Meluluhkan Hatimu

Meluluhkan Hatimu
BAB 15


__ADS_3

Ketegangan terjadi di apartemen itu. Sean menatap Alvin dengan penuh emosi.


"Lo kenapa jadi emosi sih." ucap Alvin yang bingung dengan sikap Sean hari ini.


"Lo tuh kalo punya mulut dijaga. Pake acara bilang gak guna segala lagi." ucap Sean sarkas


"Gue kan bicara soal fakta. Lo aja kalo didekati sama cewek lain selalu aja menghindar. Tapi kenapa Lo malah dekat saka si cupu itu. Aneh Lo.." timpal Alvin


"Gue kan sudah bilanng. Jangan sembarangan nyebut nama dia. Dia itu punya nama, nama nya Lina. Jangan asal sebut."


"Santai aja kali. Gak usah marah-marah, nanti cepat tua Lo." ucap Alvin dengan santai nya


Kevin yang melihat itu hanya diam menatap ke arah mereka berdua.


"Dasar ****, sudah tau Sean marah tapi malah sok santai begitu. Aduh, bisa berantakan nih kamar. Maka Sean kalo marah ngeri banget."


"Sekali lagi gue bilang ya. Jangan pernah menjelekkan nama dia atau menyebut dia Si Cupu. Kalo sampai gue dengar hal itu dari kalian awas aja nanti."


"Lo kena sih jadi gini. Hanya karna dia Lo jadi marah ke gue. Gue ini teman Lo, daripada dia gue lebih tau banyak tentang Lo."


"Kalo Lo teman gue bukan berarti Lo bisa bersikap seenak nya ke gue. Nyesal gue kemari." ucap Sean beranjak membuka pintu pergi meninggalkan mereka berdua


"Itu anak kenapa sih jadi kaya gitu."


"Lo nya aja yang gak bisa baca situasi. Tau aja Sean lagi emosi karena Lo, tapi malah Lo tambahi emosi nya. Kurang peka Lo jadi orang." timpal Kevin


"Kenapa jadi gue yang disalahkan. Dia nya aja yang gak bisa nahan emosi. Gue itu kan berbicara sesuai fakta."


"Maka nya lain kali kalo punya mulut itu dijaga." ucap Kevin yang kembali sibuk memainkan ponsel nya


"Pokok nya Lo harus minta maaf besok sama dia." ucap nya lagi


"Hmm.."


Di perjalalan Sean masih terlihat emosi. Entah kenapa dia tidak suka mendengat kalau ada orang yang bilang bahwa Lina adalah cewek cupu dan bahkan tidak guna.


"Kenapa gue jadi terbawa emosi sih. Aahh sial." ucap nya memukul stir kemudi mobil nya.


Sean melajukan mobil nya dengan kecepatan penuh menuju rumah nya. Setiba nya dihalaman rumah, Sean langsung memarkirkan mobil nya dan setelah itu di masuk kedalam rumah nya. Saat ingin menaiki tangga tiba-tiba ada seseorang yang menegur nya.


"Ehemm dari mana kamu?" tanya orang itu

__ADS_1


Sean yang mendengar suara itu pun berbali badan menhentikan niat nya untuk ke kamar nya.


"Kenapa Tante disini?" tanya Sean kepada wanita itu yang tidak lain adalah Widya


Widya memang sengaja ingin berkunjung ke rumah kediaman Wilbert karena dia sudah lama tidak berkunjung. Sekalian dia ingin melihat Sean, seperti apa keponakan nya saat ditinggal kan orang tua nya dirumah.


"Tante hanya ingin melihat bagaimana keadaan rumah ini, sudah lama kan aku tidak kesini."


"Ohh..."


"Kenapa wajah mu seperti itu? Seakan akan ada yang sengaja membuat mu kesal." tanya Widya yang memperhatikan raut tidak senang di wajah Sean


"Gak ada apa-apa." balas Sean mengelak


"Terus tadi kamu dari mana?


"Dari rumah teman. Tante kapan datang?"


"Tante tadi datang sekitar jam 15.00 . Tapi kata Bi Marry kamu gak ada dirumah. Kata nya kamu lagi jalan sama teman kamu."


