Meluluhkan Hatimu

Meluluhkan Hatimu
BAB 20


__ADS_3

"Lina.." ucap Sean yang melihat bahwa Lina lah yang memanggil nya tadi


"Kamu ngapain disini?" tanya Lina kepada Sean


"Aku cuma mau jalan sebentar. Kalo kamu ngapain disini?"


"Aku juga cuma mau keluar sebentar."


"Ohh.."


Lina terus mempsrhatikan Sean yang masih berjongkok memberi makan seekor kucing kecil.


"Sean, soal yang tadi aku minta maaf. Aku gak bermaksud kaya gitu dengan lebih memilih pulang bersama Rio."


Sean menghembuskan nafas nya


"Seharus nya aku yang minta maaf Lin. Aku gak seharus nya maksa kamu untuk pulang sama aku. Aku kan bukan siapa-siapa kamu, jadi lain kali aku gak akan memaksa kamu lagi." ucap Sean serak tanpa menatap wajah Lina


"Gak gitu Sean, kamu teman aku. Hanya saja aku gak enak sama Rio karna dia sahabat aku. Dan lagi dia sangat khawatir sama aku. Aku gak mau persahabatan antara aku sama dia hancur. Itu sebab nya aku melakukan itu. Kamu ngerti kan apa yang ku ucapkan?" jelas Lina


Lina memang tidak mau persahaban yang sudah lama mereka jalin harus hancur karena masalah seperti tadi. Itu sebab nya dia lebih memilih untuk pulang bersama Rio.


"Iya, aku ngerti. Maaf Lin, karena sudah membentak mu tadi."


"Iya.."


"Coba kamu lihat, kucing nya lucu banget." ucap Sean mengelus kucing itu


"Gak nyangka aku ternyata kamu suka sama kucing."


"Kalo dibilang suka sih gak. Aku cuma kasihan melihat dia sendirian gak ada induk nya. Apalagi kan dia masih kecil."


"Kenapa gak kamu bawa pulang ke rumah. Setidak nya kan kamu bisa ngerawat dia." ucap Lina


"Aku takut nanti malah kucing nya mati kalo aku bawa pulang."


"Gak akan mati. Aku percaya kok kalo kamu bakal merawat dia dengan baik." ucap Lina meyakinkan


"Baiklah, kalo gitu akan aku pelihara. Tapi nama untuk dia kira-kira siapa? Kamu punya ide?"


Lina memikirkan nama yang cocok untuk kucing hitam kecil itu.

__ADS_1


"Kimo.."


"Hah?"


"Gimana kalo diberi nama Kimo." ucap Lina


"Oke, kalo gitu sekarang nama kamu Kimo ya kucing kecil." ucap Sean mengusap kepala kucing itu


"Kamu gak pulang?" tanya Sean


"Tadi rencana nya aku mau pulang. Tapi karena gak sengaja ketemu kamu, jadi aku undurkan niat ku untuk pulang."


"Ohhh..."


"Kamu kesini sendirian?"


"Aku tadi diantar sama supir aku."


"Terus supir kamu kemana? tanya Lina


"Tadi aku suruh jangan ngikutin aku, jadi gak tau deh dia kemana."


"Ohhh..."


"Kita jalan kesana yuk." ajak Sean memecah keheningan


"Hmm.."


Mereka berjalan bersama seakan akan orang yang melihat mereka pasti berpikiran kalau mereka adalah sepasang kekasih. Dan banyak wanita yang melihat ke arah Sean karena Sean terlalu mencolok bagi mereka apalagi Sean sedang membawa seekor kucing hitam kecil ditangan nya.


"Gila, ganteng banget tuh cowok." ucap salah satu dari mereka


"Iya, tapi sayang kaya nya dia sudah punya pacar."


"Aku rasa dia bukan pacar nya, mungkin aja teman nya."


Mereka terus berbisik bisik tentang Sean. Sean yang mendengar ucapan mereka sama sekali tidak mempedulikan itu semua.


Sean mengajak Lina ke tempat jualan minuman. Dan dia memesan dua minuman capucino hangat untuk dirinya dan Lina.


