
#MENIKAH_DENGAN_GANGSTER_KEJAM
#part 15
--
Aska saat ini tengah kumpul di markas dan menceritakan kejadiam malam itu pada teman-temannya. Alva juga merasa janggal dengan cerita yang di alami oleh Aska. Alva berfikiran bahwa ada orang yang sengaja melakukan itu pada Aska.
"Terus, lo bilang ga masalah ini sama Kayara?" tanya Alva.
"Gak!" sahut Aska.
"Malam itu, Kayara nanya sama gue perilhal elo yang ada dimana. Terus gue jawab, kalau Aska tadi ada di apartemen gue, tapi udah pulang dari tadi." jelas Alva.
"Bahaya, bisa-bisa Kayara mikir aneh-aneh lagi." ucap Rama.
-------------
Satu bulan berlalu, setelah kejadian itu, Aska benar-benar mengumpati orang yang telah menjebaknya. Dan Aska pastikan orang itu akan hidup menderita.
Aska saat ini tengah berada di halaman rumahnya untuk mencuci motornya. Tetapi, dirinya di kejutkan akan kehairan seorang wanita. Wanita itu Vana.
"Mau apa lo kesini? Tau alamat gue dari mana, lo?" Aska menatap tajam Vana.
"Gue kesini mau minta pertanggung jawaban, lo!" ucap Vana tersenyum miring.
"Tanggung jawab apa?" Aska menatap tajam ke arah Vana.
"Gue h4m1l, dan lo harus tanggung jawab!" ucap Vana.
__ADS_1
"Itu bukan anak gue!" ucap Aska yang masih tenang.
"Bukan anak lo, bilang? Terus gimana dengan malam itu, As?!" sentak Vana.
"B4ngs4t, gue bilang itu bukan anak, gue! Dasar j4l*ng!" bentak Aska mengepalkan tangan tatapan tajamnya.
"As, ada apa?" tanya Asti dikala dirinya mendengar suara ribut diluar. Sama halnya dengan Kayara yang sedang menonton tv dan langsung saja bergegas keluar rumah. Kayara dikejutkan oleh seorang wanita yang tengah menundukan kepalanya.
Vana yang melihat Asti pun langsung saja berderama dengan menangis.
"H--hiks, Aska kamu harus tanggung jawab?" ucap Vana.
"Tanggung jawab apa?" ucap Kayara.
"Aku h4m1l, dan itu anaknya, Aska!" ucap Vana.
Degh!
--
"Kamu jangan ngada-ngada, anak saya tidak mungkin melakukan hal b3j4t itu!" ucap Asti menatap tajam ke arah Vana.
"Kalau tante ga percaya, aku punya buktinya!" Vana mengeluarkan tespek dan poto dirinya dan Aska pada malam itu.
Degh!
"As, i--itu ga bener, kan?" Asti menatap anaknya itu dengan air mata yang sudah membanjiri wajahnya.
"Bund, Aska dijebak. Aska ga mungkin ngelakuin itu!" Aska menatap Bundanya itu, memohon agar percaya padanya.
__ADS_1
"Kalau Aska gamau tanggung jawab, terus gimana dengan nasib anak ini." ucap Vana.
"Tante juga ngerasain kan, gimana jadinya tante kalau ada di posisi aku!" Vana semakin mengompori Asti agar percaya padanya.
"As, nikahi wanita Ini!" Asti menatap anaknya itu tajam.
"Bund, Aska udah bilang, Aska dijebak!" Aska menatap Bundanya itu dengan tatapan memohon.
"Tapi semua udah terlanjur, kan? Sekarang kamu mau apa lagi?" Asti menatap kecewa pada anaknya itu.
"Nikahi, Dia!" ucap Asti dan melangkah pergi dari hadapan semua orang. Sedangkan Kayara hanya berdiri mematung dengan tvbvh yang bergemetar.
"Sayang, sekarang kamu tenang yah, karena sebentar lagi kamu punya Ayah!" ucap Vana mengelus perutnya yang masih rata.
Kayara melihat itu, dirinya tersenyum getir merasakan sesak di hatinya. Kayara merasakan sedihnya nanti jika anaknya lahir dan akan berbagi Ayah dengan orang lain.
Kayara pergi dari hadapan Aska dan Vana. Dirinya berjalan menuju kamarnya dan masuk kedalam setelah mengunci pintunya.
Kayara menangis sejadi-jadinya, ia tidak tahu harus bagaimana. Kayara berpikiran untuk meminta cerai pada Aska. Dirinya tidak mau jika anaknya berbagi Ayah dengan orang lain.
------
"PUAS, LO! JANGAN HARAP GUE BAKAL NIKAHIN LO!" bentak Aska menatap tajam Vana.
"Sekeras apapun lo bicara, lo gabakalan ngerubah itu. Karena apa? Karena Bunda lo sendiri yang minta lo buat nikahin gue." Vana menatap Aska sambil tersenyum miring dan setelah itu pergi dari hadapan Aska.
"Agghh!"
Bersambung...
__ADS_1