baik," ucap Nala sembari meraih tangan mamanya.
Semua orang tua ingin yang terbaik untuk anaknya, begitu pun aku.
Semoga ini menjadi awal yang baik, untuk putri ku. Batin Reni.
__ADS_1
Bersambung...