
Sudah tiga bulan aku tidak pulang, karena harus fokus menangani proyek ini, hanya sesekali aku telp ibu untuk memberi kabar keadaanku di proyek.
Sudah dua bulan juga komunikasi ku dengan Rangga tidak berjalan lancar, bahkan rangga juga tidak pernah mengunjungi ku di proyek, padahal jarak antara kota ku dan lokasi proyek hanya 1,5 jam saja, tapi entah kenapa dia enggan untuk mengunjungi ku.
Sebenarnya aku tidak mempermasalahkan hal tersebut tetapi cara dia menolak dan menghindar semakin membuat aku penasaran, ada apa dengan Rangga..... ???
Klunting....klunting.... nada suara telp masuk dari Rangga, panjang umur dia baru aja ku memikirkannya lalu aku mengangkat ...
Hallo ngga sahutku.....
Hai...yank bagaimana kabarmu, maaf ya lama aku tidak menelpon kamu..
kabarku baik dan sehat, iya gak apa - apa, kataku
Yank sore ini selesai dari kantor aku mau nyusul kamu ada sesuatu yang mau aku sampaikan ke kamu yank, kata Rangga lemas
ok....aku tunggu, ngga.... kamu sehat kan,
kataku mengkhawatirkan nya karena suaranya yang lemas.
iya yank aku sehat, hanya kecapean aja yank,
ok sampai ketemu nanti ya yank.
ok, hati - hati dijalan ya...
aku tunggu kamu di resto hotel yang dulu ya, kataku sambil mengakhiri pembicaraan kami.
__ADS_1
Aku kembali ke rumah Kontrakan yang menjadi basecamp proyek kami, lalu aku mandi dan siap - siap menuju ke resto tempat janjian ku dengan Rangga, aku juga sudah bilang ke Anton kalau mau janjian sama Rangga, bahkan dia sempat meledekku dengan ledekan recehnya.
Aku sudah sampai dan menunggu di meja yang dulu sempat kami pake untuk makan malam.
sekitar 15 menit aku menunggu dan akhirnya Rangga datang dan langsung melangkahkan kakinya ke arah meja tempatku menunggu.
Kami berpelukan melepas kangen, tapi justru Rangga mempererat pelukan nya kepadaku, sepertinya ada sesuatu yang aneh pada dirinya....
Ngga.....kataku memecah keheningan dan juga melonggarkan pelukannya kepadaku, tapi justru dia ...
Biar seperti ini dulu yank....katanya dengan nada frustasi.
Ada apa...kataku
Diam....tidak ada jawaban...
Sudah ngga, gak enak dilihat banyak orang kataku kepada Rangga.
Kamu mau makan apa, kataku
Terserah kamu yank...
Ok, aku yang pesan ya...sambil melambai kan tangan memanggil pelayan resto.
Aku memesan beberapa menu dan minuman hangat.
Pesanan kami datang dan aku mengambil kan nasi dan lauk ke piringnya Rangga, begitu juga dengan ku.
__ADS_1
Kami menikmati makan malam kami, tapi aku melihat Rangga seperti tidak ada selera makan.
Ngga...kenapa kok makannya tidak semangat, kamu sakit ya....
Aku sehat, tapi memang lagi malas makan katanya.
Akhirnya kami akhiri makan malam kami dengan memesan dua cangkir kopi.
Put, ...kata Rangga sambil menggenggam tanganku
Iya, apa yang mau kamu sampaikan kataku
Rangga menatapku sendu seolah - olah akan pergi selamanya dariku.
Aku masih menunggu apa yang mau di katakan.
Put, aku sudah bersalah sama kamu, kata Rangga pelan, a....aku.... sudah mengkhianati cinta kita..... kata Rangga dengan nada takut.
Aku, terkejut dan melepaskan genggaman tangannya.... sambil menatap tajam ke arah Rangga.
Maksud kamu ngga.....jelaskan dengan rinci
sekalipun aku shock tetapi aku masih sadar harus menerima dengan dewasa.
A...aku sudah melakukannya dengan mbak Santi... aku sama mbak Santi sudah tidur bersama.... kata Rangga dengan gemetar.
Bagai petir disiang hari, hal yang tidak pernah aku bayangkan terjadi untuk yang kedua kalinya dalam diriku.
__ADS_1
Aku mematung dan tak terasa air mata mengalir dipipiku.
Jangan lupa like ya.... ššš§ļøš