Meluluhkan Hatimu

Meluluhkan Hatimu
BAB 19


__ADS_3

Dirumah Lina


Lina yang pulang diantar oleh Rio baru saja tiba dirumah nya.


"Makasih.." ucap Lina hendak berlalu meninggalkan Rio namum Rio lebih dulu memegang tangan nya.


"Maaf..Aku gak maksud kaya gitu." ucap Rio


Lina yang mendengar itu hanya menganggukan kepala nya. Dia pun pergi meninggalkan Rio yang masih berdiri menatap nya.


"Kenapa Rio gak kamu suruh masuk?" tanya Hani kepada Lina yang baru saja masuk kedalam rumah


"Dia buru-buru Ma."


"Kamu ada masalah sama dia?"


"Gak.."


Hani yang bingung kenapa dengan anak nya tiba-tiba datang kerumah dengan raut wajah seperti sedang ada masalah itu hanya diam membiarkan Lina pergi ke kamar nya. Dia membiarkan hal iti agar Lina bisa menengkan diri nya dikamar.


Sedangkan di apartemen Alvin. Terlihat Sean yang sedang merebahkan diri nya dikasur milik Alvin. Kevin dan Alvin yang melihat itu hanya membiarkan nya saja. Dia tau kalau Sean saat ini sedang ada masalah karena mereka melihat kejadian itu saat pulang sekolah.


"Sean, Lo gak pulang?" tanya Alvin


"Nanti, gue masih mau disini."


"Gak takut dicari sama Tante Widya. Apalagi kan beliau menakutkan." ucap Kevin


"Tante Widya udah gak ada lagi dirumah gue. Dia berngkat ke luar kota, ada yang mau diurus."


"Daripada kita disini mending kita ke kafe aja yuk." ajak Alvin


"Ayo.."


"Sean, Lo ikut gak?"


"Kalian aja yang pergi. Gue mau pulang dulu." ucap Sean beranjak mengambil kunci mobil nya


"Loh, kata nya tadi gak mau pulang. Tapi kok sekarang malah pulang sih."

__ADS_1


"Gue mau istirahat dirumah." ucap Sean berlalu meninggalkan kamar Alvin


Kevin dan Alvin yang melihat itu hanya menggelengkan kepala mereka.


Sean mengemudikan mobil nya perlahan. Setiba nya dirumah dia langsung mengahampiri Bi Marry yang berada di dapur.


"Bi.." panggil Sean


"Iya, kenapa Sean?" tanya Bi Marry lembut


"Sean boleh curhat gak ke Bibi?"


"Boleh, mau curhat apa?"


Sean mengajak Bi Marry menuju ruang tamu untuk duduk di sofa.


"Jadi gini Bi, disekolah Sean punya teman cewek. Dia berbeda banget dengan cewek lain nya. Kalo dekat dengan dia Sean merasa tenang. Seakan akan semua beban Sean menghilang begitu aja kalo dekat dia. Dan lagi, entah kenapa Sean marah kalo ada yang menjelek jelek kan nama dia. Bahkan Sean juga merasa gak rela kalo dia dekat sama cowok lain, padahal Sean tau kalo cowok itu adalah sahabatnya." ucap Sean


Marry yang mendengar hal itu membuang nafas nya dan tersenyum ke arah Sean.


"Itu berarti Sean sudah menganggap dia adalah orang berharga bagi Sean. Itu sebab nya Sean merasakan hal itu." ucap Marry lembut


"Perasaan suka itu gak menentu Sean. Ada yang sudah lama kenalan tapi baru saja suka, dan ada yang baru saja kenal tapi sudah langung tertarik untuk mendekati nya karena dia mencintai nya."


"Sean gak cinta sama dia. Sean hanya tertarik ingin dekat dia aja Bi."


"Coba Sean pikirkan lagi. Apakah yang Sean rasakan saat ini Cinta atau hanya rasa suka kepada teman biasa."


