
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
**Naumi pun meninggalkan Ruang keluarga dan menuju ke arah dapur, membuat makanan. tidak lama bunda mara menghampiri Naumi.
**bunda mara melihat Naumi memasukkan makanan yang telah jadi ke wadah.
"sini bunda yang bawah ke meja makan ", kata bunda mara yang Menganti kan Naumi yang hendak membawa makanan.
"tapi bunn..
"sudah lah nak.. Kan sudah memasak nya.. Biar kan bunda yang membawa nya..", jelas bunda mara.
**tidak lama ayah dan tina berkumpul. Mereka pun menikmati masakan Naumi. 45 menit mereka telah berada di ruang keluarga.
"nak... Apa kamu tidak kerepotan mengurus semua nya ", tanya bunda mara.
"tidak Bun... ", balas Naumi yang tidur di pangkuan bunda mara.
"Nau ... Aku mau pergi lihat-lihat ", beritahu Tina .
"pergilah tin .. ", jawab naumi.
"Nau ... Bagaimana besok kita ke mall... Jalan-jalan.. ", ajak Tina yang rindu mall.
__ADS_1
"baik.. Lah", jawab naumi, sedang bunda dan ayah hanya memperhatikan.
**Tina pun meninggalkan ruang keluarga menuju area kebun buah. Melihat Tina yang pergi. Bunda pun bertanya.
"nak .. Tadi bunda lihat ada rumah sakit, kita ke sana yuu ... Periksa dia", kata bunda yang mengelus perut Naumi.
"iya nak ", kata ayah Ben yang penasaran dengan keadaan janin Naumi.
"ya bun", setuju dengan orang tua nya.
**mereka berjalan ke rumah sakit. bunda mara melihat sekeliling nya tidak ada penghuni lain selain mereka ber 3 , rumah sakit yang bersih dan nyaman. Mereka naik lift menuju lantai 4, menuju ruang pemeriksaan kehamilan.
**mereka masuk dan berjalan ke arah peralatan USG, Naumi berbaring dan bunda mara yang menuan jel ke perut Naumi. Di layar monitor terlihat janin yang telah terbentuk lengkap, detak jantung normal, berat badan normal, bayi Naumi benar-benar sehat, dan bayi itu seperti nya malu-malu menunjukkan apa jenis kelamin nya .
"dia sempurna dan sehat nak", jelas bunda mara yang membersihkan perut Naumi.
"sukur lah Bun .. ", kata Naumi lega dan terharu.
"cucu nenek... Baik-baik yaa di dalam.. Jangan repottin bunda yaa ...", kata bunda mara yang menghadap perut Naumi.
"baik nek", jawab naumi yang menirukan suara anak.
"ya sudah.. Lebih baik kita.. tinggal kan dimensi ini... Nanti orang tua Tina mencari kita ", kata ayah Ben.
__ADS_1
"iya , iy mas", jawab bunda mara dan Naumi.
**mereka menuju masion dan mendapati Tina yang sedang bersantai sambil memakan buah anggur. Naumi ke dapur mengambil makanan yang telah di pisah kan untuk orang tua Tina.
"ayo kita keluar.. ", ajak Naumi. Mereka memegang tangan Naumi. Tiba di ruang keluarga di apartemen.
"seperti nya orang tua mu belum bangun nak...", kata Bunda mara melihat keadaan sepi.
"seperti nya iy bun", jawab tina.
"nih.. Tin ",Naumi menyerahkan rantang . Setelah melihat Tina meletakkan buah-buahan yang telah di petik nya.
"nak kami ke kamar yaa", pamit ayah Ben.
"iya yah ", jawab naumi.
**Tina pun ke kamar orang tua nya. Ternyata benar orang tua nya masih tidur. Tina pun kembali bergabung dengan Naumi yang sedang berbaring dan menonton film di hp nya dan menikmati buah.
"Nau .. Apa kita akan menetap di sini", tanya Tina.
"entah lah tin... Tapi aku berniat ke bandara.. ", jawab naumi.
"ngapain Nau... Di sana berbahaya", tanya tina.
__ADS_1
"aku... Mau menyalin bandara dan para pesawat lah"jawab naumi.