Menikah dengan gengster kejam

Menikah dengan gengster kejam
~9


__ADS_3

#### MENIKAH_DENGAN_GANGSTER_KEJAM


#part 9


"Sana balik." ucap Aska.


"No! Diluar hujan." ucap Kayara karena memang hujan sudah mulai turun. Sedangkan Aska hanya memutar bola matanya malas dengan alasan Kayara. Karena menurutnya hujan kan bisa di terobos.


Untungnya tenda mereka anti air, jadi sedikit tidak khwatir tentang hujan. Sedari tadi Aska hanya diam menatap ke arah Kayara yang sedang memakan camilannya. Yang benar saja, Kayara membawa camilan sebanyak dua kantong plastik besar.


Pukul 22:30.


Aska merebahkan tubuhnya dengan kepala bertumpu pada tasnya. Udara malam ini sangat dingin di tambah lagi dengan hujan yang belum juga reda.


Sedangkan Kayara, wanita itu tengah merutuki dirinya sendiri lantaran lupa membawa selimut. Kayara hanya memakai kaos pendek dan itu mampu membuatnya kedinginan. Karena tidak kuat akan udara yang dingin ini, Kayara masuk kedalam Sweater yang Aska gunakan. Karena menurut Kayara, baju Aska itu cukup besar untuk tubuhnya yang kecil ini.


"Ck, b4ngs4t lo ngapain?" geram Aska karena melihat kelakuan Kayara.


"Diam! Aku lupa bawa selimut." ucap Kayara dibalik Sweater Aska.


"Ya enggak kayak gini juga, b4ngs4t!" ucap Aska menahan amarah yang akan meledak. Kalau bukan karena hujan mungkin saja Aska sudah melemparnya keluar.


Sedangkan Kayara tidak memperdulikan ucapan Aska. Dirinya malah merasa nyaman dengan wangi mint dari tvbvh Aska.

__ADS_1


"Wangi." celetuk Kayara menghirup aroma mint dari tvbvh suaminya ini. Kayara melingkarkan tangannya di p1ngg4ng Aska. Kalau di bayangkan mungkin kayak cicak yang menempel pada dinding.


Tiba-tiba saja senter yang di gunakan Aska mati karena kehabisan baterai. Aska lupa kalau dirinya tidak mengecas senternya terlebih dahulu sebelum berangkat. Dan sekarang hanya gelap yang ada di penglihatan Aska.


"Ck, b4ngs4t emang!"


"Ck, jangan di g1g1t, b4ngs4t!" geram Aska karena Kayara menggigit d4d4 b1d4ngnya.


"Badan kakak keras, kayak batu." celetuk Kayara.


"Diam lo, dasar pendek!"


Mohon bijak dalam membaca


Aska terbangun dari tidurnya dan membuka matanya secara perlahan. Namun yang dirinya lihat hanya gelap gulita. Aska mengambil HP nya dan menyalakan senternya sehingga gelap itu sudah di gantikan dengan terang.


Aska hendak bangun dari tidurnya tetapi dirinya merasa berat pada tvbvhnya. Dirinya melupakan sesuatu kalau ada orang yang tidur di dalam bajunya siapa lagi kalau bukan istrinya.


"Ck, bangun lo s3t4n!" geram Aska menepuk punggung Kayara.


"Eugh, Kayara terbangun dari tidurnya dan langsung saja keluar dari balik sweater Aska."


"Kak, kakak mau kemana?" tanya Kayara karena melihat Aska yang membawa baju dan hendak membuka rasleting tenda.

__ADS_1


"Mandi!" ketusnya.


"### Ikut!"


Kayara kewalahan berjalan bersama Aska, lantaran laki-laki itu berjalan dengan cepat sehingga dirinya tidak bisa menyeimbangi langkah kakinya. Karena tak mau ketinggalan, ahkhirnya Kayara memegang ujung sweater yang Aska gunakan.


Akhirnya dirinya dan Aska sudah sampai di wc. Karena selain tempatnya yang indah dan suasana nya yang sejuk, tempat ini juga menyediakan wc umum agar orang yang berkemah tidak membuang hajatnya sembarangan.


"Lo tunggu disini, gue mau mandi dulu." ucap Aska pada Kayara yang sedang memegang HP nya. Dan Kayara hanya mengangguk sebagai jawaban.


Setelah 15 menit berlalu, Aska sudah selesai dengan acara mandinya dan kini tinggal giliran Kayara yang mandi. Kayara masuk kedalam kamar mandi dan segera melakukan ritual mandinya sedangkan Aska menggu diluar sembari bermain ponsel.


"Kak, darah!" pekik Kayara dari dalam kamar mandi.


Deg!


"Da--darah apasih, lo." Aska mengetuk-ngetukan jarinya di depan pintu.


"Kaki aku ada darahnya!" teriak Kayara. Tanpa lama-lama lagi, Aska membuka pintu kamar mandi tersebut dan nampaklah Kayara yang tengah memegangi kakinya.


"Kenapa lo?"


"Kaki aku kena duri, tuh lihat saking dalamnya sampe berdarah." ucapnya dengan tampang polosnya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2