
Lang, mbak minta maaf ya....mbak pulang mendadak, oleh - olehnya mbak titipkan sama petugas resepsionis hotel ntar kau ambil ya..
ππππ
Itu chat yang aku kirim ke Galang.
Aku akhirnya pulang dan tidak jadi mendaki, karena paksaan dari Rangga yang tidak bisa aku lawan.
Disepanjang perjalanan ada saja pertanyaan yang berikan Rangga kepadaku.
Kok bisa sakit sih....pasti kecapean ya... ?
ehm....jawabku singkat
Kalau badan gak fit jangan dipaksain berangkat, harusnya istirahat di rumah saja.
ehm..... kembali aku menjawab dengan deheman saja.
Rangga melirik ke arahku sambil tangan kirinya memegang tanganku dan menggenggamnya erat.
Put, ,.... Rangga memanggilku sekaligus memecah keheningan diantara kami.
iya.... sahutku.
Kita lewat TOL baru ya, sekalian nanti bisa mampir dibeberapa tempat wisata yang kita lewati, anggap saja refreshing.
Ok.... jawabku singkat.
__ADS_1
Karena hari sudah siang kami berhenti di sebuah rumah makan untuk mengisi perut kami.
kami memesan makanan, sambil menunggu pesanan kami, pak Rangga menarik tanganku dan mengelus punggung tanganku dengan lembut.
Ngga gak bosen ya pegang tangan ku dari tadi.... kataku sambil melihat Rangga yang senyum - senyum gak jelas.
Aku gak akan bosan memegang tangan kamu, sebab aku suka....π π
Terserahlah....sahutku gak mau berdebat
Put, aku mau.... sambil menarik tanganku kearah bibirnya dan...
cup
Rangga mencium tanganku dengan lembut dan mesra dan itu berlangsung beberapa detik, sehingga membuat hatiku mendesir karena malu....
kami melanjutkan perjalanan kembali, dan tak terasa kami sampai disebuah tempat wisata Yang sangat asri dan teduh, kami turun dari mobil dan berjalan beriringan menuju ke arah seorang bapak - bapak yang menyewakan tikar. Rangga berbicara kepada bapka tersebut sambil menyerahkan uang dan mengambil tikar yang diberikan bapak tadi.
Rangga menarik tangan putri dan mengajaknya menuju lokasi yang nyaman dan menggelar tikar yang kami sewa tadi.
Sambil duduk berdua kami mengarahkan pandangan kami ke sekeliling tempat kami duduk.
Ngga.... panggilku sambil berdiri.
iya....apa sayang....ππ
Kamu itu seenaknya jawab...pake embel - embel sayang segala.
__ADS_1
Kamu mau kopi .... kataku kepada Rangga.
Mau banget sayang.... kopi 3 in 1 saja ya...
Ok tunggu sebentar ya, aku berlalu meninggalkan Rangga yang membaringkan tubuhnya diatas tikar.
beberapa saat aku kembali menuju ke tempat tikar kami, dan aku melihat dengan nyamannya Rangga tidur sambil kacamata hitamnya tetap terpasang.
Cakep dan Ganteng itulah yang aku lihat ketika menatap dengan cermat kearah Rangga.
Aku meletakkan di gelas kopi yang aku beli dengan beberapa gorengan dan Snack di sebelah ku, dan aku menikmati suasana tempat wisata ini.
Perjalanan pulang yang menyenangkan sehingga aku merasakan pikiran dan hatiku terasa tenang dan nyaman dengan situasi ini.
Aku masih menunggu Rangga yang masih Lelap di atas tikar, serasa tidak ada beban yang dipikulnya.
sambil sesekali aku menikmati kopi yang aku pesan tadi.
Aku sedikit kaget dengan posisi Rangga yang tiba - tiba memiringkan badannya sehingga memeluk pahaku yang saat itu posisiku sedang duduk sambil kedua kakiku aku selonjorkan.
Ada rasa yang aneh, deg - deg an dan juga sedikit malu karena posisi Rangga seperti itu apalagi saat ini kami ada di tempat umum, tapi gak berani membangunkan ataupun mengusik nya.
asyik...asyikkk.. yes... βΊοΈβΊοΈβΊοΈ
jangan lupa like ya....
ππ
__ADS_1