Meluluhkan Hatimu

Meluluhkan Hatimu
BAB 16


__ADS_3

Pada malam hari nya di kediaman rumah Lina.


Bram baru saja pulang dari rumah sakit.


"Ayah.." ucap Lina yang duduk di sofa sambil membaca novel kepadam Bram yang baru saja datang


"Mama kamu mana?" tanya Bram sambil mengistirahatkan dirinya dengan duduk disamping Lina.


"Mama lagi masak di dapur."


"Anak Ayah lagi serius banget ya baca nya. Emang nya buku apa yang sedang kamu baca?"


"Biasa, cuma buku novel."


"Setiap hari kamu baca novel. Tapi hari ini suasana hati kamu kelihatan sedang bagus." ucap Bram melihat anak gadis nya itu


Hani yang baru saja selesai memasak didapur menghampiri anak dan suami nya itu.


"Makan malam sudah siap. Ayo kita makan dulu." ucap Hani lembut kepada mereka


Mereka pun memakan makanan yang telah di masakan oleh Hani itu dengan lahap.


"Lina duluan, mau ke kamar." ucap Lina kepada mereka yang telah mengahabiskan makanan nya lebih dulu


Lina tidak sabar ingin melanjutkan membaca novel yang diberikan oleh Sean tadi.


"Mah, Lina kelihatan nya hari ini suasana hati nya sedang sangat bagus." ucap Bram membuka suara kepada Hani yang telah sibuk mencuci bekas makam tadi


"Papa tau gak? Tadi Mama melihat ada seorang cowok yang nganterin Lina pulang kerumah. Bahkan tadi mereka sempat berbicara sebentar diluar."


"Siapa?" tanya Bram penasaran


"Nama nya Sean. Dia teman sekelas Lina."


"Sean?"


"Iya Pa, nama nya Sean. Tumben banget kan Lina mau dianterin pulang sama cowok selain Rio. Biasa nya dia kan gak mau, apalagi sama cowok."


"Bagus aja sih Ma. Setidak nya dia bisa berteman dengan teman-teman nya yang lain. Jangan hanya sama Rio terus."


"Iya Pa.."


Mereka sibuk berbicara persoalan tentang Lina. Dan terkadang mereka tertawa membicarakan sesuatu.


Sedangkan di kamar, Lina sudah melanjutkan membaca novel nya. Dia terlihat sangat menghayati cerita yang ada di novel tersebut. Ponsel Lina bergetar pertanda ada pesan masuk. Dia pun membuka pesan tersebut. Dan disitu tertulis bahwa pengirim pesan itu adalah Sean.

__ADS_1


"Lagi ngapain?" tanya Sean di pesan itu


"Lagi baca novel yang kamu kasih tadi." balas Lina


"Udah makan?"


"Sudah, baru aja tadi selesai makan."


"Masih lama ya baca novel nya?"


"Masih setengah lagi."


"Ohh kalo gitu kamu lanjutkan aja baca nya. Jangan lupa nanti istirahat, jangan larut malam tidur nya." ucap Sean


"Oke.." balas Lina singkat di pesan itu.


Entah kenapa dia merasa senang mendapat pesan dari Sean.


Dia pun melanjutkan membaca novel nya setelah tidak ada lagi pesan masuk dari Sean.


Keesokan Hari nya


Lina sedang bersiap untuk berangkat ke sekolah.


"Iya hati-hati. Yang semangat sekolah nya ya." balas Hani


Ketika membuka pintu Lina terkejut karena didepan rumah nya Sean sedang menunggu nya dengan mobil nya.


"Pagi Lin." sapa Sean


"Kamu ngapain pagi-pagi kerumah aku?" tanya Lina


"Aku cuma pengen berangkat sekolah bareng sama kamu."


"Kamu gak usah jemput aku. Aku bisa naik taksi atau angkot."


