Meluluhkan Hatimu

Meluluhkan Hatimu
BAB 14


__ADS_3

Masih dikediaman rumah Lina.


"Ini untuk aku kan?" tanya Lina kepada Sean


"Tentu saja untuk kamu. Memang nya untuk siapa lagi."


"Tapi kamu darimana mendapatkan buku ini?"


Flasback On


Setelah kepergian Lina meninggalkan Sean yang masih berdiri di tempat toko buku. Sean pun menelpon seseorang.


"Hallo Tuan Muda.." ucap orang yang baru saja dia telpon


"Ada perlu apa Tuan menelpon?" ucap nya lagi


"Aku ingin Paman mencarikan sesuatu untuk ku."


"Apa itu?"


"Aku ingin Paman mencari tau dimana seseorang yang menjual buku yang berjudul The Dead. Pokok nya paman harus mencari buku tersebut sampai ketemu."


"Tidak biasanya Tuan Muda Sean tertatik dengan sebuah buku seperti itu." ucap orang itu dalam hati


"Paman mengerti kan?"


"Baik, akan saya lakukan Tuan."


"Oke kalo begitu kabari Sean kalo sudah menemukan buku tersebut."


"Iya Tuan. Nanti akan saya hubungi Tuan kalo sudah saya temukan buku tersebut."


Sean pun menutup panggilan tersebut dan pulang kerumah nya.


Tiga jam kemudian telpon Sean berbunyi.


"Hallo, apa Paman sudah menemukan buku itu?"


"Iya, saya sudah menemukan buku tersebut."


"Kalo gitu tolong antarkan buku itu kerunah."


"Baiklah.." ucap nya memutus panggilan tersebut.


Tidak beberapa lama orang yang disebut Paman oleh Sean tadi sudah tiba dikediaman Wilbert. Dia masuk kerumah dan langsung menyerahkan buku yang dimaksud tadi ke Sean.


"Oke good." ucap Sean menerima buku tersebut."


Orang itu pun pamit untuk pergi meninggalkan kediaman keluarga Wilbert.


Sean memasuki kamar nya dan menjatuhkan dirinya kasur king size nya. Dia terus menatap buku tersebut dengan senyuman nya.


Flasback Off


"Rahasia.." ucap Sean membalas pertanyaan Lina tadi


"Jadi yang ingin kamu bicarakan dan ingin kamu berikan tadi adalah tentang buku ini?"


"Tepat sekali. Aku memang mau memberikan buku itu, apalagi kan kamu kelihatan sangat menyukai cerita yang ada dibuku itu. Maka nya aku ngajak kamu untuk pulang sama aku aja."

__ADS_1


"Sekali lagi makasih Sean. Aku senang banget bisa menemukan buku ini."


"Iya..kalo gitu kamu masuk sana kedalam rumah."


"Hmm iya, sekali lagi makasih ya." ucap Lina dengan senyuman manis nya


Sean hanya menganggukan kepala nya dengan senyuman nya.


"Kalo gitu aku pulang dulu."


"Iya, hati-hati."


Sean pun masuk ke mobil nya dan berlalu meninggalkan rumah Lina. Setelah mobil Sean tidak terlihat lagi Lina pun masuk ke dalam rumah nya.


"Lina.." tegur mama nya yang baru saja melihat Lina masuk kedalam rumah


"Iya, kenapa Ma?"


"Kamu diantarkan pulang sama siapa tadi?" tanya mama nya penasaran. Karena sejak tadi dia melihat Lina yang berbicara dengan seorang pria yang tidak dikenal nya. Dan lagi dia tau kalo Lina tidak pernah bawa seorang teman cewek atau cowok kerumah nya selain Rio.


"Itu tadi teman sekelas Lina ma."


"Benarkah? Nama nya siapa?" tanya Hani lagi kepada anak gadis nya itu


"Dia Sean Ma."


"Ohhh, terus kenapa dia tadi mengantarkan kamu pulang?"


"Ada yang ingin dia bicarakan. Jadi dia sekalian nganterin Lina pulang."


"Mama kira dia pacar kamu. Soalnya kan jarang kamu bawa pulang teman apalagi seorang cowok."


"Dia anak nya tampan, pasti disekolah banyak yang naksir sama dia. Benarkan kata mama?"


