
Setelah kejadian malam itu, pagi-pagi sekali Sean sudah bersiap untuk berangkat ke sekolah. Dia bangun lebih awal dari biasa nya karena Ia tidak ingin berpapasan dengan orang tua nya apalagi dengan Papa nya saat turun ke bawah nanti.
Setelah selesai bercermin, dia pun turun kebawah dan tidak melihat orang tua nya berada disana.
"Tuan Muda tidak sarapan dulu?" Tanya seorang pelayan wanita yang melihat nya.
"Tidak, Sean sarapan nya nanti di sekolah." Jawab Sean kepada pelayan wanita itu
Sean pun memasuki mobil nya dan menjalankan nya menuju ke sekolah. Setelah sampai di sekolah, Ia memarkirkan mobil nya dan berjalan menuju ke kelas nya.
Setibanya di kelas, dia melihat belum ada para murid yang datang selain dirinya. Dia menuju tempat duduk nya, tidak beberapa lama dia duduk. Tibalah sosok seorang gadis yaitu Lina yang masuk ke kelas tersebut.
"Ehem."
Lina yang mendengar suara Sean tidak mempedulikan nya sama sekali.
"Lina, lo gak lupa kan kalo hari ini kita harus ke perpus untuk mengambil buku Sosiologi sebelum jam pelajaran pertama dimulai." Ucap Sean kepada Lina.
"Hmm." Balas Lina cuek
"Ya udah ayo buruan."
"Kamu gak lihat kalau aku sedang sibuk. Lagian aku baru aja sampai ke kelas."
"Lo gimana sih. Sebagai wakil gue lo harus nurutin apa yang gue bilang."
"Berisik." ucap Lina kesal
"Ya udah ayo." ajak Sean lagi
Lina yang sudah kesal karena Sean terus mengganggu nya. Akhirnya Ia pun berdiri dari kursi nya.
"Udah ayo buruan." ucap Lina yang berjalan lebih dulu melalui Sean
Sean yang melihat itu pun tersenyum karena telah berhasil membuat Lina kesal.
Sean mengikuti Lina dari belakang menuju perpustakaan.
"Jangan cepat-cepat jalan nya." Ucap Sean kepada Lina
"Kan kamu sendiri yang bila kalau kita harus segera mengambil buku nya sebelum jam pelajaran pertama dimulai." Balas Lina
"Tapi gak kaya gini juga."
"Kamu itu orang nya gak bisa jaga omongan mu sendiri ya."
"Iya maaf. Lo sendiri sih sibuk banget baca movel. Baru datang sudah baca asyik sibuk dengan dunia nya sendiri."
"Emang nya ada urusan nya sama kamu."
"Ya gak ada sih. Tapi setidak nya kalo ada yang ngajakin ngomong kamu harus lihat siapa orang nya."
"Itu urusan aku bukan urusan kamu."
__ADS_1
"Ini cewek dibilangin malah jawab terus. Tapi lucu juga sih ngeliat muka kesal dia gara-gara gue." Batin Sean sambil tersenyum
"Ngapain kamu senyum-senyum?" Ucap Lina yang melihat senyum Sean.
"Gak kok, siapa juga yang senyum."
Lina yang mendengar jawaban Sean hanya mengelengkan kepala nya.
Sesampai nya di perpustakaan, mereka langsung mencari buku Sosiologi itu.
Setelah menemukan buku tersebut mereka pun mengambil buku tersebut sesuai dengan jumlah murid yang ada di kelas nya.
Setelah selesai mereka membawa buku itu ke ruang kelas nya dan melihar kalo di kelas mereka sudah banyak murid-murid yang sudah datang. Mereka membagikan buku tersebut ke atas meja masing-masing.
Tidak beberapa lama bunyi bel berbunyi pertanda bahwa pelajaran pertama pun dimulai. Terlihat seorang guru wanita memasuki ruang kelas mereka.
"Baiklah, kita mulai pelajaran hari ini sekarang." ucap guru itu
Pelajaran dimulai dengan hening, mereka masin-masing melihat ke arah buku sesuai dengan yang dijelaskan oleh guru tersebut.
