MENCARI HUJAN

MENCARI HUJAN
Obat Kangen


__ADS_3

Galang melangkah kan kakinya keluar dari kamar hotel tempat putri menginap dan menuju ke ruang seminar para dokter muda.


Dan didalam kamar putri sedang mandi, sambil keluar dari kamar mandi dia mengeringkan rambutnya yang masih basah dengan handuk kecil.


Ting tong... Ting tong....


bunyi bel kamar .....


dengan sigap putri berdiri dan segera membuka pintu kamar...


dia terkejut karena yang didepan nya adalah bos yang tadi pagi menelpon nya.


Rangga..... kata putri dengan ekspresi wajah terkejut, dia gak menduga Rangga secepat ini ada didepannya.


Gak disuruh masuk ya....


Eh.... ayo masuk ngga, sambil menatap Rangga dengan heran.


sambil masuk Rangga langsung memeluk putri dari belakang karena posisi putri yang menutup pintu dan Rangga sudah ada di dalam kamar.


Diam....kaget....deg - deg an bercampur menjadi satu, saat ini itulah perasaan hati putri.


Oh....God.... kok rasanya campur aduk gak akaruan ya... gumam putri..


rasanya jantungku seperti sedang berlari...


Obat kangenku.....kata Rangga di dekat telinga putri...


Egh..... geli ngga...egh..


karena suara dan nafas Rangga memberikan rangsangan lembut ditelinga putri.

__ADS_1


Rangga menelusup kan wajahnya ditengkuk putri, sambil mennggelamkan wajahnya lebih dalam kedalam rambut putr i.


Putri merasakan perlakuan Rangga otomatis merasa geli dan gak tahan tiba - tiba keluar desahan dari mulut putri....


Egh....Egh.... ngga....


Bukannya melepaskan posisinya Rangga justru malah semakin mengeratkan pelukannya, sehingga membuat putri gak bis menolak dan memberontak apa yang terjadi.


Dengan rela dan pasrah dia membiarkan Rangga makin memberikan sensasi panas padanya.


Tangan Rangga makin liar masuk diarea perut putri dan itu justru makin membuat putri menggeliat karena rangsangan yang diberikan Rangga pada tubuhnya.


Ngga.... egh....agh....ngga...geli...agh...


hanya kata - kata itu yang keluar dari mulut putri, karena polah tangan rangga.


Rangga makin gak terkendali karena rasa kangen yang tidak bisa ditahan.


Dia membalikkan badan putri sehingga posisi nya menghadap tepat didepan Rangga.


Cup


Cup


Putri masih diam tidak membalas, makin membuat Rangga penasaran dan tangannya langsung memegang rahang putri dan menekannya lebih dalam sehingga ciuman Rangga makin rapat dan ******* bibir putri lebih dalam.


makin lama ciuman Rangga makin bergairah dan makin ganas, ******* menggigit dan mengulum bibir putri bahkan semakin lama akhirnya lolos dari mulut putri erangan karena panasnya ciuman yang diberikan Rangga.


Agh....agh....ngga...


makin putri mendesah ciuman Rangga makin dalam dan dengan cepat rangga melilitkan juga menghisap lidah putri sehingga saling bertukar slavina.

__ADS_1


Tangan putri dengan erat meremas pinggang Rangga karena tidak tahu harus berbuat apa.


Akhirnya Rangga melepaskan ciuman panasnya dan menautkan keningnya dengan kening putri sambil keduanya terengah-engah karena pasokan oksigen yang menipis.


Rangga tersenyum manis ke arah putri...sambil berucap lembut


Terima kasih obat kangennya sayang...


putri terkejut dengan kalimat yang diucapkan oleh Rangga, dan dia membuka matanya melihat mata Rangga....


sebelum putri mengeluarkan kata kata untuk membalas ucapan Rangga, justru Rangga sudah terlebih dahulu menyela...


iya, aku panggil kamu sayang.... šŸ˜šŸ˜šŸ˜šŸ˜ŠšŸ˜ŠšŸ˜ŠšŸ˜Š


I LOVE YOU


I LOVE YOU


itu beberapa kalimat yang diucapkan Rangga kepada putri.


sambil mengecup bibir putri berulang - ulang kali.


Cup


Cup


Cup


dan dengan cepat rangga kembali memeluk putri dengan erat.


Obat Kangen ku....gumam Rangga kepada putri, yang sekali lagi tidak bisa menolaknya, karena hatinya pun sudah melekat pada Rangga.

__ADS_1


Jangan lupa like ya šŸ™šŸ™šŸ™šŸ™


maaf kalau masih banyak typo


__ADS_2