
Bersamaan dengan suara dentuman yang kencang terdengar pula suara petir yang menandakan datangnya hujan.
Suara dalam benteng sangat dominan dengan suara hujan.
Terlihat diantara debu dinamit yang menghempaskan pintu baja ruangan Jenderal Matali, dan terlihatlah beberapa orang berdiri menantang kami, aku melihat jelas wajah jenderal yang menjadi otak pembunuhan ayah dan bang Jo.
Wajahnya yang sangar dan penuh dengan amarah karena benteng dan anak buahnya kami porak porandakan.
Kalian..... akan merasakan pembalasan dari kami, karena sudah mengganggu ketenangan kami ...!!!! salah satu suara dari bodyguard nya jenderal Matali sambil menunjukkan jarinya ke arah kami - dengan tatapan mengancam dan mengintimidasi kami.
Ha..ha.... hei...!!! harusnya kami yang berbicara seperti itu kepada kalian, ucap Anton tak kalah dan menunjukkan emosi yang sangat dalam.
Mau apa kalian..... akhirnya suara jenderal Matali bisa kami dengar juga.
Kami mau anda menyerahkan diri atas pembunuhan yang sudah anda lakukan kepada keluarga kami.... kataku pelan tapi penuh penekanan.
Ha...ha.... aku biasa membunuh dan aku lupa siapa keluargamu yang sudah aku bunuh...
Aku ingatkan sekitar 7 tahun yang lalu kamu melakukan pembunuhan terhadap pak Wibowo dan Jonathan mereka adalah ayah dan Abang ku... dan hari ini aku putri satu - satunya menuntut balas atas perbuatan mu.
ha..ha....wanita seperti kamu... anak kemaren sore menuntut balas, kamu tidak tahu berhadapan dengan siapa ya...
Justru anda yang tidak tahu sedang berhadapan dengan siapa....kata Loco..
Terus kalau aku boleh tahu memang nya aku bw hadapan dengan siapa....ha..ha... cecunguk kemaren sore saja sombong, kata jenderal Matali dengan nada mengejek.
Hallo Jenderal.. kata bang Rey
__ADS_1
Ku****ng a**ar.... kamu ternyata pengkhianat nya.
Dari awal saya tidak pernah berkhianat dengan siapa, tapi saya berjalan pada kebenaran dan membela yang benar, kata bang Rey.
Kalau boleh saya beritahu kepada anda wanita yang ada dihadapan anda ini ada pimpinan Black Angel, jenderal.... kata bang Rey dengan nada sombong.
Apa.... tidak mungkin.... kata jenderal Matali sedikit bergetar.
Semua juga tahu sepak terjang Black Angel dalam memberantas kejahatan dan sangat ditakuti organisasi gelap, bahkan sering pemerintah meminta bantuan kepada Black Angel untuk membongkar kejahatan para mafia.
Tenang jederal kami tidak akan membunuh Anda, tapi kami ingin anda mendekam di penjara - - hukuman yang pantas untuk anda, supaya anda menikmati penderitaan secara perlahan ha..ha....kata Anton dengan nada penuh penekanan agar membuat mental lawan down
Itu tidak akan terjadi justru kalian yang akan mam***s disini, kata jenderal Matali dengan nada kemarahan.
Dengan penuh kemarahan jenderal Matali mengarahkan pistolnya kepada kami dan diikuti oleh beberapa anak buahnya.
Terlihat seperti adegan film action yang saling mengacungkan senjatanya kepada para lawannya.
Aku melihat putri menatap tajam kearah jenderal Matali, dan tiba - tiba
Dor......
Dor.....
Dor....
Agggh.......
__ADS_1
bug.....agggh....
beberapa meja yang ada di ruangan tersebut menjadi tempat yang strategis untuk melindungi diri dari peluru - peluru yang berterbangan, aku juga melihat putri meloncat menghindari peluru..... sungguh pemandangan yang sangat menakjubkan ada seseorang yang menghindari peluru seperti sedang menari, sungguh indah.
Tiba - tiba dia sudah berdiri di depanku sambil memelukku dan membanting tubuhku kesamping untuk menghindari peluru yang dari mana datangnya hampir menerjang tubuhku, andai tidak ada perlindungan dari putri, tubuhku ini yang akan menjadi sasarannya.
Aku melihat ada kucuran darah di bahu sebelah kiri putri, bukannya kesakitan justru dia tersenyum manis kepadaku sambil berkata,
Bagaimana sudah kesampaian kan mendapat pelukan dari big bos katanya sambil menoel dahiku dan dia berdiri sambil menarik tanganku..... dan berucap singkat
Ceroboh....
Suasana tiba - tiba hening Karena Jenderal Matali sudah di taklukkan oleh bang Rey bahkan tangannya sudah di borgol.
Dan anak buah Jenderal Matali benar - benar sudah habis dan bergelimpangan didepan kami.
Loco dan Brian yang melihat kami bertiga hanya bisa melongo dan takjub dan mereka melihat kami dari sudut bawah meja pertemuan, lucu melihat mereka berdua.
Akhirnya berakhir disini sepak terjangnya jenderal Matali dan anak buahnya.
Jangan lupa
Vote
komen
tip
__ADS_1
tx ya reader...