
Aku masih setia menunggu Rangga bangun,
Uhm .... pegel juga kaki ku dipake buat pelukan, dia kira kakiku guling mungkin ya sampai nyaman banget tidurnya.
Harusnya aku yang tidur karena habis sakit tapi ini malah dia yang nyenyak tidurnya seperti gak tidur berhari - hari...š¤
Tiba - tiba air menetes dari atas...
Tik.... tik....tik....
Aku kaget, dan segera membangunkan Rangga...
ngga bangun gerimis....kataku..
Ehm...iya...
kami berlarian menuju kearah mobil dan segera masuk kedalam.
Kamu tidurnya enak banget ya sampe lupa semuanya kataku kepada rangga.
He...he..... iya sayang, nyenyak banget aku tidur tadi....
Akhirnya hujan turun dengan deras...š§ļøš§ļø
dan membuat kami berdua diam sambil melihat derasnya air hujan yang tumpah ke bumi.
Aku senyum - senyum senang melihat hujan yang menjadi kesukaanku...
__ADS_1
Ada rasa adem dalam perasaan dan hatiku ini ketika menikmati turunnya hujan.
Yank, kopi ku mana....
Apa...kamu tanya kopi mu.... hei bangun ya...kopimu lihat itu diluar sana, kataku sambil menunjuk ke arah tempat kami selonjoran tadi.
Rangga melihat keluar kopinya yang sudah bercampur dengan air hujan....
He...he.... enak kali ya yank kopi rasa air hujan, katanya sambil senyum.
Coba saja...kataku gemes..
Yank, sepertinya kita tidak bisa melanjutkan perjalanan pulang dengan kondisi hujan seperti ini, kita cari tempat menginap aja ya yank.
iya, jawabku singkat.
Rangga memesan 1 kamar dengan 2 bed, seperti yang kami lakukan kalau sedang dinas luar kota.
kami masuk kedalam kamar sambil menenteng tas yang berisi pakaian yang ada di bagasi mobilku.
Rangga pun memang membawa baju ganti sewaktu berangkat menjemput aku di kota S.
Aku langsung membaringkan tubuhku diatas kasur yang sangat aku harapkan dari tadi.
rasa capek dan ngantuk bercampur menjadi satu sehingga membuat mataku tidak bisa diajak kompromi lagi.
š“š“š“š“š“
__ADS_1
Diluar hujan semakin deras sehingga membuat suasana sore ini menjadi syahdu.
Rangga selesai mandi dan melihat kearah putri, rangga melihat betapa indahnya makhluk ciptaan Tuhan yang satu ini, serasa paket komplit dalam diri seorang wanita.
Aku akan memperjuangkannya untuk menjadi milikku dan menjaganya dengan sekuatnya
mencintainya, mengasihi dan akan selalu mendampingi nya sampai selamanya, gumam Rangga.
Tak disadari langkah Rangga mendekati putri yang sedang lelap dalam tidurnya dan diapun ikut tidur disebelah putri, padahal ada tempat tidur satu lagi disebelahnya, tapi dia nekat tidur di samping putri.
Rasa nyaman dia rasakan ketika tidur di samping putri bahkan disaat tangannya memeluk pinggang ramping milik putri.
Kehangatan, kenyamanan dan ketenangan merasuk menjadi satu disaat dua orang berdampingan.
Tengah malam rintik air hujan masih membasahi bumi, menambah dingin dan sepinya malam yang sudah larut.
Putri terbangun dan merasakan beban berat diperutnya, dia mulai membuka matanya lebar - lebar dan melihat kearah perutnya dan sesaknya posisi tidurnya dan dia melihat ada tangan buang memeluk perutnya dan seseorang yang tidur disampingnya.
Dia mulai sadar dan menoleh kearah wajah seseorang yang ada disampingnya, wajah yang masih tenang dan manis disaat tidur.
Makhluk ciptaan Tuhan yang sangat indah dan baik hati, seorang pekerja keras dan bertanggung jawab dalam kariernya...
dengan pelan dia menyingkirkan tangan Rangga dari perutnya, sebab dia sudah kepengen ke toilet, karena menahan rasa HIV ( Hasrat ingin vivis ) šššš
akhirnya dia bisa bernafas lega dengan sedikit perjuangan untuk lepas dari tangan Rangga.
Ih....ngapain juga Rangga ikut tidur satu kasur sama aku...jadi baper aku, gumam putri.
__ADS_1
Hai...gaes jangan lupa like ya, bisa semangat lagi.... šŖšŖšŖšŖ