"Iya, Sean memang jadi incaran para wanita di sekolah."


"Kamu suka sama dia?"


"Mama apaan sih dari nanya dia terus."


"Mama kan cuma pengen tau aja. Apalagi dia kan cowok nya punya wajah yang ganteng banget. Kali aja kamu suka." ucap Mam nya senyum-senyum sendiri


"Udah ah Ma. Aku mau mandi dulu. Tapi ongomong-ngomong Ayah dimana?"


"Ayah kamu tadi ada urusan sebentar dirumah sakit."


"Oohhh.."


Lina pun berlalu menuju kamar nya meninggalkan mama nya.


Di Kediaman Keluarga Wilbert


Terlihat mobil Sean yang baru saja tiba ke halaman rumah nya.


Dia pun memarkir kam mobil nya dan masuk kedalam rumah. Di dalam dia melihat Bibi Marry yang sedang bersih-bersih mengelap meja diruang tamu.


"Bi Marry.." sapa Sean menghampiri


"Ohh Tuan Sean sudah pulang." ucap Bi Marry

__ADS_1


"Bibi jangan manggil Sean dengan sebutan Tuan lagi Bi. Panggil dengan nama Sean aja Bi."


"Iya, maaf Bibi lupa. Sean mandi dulu sana, nanti bibi siapkan makanan di meja."


"Gak usah Bi. Sean cuma mau mandi aja, bibi gak usah menyiapkan makanan. Soalnya Sean mau pergi keluar sama Alvin dan Kevin."


"Ohh gitu. Ya udah Sean mandi aja sana. Kalo ada perlu apa-apa panggil aja bibi."


"Oke Bi."


Sean menaiki tangga menuju kamar nya. Setelah tiba dikamar dia pun masuk kemar mandi untuk membersihkan tubuh nya.


Setelah beberapa menit Sean keliar dai kamar mandi dan memakai pakaian nya. Setelah itu dia pun menuruni tangga untuk pergi bertemu dengan kedua teman nya.


"Bi Marry, Sean pergi dulu Bi." pamit Sean


"Iya, hati-hati.." balas Bibi Marry


Sean keluar dan menuju dimana mobil nya berada dan masuk kedalam mobil BMW hitam kesayangan nya tersebut. Setelah itu dia pun melajukan mobil nya meninggalkan rumah untuk pergi ke tempat Alvin.


Tidak beberapa lama Sean tiba di Apartemen Alvin. Dia mengetok pintu dan terbuka lah pintu yang dibuka oleh Alvin.


"Ayo masuk.." ucap Alvin


Sean masuk kedalam kamar Alvin dan disana dia melihat Kevin yang sedang duduk santai sambil memainkan ponsel nya.


"Udah lama Lo disini?" tanya Sean kepada Kevin


"Gak juga, gue baru juga datang tadi." balas Kevin


"Lo mau minum apa?" tanya Alvin


"Terserah Lo aja?" jawab Sean


Alvin pun membuatkan segelas kopi. Setelah itu dia pum menyajikan kopi yang telah dibuat nya tadi diatas meja.


"Ohhh iya, tadi kami waktu pulang sekolah gak sengaka liat Lo sama cewek." ucap Alvin


"Terus apa masalah nya?" tanya Sean


"Yang jadi masalah nya. Lo tadi lari-lari bahkan gak menyapa kami eh ternyata mau nemuin cewek cupu itu."


"Ada perlu apa sih Lo sama dia?" tanya Kevin yang juga penasaran.


"Bukan urusan kalian."


"Kita kan cuma mau nanya."


"Jadi kalian nelpon gue supaya datang kemari hanya untuk menanyakan hal itu?"


"Ya kan gue penasaran. Apalagi orang yang Lo temuin itu si Cewek cupu. Gak guna banget Lo nemuin dia."


"Jaga mulut Lo. Dia itu punya nama, bukan asal panggil nama dia." ucap Sean emosi mendengar ucapan yang baru saja diucapkan oleh Alvin.


Kevin yang melihat itu hanya diam. Dia bingung kenapa Sean harus marah hanya karena Alvin menyebut tentang Lina.


Ketegangan terjadi apartemen itu. Sean manatap Alvin dengan penuh emosi.


...

__ADS_1


__ADS_2