
Jam 14.00. Bel pertanda bahwa pelajaran untuk hari ini berakhir. Para murid mengemasi barang-barang nya untuk pulang kerumah mereka masing-masing.
Laras yang melihat Sean masih yang santai duduk di kursi pun menghampiri Sean.
"Sean..." ucap Laras
"Hmm.."
"Kita pulang bareng yuk."
"Habis ini gue sibuk." ucap Sean cuek
"Hmm kalo besok?"
"Besok gue juga sibuk."
Laras yang mendengarkan penolakan dari Sean menjadi kesal. Apalagi dari tadi Sean sama sekali tidak mau menatap nya saat berbicara.
"Emang nya kamu sibuk apa?"
"Emang nya apa urusan Lo?" tanya Sean balik karena dia merasa terganggu oleh kehadiran Laras
"Aku cuma ingin tau aja. Setiap kali aku ajak pasti kamu nya sibuk terus."
"Kalo gue bilang sibuk berarti gue lagi sibuk. Ngapain juga Lo mau tau urusan gue. Mending Lo pergi aja sana."
Laras yang mendengar omongan pedas dari Sean merasa sedih. Karena orang yang sangat Ia cintai justru malah bersikap seperti itu kepadanya.
"Yaudah, kalo gitu aku pulang duluan." ucap Laras kepada Sean
Laras pun meninggalkan Sean tanpa ada balasa dari ucapan Laras tadi. Bahkan Sean sama sekali enggan untuk menatap nya.
Sean yang terus menatap ke arah luar jendela, dibawah sana dia melihat Lina. Dia pun tanpa pikir panjang beranjak dari tempat duduk nya untuk menghampiri Lina.
"Woi, Lo mau kemana?" tanya Alvin yang baru saja dilalui Sean.
Sean sama sekali tidak menggubris panggilan dari Alvin dan hanya berlalu melewati nya saja dengan langkah setengah berlari.
"Napa tuh anak ya?" ucap Alvin
"Lagi buru-buru. Mungkin ada urusan." balas Kevin yang berada disamping Alvin
Merea berdua pun melanjutkan langkah nya kembali.
Sedangkan Sean masih setengah berlari untuk menghampiri Lina. Setiba nya disana dia melihat Lina yang berdiri seorang diri sambil menatap tanaman.
"Lin.." panggil Sean
Lina yang mendengar panggilan itu pun menoleh ke samping dan dia melihat bahwa yang memanggil nya tadi adalah Sean.
"Lin, kamu gak lupa kan soal yang tadi pagi." ucap Sean lagi yang terlihat sangat kelelahan
"Ohh iya aku hampir lupa." ucap Lina sambil menepuk jidat nya
"Tapi kenapa kamu kelihatan kaya orang habis lari aja." ucap Lina lagi yang melihat Sean kelelahan
"Aku tadi lari supaya aku gak ditinggal kamu. Kaya nya kamu lupa sama ucapan ku tadi pagi. Maka nya aku sengaja cepat-cepat kesini."
"Maaf, aku emang tadi sempat lupa." ucap Lina merasa bersalah
__ADS_1
"Ya udah gak apa-apa."
"Emang nya apa yang ingin kamu bicarakan?" tanya Lina penasaran
"Nanti aja bahas itu. Kamu pulang sama siapa?"
"Aku biasa nya naik taksi atau angkot. Terkadang dengan Rio, tapi sekarang Rio lagi sibuk."
"Pulang bareng sama aku aja yuk. Biar aku antarkan kamu sampai kerumah." ajak Sean
"Gak usah.." tolak Lina
"Udah pulang sama aku aja." ajak Sean menarik tangan Lina menuju ke arah mobil nya
Sean membuka pintu mobil nya dan menyuruh Lina untuk masuk ke mobil. Dan Sean memutari mobil menuju tempat kemudi.
"Kan aku sudah bilang gak usah."
"Udah gak apa-apa."
Sean menyalakan mesin mobil nya dan mulai pergi menjauh dari sekolah.
Didalam mobil Lina hanya diam dan terkadang melirik ke arah Sean yany sedang menyetir.