Setelah beberapa lama bel pertanda istirahat pun berbunyi. Guru tersebut merapihkan buku nya dan keluar dari ruang kelas tersebut.
Laras pun menghampiri Sean
"Sean, kita ke kantin yuk." ajak Laras kepada Sean.
"Gue lagi nunggu teman gue." ucap Sean malas.
"Rio, ngapain kamu kesini?" tanya Lina
"Aku mau ngajakin kamu ke kantin." balas Rio tersenyum ke Lina
Sean yang melihat itu semua pun entah kenapa mulai merasa kesal.
"Ya udah ayo." ajak Rio
Rio dan Lina pun meninggalkan Sean yang kesal mereke kepergian mereka berdua.
"Kenapa gue merasa kesal melihat kedekatan mereka." ucap Sean dalam hati
"Sean, kamu kenapa dari tadi kaya gak senang gitu?" tanya Laras
"Lo kenapa masih disini sih. Mending lo pergi aja duluan sama teman-teman lo."
"Aku mau nya bareng sama kamu."
"Gue kan udah bilang kalo gue nunggu teman gue."
"Tapi kan teman kamu aja belum ada yang datang kemari. Mending kamu sama aku aja." ajak Laras lagi
"Benar juga kata Laras. Daripada gue sendiri ke kantin mending gue sama laras aja."
"Ya udah ayo."
__ADS_1
Sean dan laras pun pergi ke kantin dan tidak sengaja dia melihat Alvin dan Kevin yang sedang asyik menikmati makanan dihadapan mereka.
"Ohh jadi gini ya makan gak ngajak-ngajak gue." ucap Sean kepada mereka
"Maaf, soalnya malas gue datang ke kelas lo." ucap Alvin yang masih sibuk memakan bakso nya
"Alasan lo."
"Ehh ada Laras. Lo kemari sama Sean?" tanya Kevin kepada Laras yang melihat Laras ada disebelah Sean.
"Iya, gue lagi nemenin Sean." jawab Laras tersenyum ke arah mereka
"Alvin, lo sana beli kan gue bakso." ucap Sean kepada Alvin
"Kenapa jadi gue? Kenapa gak Kevin aja yang lo suruh."
"Karena lo yang paling bikin gue kesal."
"Gak mau gue. Lo aja sana sendiri."
"Oke, tapi lo jangan ikut gue lagi."
"Bikin emosi lo. Ya udah gue beli kan." ucap Alvin beranjak dari duduk nya
Laras yang hanya diam melihat mereka berdebat hanya tersenyum saja. Tidak sengaja Laras melihat Lina yang sedang membawa sebuah makan dipiring nya datang ke arah nya. Dia pun tersenyum licik merencanakan sesuatu.
Ketika Lina ingin menuju ke tempat Rio berada tiba-tiba saja ada yang mengahalangi jalan nya sehingga dia pun terjatuh hingga makanan yang dipegang nya terjatuh hingga meningalkan bunyi. Semua murid yang ada di kantin itu pun langsung melihat kejadian tersebut.
"Aww.."
Sean yang melihat kejadian tersebut langsung mengahampiri Lina.
"Lo gak apa-apa kan?" tanya Sean kepada Lina sambil berusaha membantu Lina berdiri.
Sedangkan disisi lain, Rio yang baru saja melihat kejadian tersebut menjadi panik dan menghampiri Lina sambil memegang bahu Lina.
"Kamu gak apa-apa kan? Apa ada yang luka?" tanya Rio panik
"Aku gak apa-apa kok." balas Lina ke Rio sambil tersenyum.
"Kenapa bisa sampai kaya gini sih."
"Udah lah kita keluar aja dulu."
Rio pun mengajak Lina keluar dari kantin. Sean sedari tadi hanya bisa diam melihat mereka.
Laras yang melihati Sean begitu khawatir kepada Lina menjadi kesal. Karena rencana nya ingin membuat malu Lina dihadapan Sean justru malah sebaliknnya Sean khawatir terhadap Lina.
"Sialan awas aja lo." batin Laras
Kevin yang melihat kejadian barusan melirik ke arah Laras. Seakan-akan dia tau penyebab Lina terjatuh.
...
__ADS_1