"Iya, tadi Sean emang bila ke bibi mau kerumah Teman. Terus Bi narry nya kemana?" tanya Sean karena sejak dia masuk ke rumah Dia belum melihat Marry.


"Tumben nih anak mencari Bi Marry. Biasanya malah tidak peduli dengan orang-orang di rumah nya." batin Widya


"Ngapain Bibi Marry kesana?"


"Tante gak tau. Mungkin lagi membersihkan halaman belakang rumah."


Sean duduk di sofa bersama Widya dihadapan nya. Widya memperhatikan apa yang telah berubah dari Sean sejak hari itu. Karena saat dia baru saja datang kerumah dia langsung bertanya tentang Sean kepada Marry."


Flasback On


Mobil Audi Merah memasuki kediaman Keluarga Wilber. Turunlah seorang wanita dengan gaya modis nya keluar dari mobil yang diyakini milik wanita itu. Wanita itu pun mengetuk pintu dihadapan nya dan masuk kedalam rumah itu. Di dalam rumah dia sambut oleh Marry dan pelayan lain nya.


"Selamat datang nyonya Widya." ucap serempak pelayan itu.


"Sean ada dirumah Bi?" tanya Wanita itu kepada Bibi Marry


"Tuan Sean gak ada dirumah. Tadi beliau pergi keluar."


"Kemana?" tanya Widya lagi sambil duduk di sofa ruang keluarga itu.

__ADS_1


"Kata Tuan Sean sih dia pergi ke tempat teman nya yang bernama Alvin kalo Bibu gak salah dengar"


"Ohh begitu ya. Kabar nya Sean baik-baik aja kan?"


"Iya nyonya, Tuan Sean keadaan nya baik-baik saja. Tapi kemarin ada yang aneh nyonya."


"Apa yang aneh Bi? Coba bibi katakan."


"Kemarin saat bibi lagi menyiram tanaman Tuan Sean tiba-tiba datang dari lari pagi nya, terus Tuan Sean memanggil saya. Saya kira saya salah dengar, tapi malahan justru Tuan Sean meminta maaf kepada Saya karena atas sikap nya yang kurang mengenakan selama ini. Dan lagi Tuan Sean berjanji bahwa dia akan berubah menjadi yang lebih baik lagi dan akan mulai terbuka tentang masalah nya ke orang rumah. Saya juga gak nyangkan Tuan Sean bersikap seperti itu kemarin." jelas Marry


"Memang nya dia habis pulang darimana Bi?"


"Kemarin Tuan Sean pergi lari pagi. Habis itu ternyata dia gak pulang seperti biasanya. Waktu Bibi tanya dia bilang habis jalan sama teman nya."


"Teman nya itu Alvin?" tanya Widya lagi


"Bukan, tapi katanya sih seorang perempuan."


"Bibi tau siapa nama wanita itu?"


"Bibi gak tau, soalnya Tuan Sean gak pernah bilang. Tapi bibi rasa karena wanita itu lah Tuan Sean jadi berubah."


"Ohh kalo gitu yaudah bi."


"Saya buatkan minuman dulu ya." ucap Marry undur diri untuk membuatkan minuman Widya


"Aku penasaran siapa yang bisa membuat Sean berbuah menjadi seperti itu. Apalagi yang ku dengar Sean tidak suka dekat dengan wanita." batin Widya penasaran.


Flasback Off


"Ohh iya, kata mama kamu kemungkinan mereka agak lama berada di sana. Kak Liliana mengkhawatirkan keadaan anak nya. Oleh sebab itu Tante kemari mau lihat bagaimana keadaan anak kesayangan nya itu."


"Benarkah?"


"Iya, kak Liliana nelpon Tante katanya Sean gak mau ngangkat telpon dari nya. Jadi nya dia cemas karena kamu gak mengangkat telpon dari nya."


"Nanti bakalah Sean telpon balik."


"Bagus lah kalo gitu. Yaudah kamu kalo mau ke kamar pergi aja."


Sean pun meninggalkan Widya menuju ke kamar nya, disana dia langsung menjatuhkan dirinya di kasur king size nya.

__ADS_1


...


__ADS_2