
"Lin, kamu kemarin pagi kemana?" tanya Rio yang melihat Lina baru saja tiba disekolah."
"Aku kemarin jalan-jalan."
"Tapi kenapa lama?"
"Karena aku sekalian mampir ke Toko Buku."
"Ohh, terus kenapa tidak ngajak aku?"
"Udah ya aku mau ke kelas dulu." ucap Lina berlalu meninggalkan Rio ke kelas.
Di kelas dia melihat para murid banyak yang sudah datang termasuk Sean yang duduk santai di kursi nya. Lina pun berjalan menuju tempat duduk nya.
"Ehem, gimana kabar kamu?." tanya Sean kepada Lina.
"Aku baik.." ucap Lina
"Lin, nanti pulang sekolah bisa gak sebentar kamu bicara sama aku. Soalnya ada yang ingin aku bicarakan."
"Iya.."
"Kenapa sekarang jadi cuek ya. Padahal kemarin gak gini sikap nya." batin Sean yang melihat Lina masih saja cuek kepadanya.
Bel pertanda bahwa pelajaran pertam akan dimulai pun berbunyi. Tidak beberapa lama datang lah guru pria yang masuk ke dalam kelas itu.
"Selamat pagi murid-murid. Baiklah, kita akan mulai pelajaran nya." ucap Guru tersebut.
Guru pria itu adalah guru pengajar dalam bidang Matematika. Karena hari ini kelas 3A jadwal pertama nya adalah Matematika itu sebab nya guru tersebut masuk untuk mengajar mereka.
__ADS_1
Guru itu sedang menulis soal latihan di papan tulis. Setelah selesai menulis soal itu di papan tulis. Dia pun berbalik ke arah para murid nya.
"Disini saya akan memberikan soal latihan untuk kalian. Kalian harus mengerjakan soal ini dengan benar, karena saya akan menunjuk siapa murid yang akan mengerjakan soal ini di papan tulis. Oleh sebab itu saya akan beri waktu 10 menit untuk mengetahui hasil jawaban nya sebelum saya tunjuk. Apa kalian mengerti." ucap guru itu yang bernama Arman
"Tapi Pak..Bagaimana kami bisa menjawab soal tersebut. Bahkan kami baru saja memasuki semester kedua, sedangkan bapak saya belum menjelaskan contoh soal tersebut." ucap seorang murid pria.
"Benar itu Pak. Saya juga berpikir seperti itu, kami baru saja memasuki semester kedua. Jadi kami masih belum tau cara mengerjakan soal tersebut." timpal seorang murid perempuan
Para murid berbisik bisik karena mereka tidak mengerti apa yang sedang dipikirkan oleh guru tersebut. Padahal mereka baru saja memasuki semester kedua tetapi justru harus mengerjakan soal latihan yang masih belum mereka mengerti bagaimana cara nenjawab nya.
"Apakah hanya itu yang ingin kalian bicarakan? Apa keseharian kalian dirumah hanya bermain dan jalan-jalan saja. Apa kalian sama sekali tidak berpikir bahwa sebentar lagi kalian akan lulus dari sekolah ini. Apa kalian benar-benar serius ingin lulus atau tidak?" tanya Pak Arman kepda para murid nya tersebut.
"Tentu saja kami ingin lulus." ucap siswi di kelas itu
"Lalu kenapa kalian tidak mempersiapkan diri kalian untuk hal seperti ini. Sebagai seorang murid, kalian harus bisa menghadapi masalah seperti ini. Memang nya apa kalian pikir semuanya harus datang saat kalian minta apa? Kalian harus bisa menghadapi persoalan mendadak seperti ini. Oleh sebab itu kalian harus nya mempersiapkan diri kalian masing-masing."
"Tapi Pak-"
"Kami bukan nya membantah Pak, tapi bahkan dari kami mana mungkin bisa mengerjakan soal tersebut." ucap murid lain nya
"Benarkah? Apa kalian yakin?" tanya Pak Arman kepada mereka semua.
"K-kami yakin pak."
"Lina Hatson." panggil Pak Arman kepada Lina
Lina yang sedari tadi sibuk membaca novel nya pun menoleh melihat ke arah guru nya tersebut.
"Iya, kenapa Pak? tanya Lina
__ADS_1
"Kerjakan soal tersebut." ucap Pak Arman kepada Lina sambil menunjuk soal latihan yang telah dia tuliskan tadi.
"Baik pak." Lina pun menutup novel yang dibaca nya dan maju kedepan papan tulis.
Para murid banyak yang berbisik bisik.
"Apa dia bisa mengerjakan nya?" bisik siswi itu
"Aku tidak tau. Tapi dia kan adalah murid cerdas di sekolah ini."
"Tapi meskipun dia murid yang cerdas akan susah menjawab soal itu kalau tanpa ada contoh atau dijelaskan sebelum mengerjakan soal itu." ucap murid lainnya
Lina hanya fokus mengerjakan soal latihan tersebut dengan tenang. Setelah 5 menit dia pun telah menyelesaikan soal latihan tersebut dan berbalik mengarah ke kepada mereka.
"Jawaban kamu benar." ucap Pak Arman yang membuat para murid lain nya tercengang karena tidak menyangka bahwa soal tersebut bisa dijawab dengan benar oleh Lina.
"Baiklah Lin, silahkan kamu kembali ke tempat duduk mu."
Para murid bertepuk tangan melihat kehebatan Lina. Bahkan Sean pun tersenyum melihat Lina.
"Ternyata dia cerdas sekali. Tidak salah menilai aku." ucap Sean dalam hati
"Apa kalian sekarang sudah mengerti. Coba kalian lihat dia, setiap aku melihat nya dia hanya fokus membaca buku atau novel nya. Tapi kenapa justru dia bisa menjawab soal ini? Itu karena dia sudah mempersiapkan diri nya jauh-jauh hari untuk bisa menjawab soal ini. Orang cerdas tidak akan cerdas kalo dia tidak berpikir apa yang akan dia lakukan untuk menghadapi masalah di masa mendatang. Itu sebab nya saya menguji kalian apakah kalian sudah punya hal tersebut atau tidak. Ternyara kalian sama sekali tidak memiliki hal tersebut. Baiklah sekarang kalian tulis jawaban dari Lina dan saya akan memberi kalian soal latihan lagi. Apa kalian mengerti?"
"Kami mengerti Pak." ucap para murid
Pelajaran pun dilanjutkan kembali. Para murid mengerjakan soal yang baru saja diberikan oleh Pak Arman. Dari masing-masing murid ada yang bisa menjawab soal tersebut dan ada juga yang masih belum mengerti bagaimana cara menjawab nya.
Lina yang sudah mengerjakan soal latihan tersebut hanya membaca novel nya dengan santai.
__ADS_1
Sedangkan Sean hanya diam tidak ada niat untuk mengerjakan soal tersebut. Pikiran nya melayang entah kemana, dia hanya terus menatap ke arah Lina sambil mencoret-coret buku nya. Ya, yang dipikirkan nya sedari tadi adalah Wanita itu. Dia memikirkan tentang Lina, dan bagaimana rencana nya sepulang sekolah nanti. Dia tidak bisa membayangkan wajah wanita itu ketika wanita itu tau kalau dia memberikan sesuatu yang akan membuat wajah wanita itu senang. Dia sudah tidak sabar menantikan kejadian itu. Ia pun tersenyum memikir kan nya.
...