
Keesokan hari
"Ma, Lina berangkat dulu ya." pamit Lina sambil membuka pintu kepada Ibu nya
"Iya hati-hati Lin." balas mama nya
Setelah pamit kepada Ibu nya, saat Lina menutup pintu rumah nya. Dia melihat seorang pria yang sedang menunggu seseorang dengan motor sport hitam milik nya.
"Hai Lin, gimana kabar kamu?" sapa pria itu
"Kabar ku baik. Kamu ngapain pagi-pagi kerumah ku?" tanya Lina balik
"Aku cuma ingin jemput kamu." jawab pria itu yang tidak lain adalah Rio.
Rio memang sengaja berniat untuk menjemput Lina agar berangkat sekolah bersama nya.
"Aku bisa naik bis."
"Gak usah naik bis. Hari ini kamu sama aku aja berangkat nya. Kan kemarin kamu udah nolak untuk aku anterin pulang."
"Ya udah deh."
"Ayo buruan naik."
Lina pun menaiki motor Rio dan melaju lah mereka pergi ke sekolah.
Tidak beberapa lama tiba lah mereka di sekolah. Rio memarkirkan sepeda motor nya di parkiran.
"Aku harap aku bisa satu kelas sama kamu." ucap Rio kepada Lina sambil melepaskan helm nya
"Aku harap juga gitu." balas Lina
"Berarti kamu emang mengharap kan aku supaya ada di dekat kamu ya haha." tawa Rio kepada Lina
"Bukan nya gitu. Kan semenjak SMA kita gak pernah duduk satu kelas. Pasti beda kelas terus."
"Benar juga katamu. Tapi kamu beneran mengharap kan aku biar ada disisi mu kan." ucap Rio sambil meledek Lina
"Udah ah, apaan sih."
Gelak tawa Rio yang sangat suka merayu Lina. Tanpa mereka sadari sedari tadi terlihat seorang Pria yang melihat kedekatan mereka sejak di area parkir tadi.
Di Tempat Pengumuman
Terlihat para siswa dan siswi yang sedang berkumpul untuk melihat dimana mereka kelas mereka selanjut nya.
"Vin, lo terdaftar di kelas mana?." tanya Sean
__ADS_1
"Lo tanya sama gue atau tanya Kevin sih." jawab Alvin
"Gue tanya sama lo lah."
"Haha, lo sih bikin bingung kita aja." ucap Kevin
"Kan lo tau sendiri nama gue sama Kevin itu akhiran nya sama. Jadi kalo manggil itu jangan Vin." ucap Alvin menjelaskan.
"Kenapa sih nama akhir kalian bedua harus sama. Bikin susah aja." kesal Sean
"Kalo iri mah bilang." ucap Alvin sengaja membuat Sean kesal
"Sudah ah, nanti ada singa yang ngamuk." timpal Kevin
"Rese lo pada."
"Udah deh. Emang nya lo terdaftar di kelas mana Sean?" tanya Kevin kepada Sean
"Gue pindah ke kelas 3A."
"Whatt?" teriak Alvin
"Emang nya kenapa?" tanya Sean
"Berarti kita gak satu kelas dong." jawab Alvin
"Nama gue sama Alvin terdaftar di kelas 3C. Lo aja yang beda dari kami." timpal Kevin
"Sialan lo." kesal Sean
"Bleh bleh hahahaha." tawa Alvin mengejek Sean yang semakin membuat Sean kesal mengejar Alvin yang berlari menjauhi Sean
Sedangkan Rio yang telah melihat pengumuman itu dengan Lina menjadi tidak semangat.
"Kenapa selalu gini sih. Kok malah di kelas 3C." ucap Rio yang terlihat kesal
"Sabar, mungkin memang bukan takdir kamu kali." senyum Lina menepuk bahu Rio
"Tapi aku pengen banget satu kelas sama kamu Lin." ucap Rio sendu
"Emang nya kalo kamu satu kelas sama aku kamu mau apa?" tanya Lina ke Rio
"Setidaknya aku bisa terus memperhatikan kamu Lin." batin Rio
"Aku kan sahabat kamu. Jadi wajar lah kalo aku ingin selalu dekat kamu." ucap Rio kepada Lina
"Hampir tiap hari kamu deketin aku. Kurang apalagi sih."
__ADS_1
"Ya kurang lah. Kalo kamu kenapa napa disana gimana. Kan gak ada aku disana yang jagain kamu."
"Aku udah biasa sendiri. Jadi kamu gak usah khawatir. Udah ah, aku mau ke kelas dulu."
"Ya udah. Nanti pulang nya sama aku lagi kan?"
"Liat aja nanti." balas Lina sambil berlalu meninggalkan Rio untuk pergi ke kelas nya.
Lina masuk ke kelas nya dan memilih tempat duduk di dekat jendela agar ia lebih leluasa dan santai.
Sedangkan Sean yang baru saja masuk kedalam kelas justru disambut tiga orang gadis. Mereka adalah Laras, Susi, dan Putri.
Laras memang dari pertama masuk SMA sudah tertarik dengan Sean. Apalagi saat itu Sean lah yang menolong nya saat dia terjatuh didorong oleh seseorang ke kolam renang saat pelajaran olahraga pertama mereka. Saat itu kaki Laras sangat keram sehingga dia tidak bisa berenang. Dan disaat itulah Sean melompat untuk menolong Laras yang hampir saja tenggelam. Semenjak saat itulah Laras sangat menyukai Sean, bahkan dia sangat tergila gila kepada Sean.
"Hai Sean." ucap Laras tersenyum memandang Sean. Dan Sean hanya membalas nya dengan anggukan.
"Emm, akhir nya kita sekelas yang sama lagi Sean. Aku senang banget Sean." ucap nya lagi
Sean yang sedari tadi tidak menghiraukan omongan Laras dan lebih fokus melihat seorang gadis yang duduk di dekat jendela sedang membaca buku.
"Minggir, gue mau lewat." ucap Sean dingin kepada mereka
Mereka bertiga yang menghalangi Sean pun langsung menghindar membiarkan Sean untuk lewat.
Sean pun langsung berlalu dan memilih untuk duduk di belakang seorang gadis yang dia perhatikan sedari tadi.
Sean duduk di tempa nya dan terus memandang ke arah gadis tersebut.
Sedangkan gadis tersebut sama sekali tidak peduli akan kehadiran Sean dan terus sibuk membaca buku nove nya.
"Gak nyangka gue bakal sekelas yang sama dengan dia." batin Sean yang terus melihat gadis itu
"Ehemm..Lo lagi ngapain?" tanya Sean kepada gadis itu yang tidak lain adalah Lina.
Sedangkan Lina sama sekali tidak menghiraukan pertanyaan Sean.
"Sudah tau masih nanya." batin Lina tidak peduli
"Sial banget nih cewek. Dimana-mana kalo cewek gue ajakin ngomong pasti langsung direspon cepat. Bahkan malah mereka duluan yang ngajakin gue ngomong." batin Sean
Laras yang sejak tadi memlerhatikan apa yang Sean lakukan merasa kesal terhadap Lina.
"Berani banget tuh si cupu deketin Sean gue. Sean itu cuma milik gue, gak bakalan gue biarin cewek manapun deketin Sean." ucap nya dalam hati
Lina yang merasa diberi tatapan tajam oleh Laras masih tetap fokus membaca novel nya seakan akan dunia hanya milik nya seorang diri.
..
__ADS_1
Jangan lupa like and komentar nya ya.
Maaf kalo dalam pengetikan masih banyak ada kesalahan