
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
**
saat tiba di tenda.. ternyata orang yang tadi menyapa ia dan Ella, sedang berjalan bersama bunda dan beberapa siswa ,menuju arah nya.
"hai ketemu lagi, kita ", kata Naumi yang masih pura-pura tidak kenal.
"hai juga ", kata Tina
"kalian saling kenal ya?", tanya bunda yang mereka secara bergantian.
"iya Bun tadi.. di tempat tugas ", kata Tina yang memasuki tenda, dan semua nya telah berkumpul kembali setelah melihat-lihat pangkalan, kerena besok semua nya akan memulai tugas nya masing-masing, hanya ia , bunda, Adrian, Malvin dan beberapa siswa-siswi yang kemampuan air dan tumbuhan dan penyembuh atau dokter yang bertugas lebih dulu .
**
__ADS_1
bunda pun mengenal kan Naumi atau umi pada yang lain.. walaupun sebagian dari mereka ada tak suka kerena tompel Naumi di pipi nya itu yang besar dan lebar nya seperti lubang gelang bayi .
sehingga ada yang bertanya pada Naumi.
"em mbak... itu mbak.. tompel nya itu udah lebar dari bayi kah... atau seiring nya usia mbak tompel itu akan membesar kah ?", tanya nya yang lain pun kepikiran hal itu juga.
"enggak dan iya.. dulu pas bayi kata ibu hanya titik aja semakin saya dewasa yaa begini lh", kata naumi pura-pura sedih , padahal dalam pikiran nya dia tersenyum-senyum dan geli dengan jawaban nya sendiri.
"maaf mbak ", kata si yang bertanya yang melihat Naumi bersedih. sedang Tina terkekeh, yang lain melihat pada Tina ,apa ada yang lucu hingga di terkekeh . Tina yang sadar pun meminta maaf.. Dan alasan nya dia terkekeh kerena kebohongan Naumi ,
*
*
sedang Naumi seperti nya tau apa yang di pikir kan Tina , identitas nya telah di ketahui oleh tina .sebelum ke tenda tadi Naumi Menganti baju dan mencuci tangan,muka nya, tapi dia kembali memoles kan makeup nya ke kulit nya.
__ADS_1
*
setelah perkenalan itu mereka yang bertugas semua nya istirahat karena energi mereka berkurang. sedang yang lain keluar menuju aula untuk tau kapan pemberi Tahu tugas, Tina yang tadi agak jauh mulai mendekat ke Naumi dan bertanya.
"Nau kenapa engga dari beberapa Minggu lalu .. kamu nyamar kaya ini... ?", tanya Tina yang tiba-tiba datang dan berbisik, sedang Naumi saat itu lagi mau tidur, sejak kehamilan nya kalau dia ke lelah gampang dan cepat tidur nya.
"gimana kamu tau ini aku tin??? dan aku juga engga ke pikiran tin... kan kamu tau aku mau kemana atau di rumah pun jarang berias dan perlengkapan nya tak ada .. saat jalan di mall bagian makeup baru terpikir tentang penyamaran ini .. tapi waktu nya kurang tepat.", penjelasan Naumi
" tau lah.. itu cincin yang memberi tahu kan dan dia beda tak akan ada yang bisa samain ke unik kan nya .. oooo .tapi sekarang ini lebih baik sih... tapi tuhhh tompel ketemu di mana atau cara buat nya gimana? ", kata Tina melihat ke tompel Naumi yang sedikit membuat nya geli.
" gara-gara nii cincin aku ketahuan nih ... padahal aku masih mau bersandiwara..tapi tadi di tempat kerja tadi kenapa enggak kenalin aku? dan aku Nemu bulu mata palsu, ku susun dan ku lem di kain hitam dan ku gunting biar lebih pendek beberapa kali aku membuat tompel tin ,kadang aku gagal membuat nya dan ada yang jadi hanya ini yang menurut ku bagus", jelas Naumi sedikit kesal .
"pintar kau nau....tadi di sana aku kurang perhatikan tangan kamu.. ", kata Tina yang melihat Naumi menguap-uap
"oh.. tin aku ngantuk dan ayah belum pulang dari aula .. aku mau bicara dengan nya ", kata Naumi sedih dan mengantuk
__ADS_1
"kamu asal mulai lelah gampang dan cepat tidur.. untung aja punya tempat berlindung.. yaa sudah sini... nanti kalau ayah udah pulang aku bangunin kamu", kata Tina menyuruh Naumi tidur dekat nya dan memangku kepala, Naumi yang mata nya hampir terpejam dan tak sampai 1 menit terdengar dengkuran halus yang menandakan naumi telah masuk ke dunia mimpi nya. di pangkalan tak ada bantal kecuali buat petinggi pangkalan.