
Masih di kelas 3A
Rio masih menatap tajam ke arah Sean, dan Sean tak kalah tajam menatap nya balik.
"Ada perlu apa kamu kesini?" tanya Lina yang membuat Rio mengalihkan pandangan nya dari Sean ke arah Lina.
"Aku cuma mau memberikan ini." ucap Rio memberikan bungkusan yang berisi roti dan sebotol air minum ke Lina
"Makasih, tapi kamu gak usah repot-repot datang kesini hanya untuk memberikan ini. Lagian tadi Sean sudah membelikan aku." ucap Lina tersenyum
"Aku gak merasa kerepotan kok. Kita kan sahabat, sudah sewajar nya seorang sahabat peduli kepada sahabat nya." ucap Rio dengan senyuman nya menatap Lina
"Iya, sekali lagi makasih."
"Hmmm..."
Rio pun berlalu meninggalkan kelas itu untuk kembali ke kelas nya. Karena dia tau bahwa pelajaran kedua akan segara dimulai, itu sebab nya dia tidak bisa lama-lama di kelas itu.
"Kelihatan nya dia sangat peduli, hingga dia datang kesini hanya untuk memberikan itu." ucap Sean
"Dia memang peduli ke aku. Karna dia sahabat ku."
Laras dan kedua teman nya yang baru saja menyelesaikan makan nya dikantin kembali ke ke kelas nya. Setiba nya di kelas dia melihat dimana Sean berada di depan Lina yang sedang berbicara berdua.
"Makin berani aja tuh cewek." ucap Putri yang ikut merasa jengah menatap Lina yang bersama Sean
Laras tidak menanggapi ucapan Putri dan berlalu duduk di tempat duduk nya. Putri dan Susi yang melihat hal itu tau kalo Laras saat ini sedang merasa cemburu.
Jam pelajaran kedua pun tidak lama berbunyi. Para murid yang telah selesai beristirahat pun masuk kembali ke kelas mereka masing-masing.
Selama hampir seharian mereka belajar disekolah. Akhir nya mereka bisa pulang kembali kerumah.
Lina mengemasi barang nya, Sean yang masih duduk dibelakang Lina belum beranjak dari tempat duduk nya. Dia masih memperhatikan Lina, dan ketika Lina sudah beranjak berdiri dari tempat duduk nya baru lah Sean ikut berdiri.
"Lin, kamu pulang nya sama aku." ucap Sean yang berjalan disamping Lina
"Gak usah. Aku gak enak sama kamu. Kamu kemarin udah memberikan buku buat aku dan lagi tadi kamu juga membelikan roti untuk aku. Aku merasa gak enak sama kamu." tolak Lina lembut
__ADS_1
"Kamu gak usah merasa gak enak ke aku. Lagian aku melakukan itu dengan tulus kok. Dan lagi kamu kan tadi berangkat sekolah nya sama aku, jadi aku juga yang harus mengantarkan kamu pulang."
"Tapi aku-"
Sean lebih dulu menarik tangan Lina untuk mengikuti nya menuju parkiran sekolah dimana mobil nya berada. Saat dia ingin membuka kan pintu mobil untuk Lina, Rio datang dan memegang tangan Lina.
Rio dan Sean saling menatap tajam. Lina yang berada di situasi itu pun melepaskan kedua tangan nya yang dipegang oleh Sean dan Rio.
"Lina, kamu harus pulang sama aku." ucap Rio
"Lina pulang nya sama gue. Karena dia udah janji mau pulang sama gue."
"Kapan aku pernah janji pulang sama kamu." batin Lina
"Lo jangan ikut campur deh. Lina itu harus pulang sama gue, kalo dia pulang sama Lo yang ada nanti orang tua nya khawatir."
"Khawatir apa nya? Emang nya Lo itu siapa dia?" ucap Sean tidak kalah tajam
"Gue sahabt nya. Sudah jadi tanggung jawab gue menjaga Lina dari orang seperti Lo." tunjuk Rio ke Sean
"Lo itu cuma sahabat nya. Bukan pacar nya, jadi Lo gak usah maksa dia buat pulang sama Lo."
Sean semakin emosi mendengar ucapan yang telah dilontarkan oleh Rio. Yang dikatakan oleh Rio memang sepenuh nya benar, kalo dia hanya orang baru di dalam hidup Lina tidak seperti Rio yang sudah sangat lama mengenal Lina. Tapi bukan berarti dia akan membiarkan Lina pergi bersama Rio.
"Lin, kamu lebih memilih pulang sama siapa? Aku atau dia." ucap nya
"A-aku.."
Lina bingung harus memilih diantara Rio dan Sean. Di satu sisi Rio adalah sahabat nya sejak kecil dan disisi lain nya Sean sudah berbuat baik kepadanya apalagi dia bahkan telah memberikan novel yang sangat ingin dia baca.
Lina sungguh bingung kali ini. Dia tidak ingin mengecewakan kedua nya.
"Lina.." ucap Rio lembut
Lina menatap Rio yang memanggil nama nya dengan lembut. Dia tidak tega membuat sahabat nya itu kecewa.
"Aku akan pulang dengan Rio." ucap Lina karena dia merasa kalo Sean tidak masalah kalo dia pergi dengan Rio
__ADS_1
Tetapi kenyataan nya tidak sesuai dengan yang dia pikirkan.
"Jadi kamu lebih milih dia. Bukan nya kamu udah janji mau pulang sama aku, Lin." ucap Sean
"Maaf Sean, lagian aku gak pernah janji mau pulang sama kamu. Kamu nya aja yang maksa aku buat pulang sama kamu."
"Kok kamu jadi gini sih."
"Lo gak usah bentak dia." ucap Rio yang tidak suka kalau Lina di bentak
"Lo mending diam aja. Gue bicara sama Lina bukan sama Lo."
"Udah...kalian diam. Sean aku gak bisa pulang sama kamu hari ini, maaf. Kuharap kamu mengerti." ucap Lina memegang tangan Rio mencoba menenangkan
Sean kecewa melihat Lina lebih peduli dengan Rio dari pada diri nya.
"Oke, fine. Kamu lebih milih dia daripada aku. Aku akui aku emang hanya seorang teman yang baru ada di hidup kamu. Atau mungkin hanya aku yang nganggap kamu teman sedangkan kamu gak pernah nganggap aku." ucap Sean berlalu masuk ke mobil nya
Lina yang mendengar kata-kata barusan yang dilontarkan oleh Sean entah kenapa merasa bersalah. Dia ingin menhampiri Sean di mobil tapi justru tangan nya ditahan oleh Rio. Dia pun mengurungkan niat nya. Mobil Sean pun berlalu meninggalkan mereka berdua.
"Kamu gak usah peduli ke dia. Dia itu kasar sama kamu, tadi aja dia bentak kamu."
"Dia gak seperti itu. Mungkin dia hanya emosi."
"Itu lah yang salah dari dia. Dia gak bisa menahan emosi nya hingga dia berani bentak kamu. Orang kaya gitu gak usah kamu pedulikan. Pokok nya aku gak suka kamu dekat-dekat sama dia."
"Rio, kamu kenapa sih?" teriak Lina kesal dengan sikap Rio, sebelum nya Rio tidak pernah bersikap seperti ini kepadanya.
"Pokok nya dia itu gak baik jadi teman kamu."
"Tapi dia itu-"
Belum sempat menyelesaikan ucapan nya, Rio lebih dulu menarik tangan Lina menuju motor sport nya.
"Udah, naik." ucap Rio
Lina pun menaiki motor Rio karena dia tidak mau menambah masalah.
__ADS_1
...