"Udah buruan masuk aja ke mobil." ajak Sean menarik tangan Lina menyuruh nya masuk ke dalam mobil


Sean menjalankan mobil nya perlahan karena dia tidak ingin buru-buru untuk tiba disekolah. Entah kenapa dia selalu merasa tenang saat berada di dekat gadis itu. Sean pun tidak menyadari perasaan nya sendiri.


Keheningan terjadi di dalam mobil itu. Lina yang merasa canggung berada di dekat Sean, sedangkan Sean hanya fokus menyetir mobil nya dan terkadang sesekali melirik ke arah Lina.


"Udah selesai baca novel yang kasih kemarin?" tanya Sean membuka suara memecah keheningan


"Sudah.." balas Lina yang masih melihat keluar jendela entah dia malas meladeni ucapan Sean atau dia merasa canggung di dalam mobil yang sama dengan Sean. Padahal kemarin saat bersama Sean dalam satu mobil dia tidak seperti ini. Tapi entah kenapa justru dia merasa tidak ingin menatap Sean.

__ADS_1


"Kamu kenapa sih gak mau natap aku?" tanya Sean yang bingung dengan sikap Lina


"Gak apa-apa."


"Aku ada punya salah ke kamu?"


"Gak ada." balas nya masih enggan menatap Sean


"Terus kenapa kamu gak mau melihat aku?"


"Kamu kan tau sendiri kalo aku orang nya emang kaya gitu."


"Tapi kemarin kamu gak kaya gitu?"


"Udah lah. Emang nya aku boleh apa naik mobil kamu ke sekolah. Nanti kalo ada yang lihat gimana?"


"Ya boleh. Masa gak boleh, kalo ada yang lihat biarin aja. Terus apa masalah nya?"


"Yang jadi masalah nya nanti kamu malah malu sama teman-teman kamu karna udah berangkat dengan si cupu kaya aku."


"Untuk apa aku malu, kan aku sendiri yang mau. Rio aja gak malu berangkat atau jalan bareng sama kamu. Jadi untuk apa aku malu. Dan kamu dengar ya, menurut aku kamu itu gak cupu kok."


Lina yang mendengar ucapan itu tanpa sadar senyuman tipis terbit dibibir nya.


"Kalo nanti para penggemar kamu yang lihat gimana?"


"Gak usah pedulikan mereka."


Didalam mobil, mereka terus berbicara hingga tanpa sadar mereka telah tiba di sekolah. Sean memarkirkan mobil nya. Mereka berdua pun keluar dari mobil itu.


Tanpa mereka sadari, Laras dan kedua teman nya melihat kejadian itu. Dia merasa cemburu melihat pria yang menjadi pujaan hati nya justru malah berangkat bersama cewek lain.


"Kenapa mereka bisa berangkat bareng sih." batin nya cemburu


Sedangkan disisi lain terlihat seorang pria yang baru saja datang dengan motor sport nya melihat kejadian barusan dengan mata sendu nya.


"Jadi ini alasan kenapa kamu gak mau aku jemput." batin Pria itu


Lina dan Sean pun menuju ke kelas mereka. Terlihat para murid yang terus memperhatikan mereka berdua. Karena baru pertama kali mereka melihat seorang pria populer seperti Sean yang banyak menolak para siswi di sekolah nya justru sedang berjalan bersama seorang cewek. Dan lagi cewek itu adalah cewek si cupu.


Laras yang melihat itu semakin cemburu. Apalagi saat melihat Sean berbicara dengan Lina dengan tatapan lembut nya. Hati nya semakin sakit melihat hal itu. Padahal selama ini Sean dia berusaha untuk meluluhkan hati Sean, akan tetapi Sean selalu saja menolak nya. Bahkan untuk berbicara dengan nya aja dia sudah merasa enggan.


"Aku lebih dulu suka sama kamu. Tapi kenapa kamu gak mau melihat sedikit aja perasaan aku. Aku benar-benar cinta sama kamu Sean. Aku gak akan biarkan kamu dekat sama cewe cupu itu." batin nya menahan emosi


...

__ADS_1


__ADS_2