"Makasih.." ucap Lina berterimakasih menerima minuman itu

__ADS_1


"Iya.."


Mereka melanjutkan lagi jalan nya menyusuri sisi taman sambil terkadang bercerita tentang sesuatu yang lucu yang membuat mereka tertawa. Lebih tepat nya hanya Sean yang tertawa, sedangkan Lina hanya tersenyum tipis melihat Sean.


Sepanjang jalan mereka, tibalah mobil sedan berwarna hitam mengampiri mereka. Pengemudi mobil itu pun keluar dari mobil nya dan mengahampiri mereka.


"Tuan, ini sudah waktu nya pulang." ucap orang itu yang tidak lain adalah sopir pribadi Sean


"Baiklah.."


Sopir itu membuka pintu mobil agar memudahkan Sean masuk ke mobil itu.


"Lin, kamu pulang biar aku antarkan." ucap Sean


Lina yang mendengar itu hanya mengangguka kepala nya pertanda setuju. Karena dia tidak ingin membuat Sean tersinggung seperti kejadian sepulang sekolah tadi. Sean dan Lina pun masuk kedalam mobil dan melajulah mobil itu menuju rumah Lina. Selama di perjalanan, keheningan terjadi di dalam mobil itu. Lina merasa canggung dan malu berada di mobil itu apalagi karena ada sopir pribadi Sean yang sesekali melihat ke arah Lina melalui kaca mobil nya. Lina yang dipandangi seperti itu merasa risih.


"Paman, jangan terus menatap nya seperti itu." ucap Sean kepada Sarto sang sopir itu karena dia dari tadi tidak bisa berhenti melihat Lina.


"Paman gak nyangka aja kalo Tuan Sean membawa seorang cewek. Apalagi kan Tuan Sean gak pernah membawa cewek manapun ke dalam mobil selain keluarga Tuan."


Lina yang mendengar hal itu tidak menyangka bahwa dia adalah wanita pertama yang berada di dalam mobil Sean. Entah kenapa dia merasa agak malu berada di dalam mobil itu.


"Dan lagi Tuan Sean membawa seekor anak kucing ditangan Tuan. Apa Tuan Sean mau memelihara kucing itu?"


"Paman diam aja deh. Fokus aja nyetir mobil nya."


"Tapi rumah pacar Tuan Sean dimana? Saya gak tau jalan menuju rumah nya."


Lina dan Sean yang mendengar ucapan bahwa mereka dianggap sepasang kekasih pun spontan menatap Sarto.


"Paman apaan sih, aku sama dia cuma teman. Dia Lina teman sekelas aku di sekolah, kami gak pacaran. Paman jangan asal nuduh." ucap Sean menjelaskan


"Ohhh gitu, Saya kira itu pacar Tuan Sean." senyum Sarto yang melihat kecanggungan diantara mereka berdua


Ini memang baru pertama kali nya Sarto selama menjadi Sopir Sean dia tidak pernah membiarkan seorang perempuan berada di satu mobil yang sama dengan Sean. Karna dia tau kalau Tuan nya itu paling tidak suka kalau didekati oleh perempuan. Itu sebab nya ini baru pertama kali nya dia melihat Sean lamgsung yang mengajak seorang perempuan untuk masuk ke mobil nya.


"Gak, kami cuma teman. Kalo gak percaya tanya aja sama Lina. Iyakan Lin?"


"Hmm.." ucap Lina canggung menghadap ke luar jendela


Sarto yang melihat itu tersenyum, ternyata Tuan muda nya sudah bisa membuka hati nya untuk wanita. Bahkan sudah berani untuk mengantarkan nya pulang.

__ADS_1


Tidak beberapa lama diperjalanan. Akhir nya tiba juga mereka di rumah Lina. Lina turun dari mobil itu dan mengucapkan terimakasih karna telah mengantar nya pulang dengam selamat sampai rumah. Sean hanya menganggukan kepala nya dan pergi meninggalkan halaman rumah Lina. Setelah mobil itu tidak terlihat lagi, Lina pun masuk kedalam rumah nya.


...


__ADS_2