
Putri masih berkutat dengan laptopnya dan membuka email yang dikirim Nita.
Mulai mengecek dan membuat dokumen baru untuk diserahkan kepada setiap perusahaan rekanan..... sambil sesekali melirik kearah Rangga yang sudah lelap.
Putri bangun dari sofa dan mendekati Rangga mengelus rambut kepala Rangga dengan lembut dan membetulkan selimut yang sedikit berantakan.
Jam menunjukkan pukul : 23.15 WIB tapi putri masih menyelesaikan laporan untuk masing - masing perusahaan yang besok akan mereka kunjungi.
Akhirnya selesai juga, batin putri dengan lega.
sambil melirik jam yang mengarah diangka 02.00 WIB. Pantes saja sudah berat banget mataku, gumam putri.
Sinar matahari sudah sedikit masuk disela gorden jendela kamar, menyinari tubuh yang masih terbaring.
Rangga perlahan membuka matanya dan melihat disebelahnya ada wanita yang dia cintai sedang nyenyak tidur, dan terlihat sangat manis.
Dia perhatikan wajah polos wanita disebelahnya dengan kagum. sambil tangannya mengelus pipi yang mulus secara perlahan dan....
Cup
Cup
Cup
dia ciumi secara menyeluruh seluruh wajah putri dan yang terakhir dia kecup dengan lembut bibir yang mengairahkan bagi Rangga.
Melumatnya makin dalam, dia menikmati ciptaan Tuhan yang mempesona ini.
Hingga yang punya bibir menggeliat karena ada yang mengganggunya.
__ADS_1
Ehm....agh.... sambil membuka mata dengan terpaksa karena adanya gangguan yang dibalut Rangga.
Rangga.... masih ngantuk jangan diganggu, bentar lagi ya...
Rangga makin gemas dan memeluk putri dengan erat, sambil terus melancarkan ciumannya ke wajah putri.
Sampai akhirnya putri bangun karena Rangga terus mengganggunya.
ih... Rangga nyebelin...gerutu putri
Rangga melihat sambil terkekeh.
Setelah selesai mandi dan sarapan dikamar putri menjelaskan kepada Rangga kondisi dikantor dan juga siapa oknum yang sudah melakukan dan merencanakan sabotase terhadap perusahaan.
Bagiamana bisa om Hansen tega melakukan hal itu pada perusahaan..... kata Rangga.
jam 02.00 kata putri
What....sahut Rangga terkejut.
Pantesan aku bangunin kamu masih malas...
ya iya lah masih ngantuk....kan baru tidur beberapa jam kamu sudah jahilin aku, kata putri
maaf ya sayang kata Rangga sambil memeluk putri...
ehm gpp kata putri
Mereka mulai siap - siap check out dari hotel dan rencananya langsung menuju ke XX Corp dan ke beberapa perusahaan yang lain.
__ADS_1
Yang penting dalang dan rencana busuk dari semua sabotase ini sudah terbongkar.
Sayang terima kasih ya kamu sudah berjuang keras membongkar dalang pembuat Onar di perusahaan, kata Rangga.
sama - sama, kata putri
Mereka langsung berangkat dan menuju ke perusahaan- perusahaan yang dirugikan oleh pak Hansen.
Seperti sebelum - sebelumnya putri yang ambil alih dan menjelaskan semua permasalahan dan berjanji akan memperbaiki sistem di perusahaan milik Rangga.
Hampir 1 Minggu Rangga dan putri keluar kota menjalankan misi menyelamatkan perusahaan dan membawa hasil yang sangat memuaskan.
Dan dihari semua pimpinan perusahaan, Staff dan semua Kepala Divisi dikumpulkan di ruang meeting, termasuk Pak Hansen.
Rangga langsung yang memimpin rapat dan membuka rapat dengan tegas dan berwibawa, kemudian menyerahkan kepadaku untuk menjelaskan semua masalah yang terjadi di perusahaan dan juga rekanan.
Semua yang hadir tidak percaya bahwa ada masalah besar yang terjadi di perusahaan tapi mereka tidak tahu kejadian persisnya.
Dan akhirnya Rangga memberikan instruksi dan keputusan tegas bahwa Pak Hansen sudah tidak bisa lagi menjabat sebagai penasehat dan sekaligus dipecat dari perusahaan, sedangkan antek - anteknya semua dipecat tanpa pesangon.
Huhf.....Lega...
itu kata yang keluar dari mulut putri, yang sedang duduk sendiri diruang meeting, sedangkan semua sudah keluar dari ruangan tersebut.
Tbc ya gaes.....
Jangan sungkan kasih komen ya...
ššš
__ADS_1