
Teriakan ku masih menggema di dalam kamar rawat inap yang dtempati mama.
sambil para perawat membersihkan mama dan ruangan.
Akhirnya diiringi rintik hujan, mengabarkan duka yang dalam...
mama dimakamkan di peristirahatan terakhirnya.
sudah tidak ada sakit, sudah tidak ada penderitaan lagi yang ditanggung mama.
tak ada pesan disaat terakhirnya....
perginya membawa luka dalam dada...
ššššš
Papa menjadi orang yang paling sedih dan pedih sepeninggal mama.
belahan jiwanya pergi untuk selamanya...
dirumah kami keadaan sepi...
sambil duduk aku langsung menyandarkan badanku dengan lemas di sofa ruang tamu, aku berpikir akan jadi apa kedepannya rumah ini, hidupku, hidup papaku tanpa adanya mama.
tak terasa ada air yang menetes turun di pipiku, ......
aku teringat di pemakaman tadi pun tak kulihat adikku diatara keluarga dan pelayat.
di dapur dan diruang belakang aku melihat beberapa ART dan tetangga dan teman kumpulan mama sibuk menyiapkan acara untuk nanti malam.
FLASHBACK OFF
__ADS_1
Aku melihat Pak Rangga menarik nafas dengan berat di tengah ceritanya dan sambil membetulkan duduknya.
Aku mengusap bahu pak Rangga tanda memberikan kekuatan dan suport kepada kisahnya.
Pak Rangga melihatku dengan senyum tipisnya kepadaku.
FLASHBACK ON - Rangga
Hari - hari tanpa adanya mama membuat papa drop, secara mental dan jiwa papa bener - bener gak ada harapan.
sedangkan aku harus melanjutkan perusaahan yang sudah tidak bisa di pegang papa karena kondisi papa yang tidak memungkinkan.
sedangkan adikku gak tahu dimana...
Agh.... aku kacau .... tidak ada orang yang bisa aku jadikan tempat bersandar.
Dalam hati aku menguatkan diriku sendiri,
Hari berganti hari aku lalui dengan menjaga papa, sekalipun ada perawat yang aku sewa untuk merawat dan membantu kebutuhan papa sehari - hari.
Sampai akhirnya aku bisa berhasil dengan mengokohkan perusahaan papa yang aku kelola, tapi hatiku masih saja hampa.
Aku kangen adikku tapi aku sudah coba untuk mencarinya tapi tak kunjung jumpa dengannya.
sampai akhirnya aku mendapat kabar kalau adikku bersama dengan Tante dan om.ku di kota S.
Ada sedikit rasa senang karena dia baik - baik saja, dan berada dibawah asuhan orang yang sangat baik, tapi dia masih belum berani pulang karena takut kalau aku marah atas perbuatannya.
Perbuatan yang menyebabkan keluarga berantakan, perbuatan yang menyebabkan mama meninggal, papa sakit berkepanjangan dan yang telah menghancurkan masa depan seorang gadis.
Tapi aku berusaha untuk menunggunya sekalipun aku dirundung kerinduan yang dalam kepada adikku satu - satunya.
__ADS_1
Rindu bermain, rindu ketawanya, rindu ocehannya, rindu semua tentang dia....
Adikku....hanya dia yang aku punya, aku juga mendengar dari Tante ku kalau dia sekarang sedang kuliah kedokteran sesuai dengan cita - citanya, alasannya klise banget dia ingin menolong orang yang akut dan yang tidak mampu membiayai sakitnya.
Cita - cita yang mulia dan tujuan hidup yang indah, itulah adikku.
dibalik ke brengsekannya ada sisi baik dalam dirinya yang tidak diketahui orang lain.
Sebenarnya aku sudah memaafkan nya, aku tidak mau hidup menyimpan dendam dan kepahitan, aku harus bisa melupakan masa lalu yang kelam di perjalanan hidup keluarga ku.
sejahat - jahatnya dan sejelek - jeleknya dia masih sedarah denganku.
Bagaimana aku bisa membencinya sedangkan dengan orang lain saja aku bisa berbuat baik dan bisa menolong dengan tulus.
Secara diam - diam aku pun mengirim uang untuk biaya kuliahnya dan sengaja aku titipkan kepada Tante, dan aku minta supaya Tante tidak memberitahukan adikku.
Aku tahu kalau dia mengetahui aku kirim uang kepadanya pasti dia menolak.
tapi apapun itu dia masih menjadi tanggungjawab ku sebagai seorang kakak.
Sampai sejauh ini aku masih belum ketemu dengan adikku....
aku tahan rasa rinduku, sampai waktunya nanti tiba.
ššššš
JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE YA ..
šššš
Sampai saat ini ceritanya hanya fiktif ya gaes
__ADS_1