
Aku masih belum bisa menjawab apa.yangbsudah Rangga sampaikan kepadaku, sebab rasanya seperti ditusuk - tusuk duri yang sangat banyak.
Aku pernah diposisi ini beberapa tahun yang lalu, dan hari ini justru makin menyakitkan sebab Rangga melakukan nya dengan kakak ipar ku sendiri sekalipun dia janda dan bebas memilih siapa saja untuk mengganti kan abang ku tetapi kenapa pilihannya jatuh kepada Rangga dan begitu juga dengan Rangga kenapa dia melakukan nya dengan kakak ipar ku, orang yang aku sayangi, orang yang aku percayai, dan sudah menjadi panutan ku.
Sungguh susah untuk dipercaya.
Aku menunduk dan susah untuk bicara.
Yank, maaf yank....aku khilaf ...
yank bicara yank..... katakan aku jahat atau aku pengkhianat atau apapun yank...jangan diam yank....kata Rangga memohon kepadaku.
Aku masih diam seribu bahasa tak menghiraukan kata - kata Rangga yang memanggilku.
Kenapa hidupku seperti ini, kesalahan apa yang sudah aku perbuat sehingga untuk yang kedua kalinya orang yang aku sayangi mengkhianati aku dengan sangat kejam.
Luka yang lama baru bisa hilang 1 tahun ini tapi tiba - tiba muncul luka baru yang lebih dalam dan lebar.
Mbak Santi .... kenapa mbak lakukan ini padaku.... kataku lirih hampir tak terdengar.
__ADS_1
Hampir satu jam aku diam dan harus membuat keputusan saat ini juga terhadap hubungan kami.
Aku mendongakkan kepala dan melihat Rangga yang masih menatapku dengan pilu.
Antara takut dan sedih bercampur diraut wajah Rangga ketika menatapku, bahkan penyesalan yang dalam bisa aku rasakan dalam dirinya, tapi semua sudah terjadi tidak bisa diulang kembali, ada banyak hati yang dipertaruhkan dalam hal ini, ada ibu ada juga David dan mbak Santi.
Aku harus dewasa dalam.mengambil keputusan.
Ngga.....kataku sambil mengusap air mata di pipiku.
Mari kita akhiri semua kisah kita, dan aku relakan kamu bersama dengan mbak Santi, aku ikhlas kan hatimu untuk yang lain, kataku dengan berat.
Rangga menangis mendengar jawabanku, tapi diapun tidak bisa menghindar dan harus bertanggung jawab dengan apa yang sudah dia lakukan.
Put, .... aku minta maaf yang sebesar besarnya tidak bisa menjaga kepercayaan yang kamu berikan.
Aku minta maaf karena memberikan luka di hatimu dan terima kasih untuk kebersamaan kita satu tahun ini, kata Rangga sambil memegang erat tanganku.
Maaf put..... maaf..... kata rangga berulang.
__ADS_1
aku hanya bisa menatap wajahnya untuk yang terakhir kalinya.
Kami berdua saling menatap dalam diam, tidak tahu harus bicara apa lagi hanya tatapan kami saja yang bisa menyampaikan sesuatu yang tidak bisa terungkap lewat kata - kata.
Pilu, sendu, kecewa, sakit bercampur menjadi satu dalam wadah hati ku.
Tapi aku harus merelakan dan mengikhlaskan kepergiannya.
Lara tak ku panggil tapi dia datang tiba - tiba memberikan rasa sakit, hati yang sembuh terluka karena nya, arah langkah ku tak sejalan lagi dengan nya, bahkan genggaman tangan itu lepas tanpa aku minta.
Dalam lara ku aku menginginkan hujan datang memberikan kesejukan dalam kataku, aku merindukan hujan datang menghapus jejak lukaku.
Aku sungguh tidak menyukai semua ini, tapi aku pun tidak bisa menolaknya.
Berikan aku hujan ya Tuhan agar luka dan lara ini terbawa oleh luruh nya air hujan.
Rela ..... aku rela..... melepaskan mu....
Sepeninggal Rangga aku masih termenung di pojok meja dengan disertai datangnya hujan dimalam ini, dan aku masih memegang surat dari Mbak Santi yang dititipkan oleh Rangga.
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE YA....šššš§ļøš§ļøš