"Kata kamu ada yang ingin kamu bicarakan." ucap Lina membuka suara
"Iya, emang ada yang ingin aku bicarakan sama kamu. Tapi nanti aja kalo udah sampai kerumah kamu."
"Emang nya apa yang ingin kamu bicarakan?" tanya Lina penasaran
"Rahasia, pokok nya nanti kamu pasti bakalan suka. Ada yang ingin aku berikan ke kamu."
"Kan aku bilang rahasia."
Keheningan terjadi, Sean maupun Lina hanya diam tanpa mengeluarkan suara. Sean yang fokus menyetir mobil dan Lina hanya melihat keluar kaca jendela mobil. Sean yang melihat Lina hanya tersenyum.
"Lin, orang tua kamu ada dirumah?" tanya Sean memecahkan keheningan
"Ada, emang nya kenapa?"
"Gak apa-apa. Cuma nanya aja."
"Hmm.."
"Rio sering ke rumah kamu?"
"Gak juga sih, tapi kadang-kadang kerumah."
"Mama sama Ayah kamu gak marah kalo Rio datang kerumah?"
"Gak, ngapain juga marah. Kan Rio sahabat aku dari kecil, mereka gak bakal marah kalo Rio datang kerumah."
"Kalo aku yang sering datang kerumah kamu apa orang tua kamu marah?"
"Gak tau. Emang nya ngapain kamu datang kerumah aku."
"Aku kan cuma mau main ke rumah kamu." ucap Sean tersenyum
"Bentar lagi kita Ujian. Daripada datang kerumah aku mending kamu dirumah aja belajar dengan giat."
__ADS_1
"Haha... kamu udah kaya mama aku aja." tawa Sean
"Kenapa jadi ketawa sih."
"Soalnya kamu lucu?"
"Apanya coba yang lucu?"
"Kamu itu beda dengan cewek yang pernah aku temui."
"Apa yang beda dari aku?" tanya Lina menatap ke arah Sean
"Kamu itu susah kalo diajakin jalan atau main. Pasti kamu bilang lihat dulu waktu nya atau lebih baik belajar dirumah. Gak kaya cewek yang lain kalo diajakin pasti langsung mau, malah mereka yang duluan ngajak aku jalan. Dan lagi mereka gak pernah bilang supaya aku dirumah aja buat belajar. Pokok nya beda banget sama kamu."
"Terus kamu nya mau kalo mereka ajak jalan?"
"Gak juga sih. Aku lebih memilih jalan sama Alvin Kevin daripada sama mereka."
"Kenapa? Bukan nya malahan bagus kalo ada cewek yang ngajak."
"Aku malahan kadang risih sama mereka."
"Kamu tau alamat rumah aku? Soal nya dari tadi kamu gak nanya dimana alamat rumah aku."
"Iya, aku tau dimana alamat rumah kamu."
"Kamu tau darimana?"
"Kan jalan rumah ku melewati rumah kamu. Dan juga aku pernah lihat kamu pulang diantar sama Rio."
"Ohhhh."
Didalam mobil mereka terus berbicara dan terkadang Sean tertawa dengan apa yang mereka bicarakan. Berbeda dengan Lina yang hanya menanggapi ucapan Sean dengan senyum tipis dibibir nya.
Setelah tidak beberapa lama, akhir nya mobil yang mereka tumpangi tiba di rumah Lina. Sean dan Lina pun keluar dari mobil.
"Makasih sudah mengantarkan aku pulang." ucap Lina
"Iya, tunggu bentar."
Sean membuka bagasi mobil nya dan mengambil sebuah buku.
"Ini kan buku yang kamu cari?" tanya Sean menyerahkan buku tersebut
Lina yang melihat buku tersebut langsung menerima buku itu.
"Kamu dapat dari mana buku ini?" tanya Lina spontan
"Ada deh, rahasia." ucap Sean tersenyum
"Ini beneran buku itu kan?" tanya Lina tidak percaya dengan buku yang baru saja dipegang nya
"Iya, itu benaran buku yang kamu cari waktu itu. Kalo kamu gak percaya coba nanti kamu baca kalo sudah didalam rumah."
"Makasih Sean.."
Sedangakan dibalik jendela rumah Lina terlihat seorang wanita yang melihat dengan tajam ke arah mereka berdua.
...
__ADS_1