Sean bingung dengan perasaan nya saat ini. Dia tidak memahami apa itu cinta atau rasa suka biasa.


"Memang nya siapa nama wanita itu Sean?"


"Nama nya Lina Bi. Dia terkenal cuek disekolah nya. Itu sebab nya dia gak terlalu dekat sama murid-murid lain nya. Tapi dia gadis yang baik, itu sebab nya Sean ingin terus dekat sama dia."


"Ya udah, Sean mandi aja dulu. Coba Sean pahami apa yang Sean rasakan saat ini."


"Iya..Kalo gitu Sean mandi dulu. Makasih sudah mau dengerin cerita Sean." ucap Sean berlalu meninggalkan Marry yang tersenyum melihat anak asuh nya itu.


Malam hari nya dirumah Lina. Makan malam telah tersaji diatas meja makan. Lina pergi ke ruang makan karena dipanggil Ibu nya untuk makan malam.

__ADS_1


"Ayah mana Ma?" tanya Lina kepada Hani karena tidak melihat Ayah nya


"Ayah kamu lagi lembur. Ada sebuah kecelakaan yang terjadi. Itu sebab nya Ayah kamu gak bisa pulang lebih awal."


ucap Hani


Hani dan Lina pun memakan makanan nya dengan hening. Setelah meneguk air minum nya, Hani berbicara kepada Lina.


"Kenapa sayang? Apa makanan nya gak enak?" ucap Hani yang melihat anak nya itu seperti sedang tidak berselera makan


"Aku gak apa apa Ma." balas Lina


"Kalo ada masalah cerita aja ke Mama. Mama pasti siap kok dengarin apa yang kamu ceritakan." ucap Hani lembut menatap anak nya


"Iya Ma."


Makan malam selesai, Lina sedang duduk di sofa ruang tamu nya sambil menonton TV. Entah kenapa hari ini dia tidak bersemangat sama sekali untuk membaca buku nya. Lina mengambil jaket yang ada dikamar nya dan mengenakan nya.


"Sayang, kamu mau kemana?" tanya Hani yang melihat Lina memakai jaket


"Lina mau keluar sebentar."


"Ya udah hati-hati."


"Iya.."


Lina pun keluar dari rumah nya. Dia berjalan kaki menuju sebuah taman yang sering Ia datangi. Disana dia duduk disebuah kursi yang terbuat dari kayu. Dia mencoba melupakan semua hal yang terjadi semasa pulang sekolah tadi. Lina memang bukan orang yang bisa dengan mudah nya mengerti perasaan seseorang. Seandai nya dia mudah mengerti, mungkin saja saat ini dia mengetahui perasaan Rio kepada nya sejak dulu. Tapi dia bukan orang seperti itu, karena dia saja bahkan tidak mudah dekat dengan seseorang.


"Kenapa sikap Rio jadi berubah sih? Padahal kan bagus kalo aku punya teman lain selain dia. Kan dia sendiri yang bilang kalo aku harus punya teman di sekolah. Tapi kenapa dia malah ngelarang aku dekat sama Sean. Aku benar-benar gak ngerti apa yang dia pikirkan.


Hampir tiga puluh menit Lina duduk. Dia pum memutuskan untuk pulang kerumah. Saat berjalan menyusuri sisi taman, dia melihat seorang pria yang berjongkok sambil memberi makan sesekor kucing dan sesekali pria itu mengelus kepala kucing itu. Dia merasa kenal dengan pria itu, Ia pun menghampiri pria yang membelakangi nya itu untuk memastikan lebih jelas. Dan dia terkejut bahwa ternyata pria itu adalah Sean.


"Sean..." ucap Lina terkejut


Sean yang mendengar ada yang menyebut nama nya pun berbalik melihat ke arah orang tersebut. Dan ternyata orang yang memanggil nya itu adalah orang yang dia pikirkan sedari tadi.


"Lina.."


...

__ADS_1


__ADS_2