
Di kursi taman sekolah
"Kenapa kamu jadi sampai jatuh sih?" tanya Rio kepada Lina
"Aku gak tau, tapi pas aku jalan tiba-tiba kaya ada yang nyenggol kaki aku dengan sengaja supaya aku jatuh."
"Siapa yang berani ngalakuin itu ke kamu. Sialan banget tuh orang."
"Kamu tenang, jangan emosi. Lagian hal kaya gini sudah sering terjadi. Jadi udah biasa bagiku."
"Tapi tetap aja kan. Aku gak terima kalo kalo kamu disakiti." Ucap Rio lirih
"Aku gak apa-apa kok. Udah dong jangan emosi."
"Hari ini kamu harus pulang sama aku."
"Iya.."
Bel pertanda bahwa istirahat akan segera berakhir pun berbunyi.
"Aku masuk ke kelas dulu ya." ucap Lina kepada Rio
Mereka pun memasuki ke kelas mereka masin-masing.
"Lo baik-baik aja kan?" tanya Sean kepada Lina yang baru saja duduk di tempat nya.
"Iya aku baik-baik aja." balas Lina
Setelah hampir seharian mereka di sekolah akhir nya bel pertanda bahwa jam pelajaran untuk hari ini telah berakhir.
Para murid pun berkemas untuk segera pulang.
Sean melajukan mobil nya kembali kerumah nya. Setiba nya disana dia tidak melihat mobil yang biasa nya di gunakan oleh orang tua nya.
"Kemana mereka?" tanya nya yang baru saja memasuki rumah.
"Tuan Hans dan Nyonya Liliana sedang melakukan perjalanan bisnis. Ada masalah yang harus diselaikan di Amerika Tuan." balas pelayan itu yang bernama Marry.
"Berapa lama mereka pergi?"
"Saya tidak tau tuan."
"Kapan merek berangkat?" tanya Sean lagi
__ADS_1
"Pagi tadi setelah tuan Sean berangkat ke sekolah, tidak beberapa Tuan dan Nyonya langsung berangkat ke Bandara."
"Ya sudah kalo gitu."
"Iya tuan."
Sean menaiki tangga menuju kamar nya. Sesampai nya di kamar dia lansung mandi untuk membersihkan dirinya. Setelah selesai mandi dia pun menjatuhkan dirinya di tempat tidur.
"Kenapa gue jadi kepikiran wanita itu sih. Dan lagi kenapa dia tiba-tiba jatuh. Yang bikin gue kesal kenapa dia dekat banget sih sama Rio. Apa mereka pacaran ya, tapi gak mungkin. Yang gue dengar mereka cuma teman."
"Tuan muda, ada telpon dari Nyonya." ucap Marry mengetuk pintu kamar milik Sean
"Hallo ada apa ma?" tanya Sean
"Sean, maaf ya mama baru bilang kalo mama harus pergi ke Amerika hari ini karena ada sedikit masalah disana."
"Iya.."
"Kamu gak marah kan?"
"Gak lagian Sean sudah terbiasa."
"Sekali lagi mama minta maaf."
Sean pun menutup panggilan tersebug dan menyerahkan telepon tersebut ke Marry.
Sedangkan di sebuah apartemen terlihat seorang pria yang sedang melihat suatu foto seorang anak kecil yang sedang asyik bermain pasir bersama teman wanita nya. Dan pria tersebut tidak lain adalah Rio.
"Aku gak akan pernah membiarkan kamu terluka. Aku sayang banget sama kamu, aku gak ingin kamu kenapa napa. Aku ingin kamu selalu tersenyum. Dan aku ingin lebih dekat lagi denganmu.
Aku mencintai mu, tapi aku terlalu takut untuk bilang. Aku takut kamu bakal nolak dan mulai ngejauh dari aku. Mungkin memang lebih baik kita tetap kaya gini, setidak nya aku bisa terus dekat sama kamu.
Keesokan Pagi
Sean baru saja bangun dari tidur nya. Dia melihat jam di Handphone nya yang menunjukkan sudah jam 7 lewat 30 menit. Dia pun beranjak dari kamar nya untuk mandi.
Pagi ini merupakan hari minggu, Sean berencana pagi ini akan pergi keluar untuk lari pagi. Setelah sekitar 30 menit dia keluar dari kamar mandi dan memakai pakaiannya.
Dia pun keluar dari kamar nya memakai pakaian training nya ke lantai bawah menuju dapur untuk mengambil sepotong roti dan memakannya.
Setelah itu dia pun keluar dari rumah nya dan memulai lari pagi nya.
Sedangkan di tempat lain terlihat Lina yang sedang duduk bersantai di sebuah kursi taman sambil membaca buku novel nya. Disana dia melihat seekor kucing kecil yang sangat lucu menghampirinya, Ia pun berjongkok untuk mengelus kepala kucing kecil itu.
__ADS_1
"Kalo lo suka kenapa gak dibawa pulang aja?" ucap seorang pria yang melihat nya sedang keasyikan mengelus kucing tersebut.
Lina pun melihat siapa orang yang telah berbicara tadi.
"Kenapa?Apa aku salah bicara?" ucap pria itu lagi
"Kamu ngapain disini, Sean?"
"Aku cuma kebetulan lewat gak sengaja lihat lo yang sedang asyik bermain dengan seekor kucing kecil. Kenapa gak sekalian lo bawa kerumah, setidak nya kan lo bisa megang dia setiap saat." ucap Sean sambil duduk di kursi yang tadi di tempati oleh Lina.
"Aku gak bisa."
"Kenapa?"
"Karena mama aku gak suka sama kucing. Lebih tepat nya alergi." balas Lina yang duduk disebalah Sean
"Ohh, jadi mama lo alergi sama kucing. Itu sebab nya lo gak bisa melihara kucing dirumah lo."
"Iya.."
"Lo ngapain sendirian duduk di tempat ini?" tanya nya memandan Lina
"Aku tadi habis jalan-jalan aja. Aku bosan dirumah jadi aku mau keluar rumah sambil menikmati pemandangan yang ada. Kalo kamu kenapa ada disini?"
"Biasa, gue lagi lari pagi. Supaya badan gue tetap bugar. Ohh iya, lo kemarin saat jatuh di kantin kejadian nya gimana sih bisa kaya gitu?"
"Kemarin aku gak hati-hati, itu sebab nya aku jadi terjatuh."
"Tapi yang gue tau lo gak mungkin bisa jatuh sendiri. Kaya ada yang sengaja membuat lo jatuh gitu, karena menurut gue lo gak mungkin sembrono kaya gitu.
"Kalo ada yang sengaja membuat aku jatuh hingga dipermalukan mungkin itu sudah biasa."
"Hah?" tanya Sean bingung menatap Lina
"Aku juga bingung kenapa dari dulu mereka suka membully murid yang menurut mereka gak sama dengan level mereka. Aku gak pernah punya salah ke mereka, tapi terkadang mereka justru suka mengejek aku. Apa karna aku gak secantik mereka?Apa karena aku cupu itu sebab nya mereka bersikap seperti itu ke aku." ucap Lina lirih
Sean yang mendengar penjelasan hanya bisa memandang Lina dengan tatapan iba.
"Menurut gue lo cantik kok." ucap Sean tanpa sadar yang membuat Lina menatap nya.
"Kamu bilang apa tadi?" tanya Lina memastikan apa yang baru saja di ucapkan oleh Sean
...
__ADS_1