Menikah dengan gengster kejam

Menikah dengan gengster kejam
~21


__ADS_3

#### MENIKAH_DENGAN_GANGSTER_KEJAM


#part 21


"ini Mang, uangnya," ucap Aska memberikan uang itu pada Mang Kadir, dan setelah itu pamitan pergi untuk pulang.


Saat Aska ingin membuka gerbang rumahnya, tiba-tiba dihentikan oleh suara seseorang.


"Hmm, masih kecil kok udah hamil." ucap seorang Gadis, yang tak lain adalah gadis yang tadi menatap sinis pada Kayara. Sebut saja namanya Kisa.


"Terus urusannya sama lo apa?" Aska menatap tajam Kisa.


"Nggak ada, kasian aja gitu." Kisa menatap Aska sinis.


"Dari pada lo, kecil-kecil kok udah jadi kvpu-kvpu malam


"### Ck, s14l," gumam Kisa.


"Emm, enak banget buburnya." Kayara memakan buburnya dengan lahap.


"Ck, pelan-pelan kalau makan!" Aska menatap malas ke arah Kayara.


"Gue punya sesuatu buat, lo." Aska menatap Kayara sambil tersenyum.


"Apa?" Kayara menatap Aska penasaran.


"Nanti gue kasih tau, sekarang lo makan dulu!" ucap Aska beranjak dari duduknya dan berlalu pergi meninggalkan Kayara dan Asti di dapur.


"Bund, Bunda tau?" tanya Kayara.


"E--enggak, kok!" ucap Asti gugup.


"Aneh," batin Kayara.


"Sayang, kalau gitu Bunda pamit dulu mau arisan sama temen-temen Bunda." ucap Asti dan berlalu pergi setelah mendapat anggukan dari Kayara.


Sedangkan dikamar ..., Aska tengah menelpon seseorang.


"Nanti jam 08:00, semuanya dimulai." ucap Aska pada orang diseberang sana. Telepon pun dimatikan secara sepihak oleh Aska.


"### Ck, gimana reaksinya, ya?" gumam Aska.#


"Gue pergi dulu," ucap Aska sembari memasang jaketnya.


"Mau kemana?" tanya Kayara, pasalnya dirinya takut sendirian dirumah.


"Markas," sahut Aska.


"Ikut," ucap Kayara.


"Lo tunggu disini! Gue udah telpon Fika buat datang kesini nemenin lo," ucap Aska mencium kening Kayara dan setelah itu pergi dari hadapan Kayara.


Setelah kepergian Aska, kini Kayara hanya melamun sendirian sambil mengelus perutnya yang buncit. Tak lama kemudian Fika datang sembari membawa sekantong plastik besar yang berisikan camilan.


"Gue dateng!" teriak Fika kegirangan.


"Ketuk pintu dulu kek, ini main nyelonong aja!" ketus Kayara menatap Fika kesal.


"### Udah ah, mending kita nonton drakor!" usul Fika sembari menyalakan tv. Mereka berduapun menonton tv dengan candaan yang dibuat oleh Fika.


Sedangkan disisi lain, Aska saat ini tengah berkumpul bersama teman-temannya di markas.


"Mending kita ikuti rencana Alva, kayaknya seru tuh," ucap Rama pada Aska.


"Gue takut dia nangis kejer!" sahut Aska.


"Ck, gapapa kali, lagian juga bakalan seru kalo liat ekspresinya."

__ADS_1


"Tadi gue ketemu sama tante Asti, terus dia bilang, katanya dia bakalan nungguin di tempat yang udah kita tentuin." ucap Fadel.


"Iya."


"Semuanya udah beres, cuma kita tinggal mainkan drama kita," Deva tersenyum ke arah Aska.


"Ck, terserah! Kalo Bini gue marah, gue gamau ikut-ikutan. Kalian pada tau kan? Kalo Kayara lagi ngamuk kaya apa?" ucap Aska pada semua teman-temannya.


"Ciee, udah sayang mah beda!" celetuk Alva, hingga Aska menatapnya tajam.


"Pasti nangis kejer!" celetuk Rama.


"Gue mah udah gasabar liat anaknya Aska nanti," ucap Alva tersenyum ke arah Aska.


"Pasti mirip gue," celetuk Fadel watados, hingga Aska menatapnya tajam.


"Becanda-becanda!"


--


Kayara dan Fika saat ini tengah menonton tv sambil bercanda gurau. Jam menunjukan pukul 20:30, tapi Aska belum juga pulang.


"Ish, Kak Aska mana sih," gumam Kayara.


"Markas kali," sahut Fika lantaran mendengar gumaman Kayara.


"Ck, tapi dia pergi udah lama, Fik!" ucap Kayara dengan mata yang berkaca-kaca.


"Namanya juga Aska, dia itu anak br4nd4l!" celetuk Fika.


Ting!


Tiba-tiba saja ponsel Kayara berbunyi, menandakan ada pesan masuk. Langsung saja Kayara melihat pesan itu dan seketika tubuhnya terdiam kaku dengan air mata yang sudah mengalir deras membasahi pipi mulus nya.


"Kenapa, Kay?" tanya Fika khawatir.


Kayara tidak menjawab tapi dia menyodorkan ponselnya pada Fika. Fika langsung saja mengambil ponsel Kayara dan melihatnya, langsung saja Fika dibuat terkejut dengan pesan yang dikirim oleh orang misterius.


"Hiks, ini ga bener kan, Fik?" tanya Kayara.


"Gue juga gatau," Fika memeluk Kayara erat.


"Hiks, ayo kita kesana Fik, kita buktiin kalau itu bukan Aska!" ucap Kayara di sela tangisannya.


"Iya, ayo!"


"### Gue kenal tempat ini!"


Sesampainya disana, Fika dan Kayara masuk kesebuah villa yang mewah. Kayara terus saja terisak sambil memegangi perutnya yang buncit.


Kayara berjalan di belakang Fika, sedangkan Fika berjalan di depan sambil memegang tangan Kayara.


#


--


"Kay, kita tanya sama orang itu," ucap Fika sambil menunjuk seorang OB laki-laki yang tengah mengepel lantai.


"Hiks, a-ayo!" sahut Kayara di sela tangisnya.


Mereka berdua langsung saja berjalan ke arah OB laki-laki yang bertubuh tinggi, gondrong dan berkumis tebal.


Sesampainya disana .....


"Maaf, Mas. Kami ganggu, disini kami cuma mau numpang tanya apa boleh?" Fika menatap laki-laki itu intens.


"Boleh, silahkan atuh Neng," ucap laki-laki itu dengan suara serak.

__ADS_1


"Pernah lihat orang ini gak, Mas?" tanya Fika sambil menyodorkan poto Aska kehadapan laki-laki itu.


"Ini mah Den Aska, orang yang nempatin kamar itu!" ucap laki-laku itu sambil menunjuk kesebuah kamar.


"Apa dia sering kesini, Mas?" tanya Fika hati-hati.


"Iya sering, malahan sama cewek!" ucap laki-laki itu.


Degh!


Kayara yang mendengar itu seketika hatinya mencelos, sakit sungguh sakit mendengar kenyataan itu. Kayara yang tadinya terisak kini semakin menjadi-jadi membuat Fika bingung harus melakukan apa.


"Kay, tenang dulu oke!" ucap Fika memeluk Kayara erat.


"Maaf Mas, kira-kira Mas tau ga siapa ceweknya?" tanya Fika.


"Kalau namanya saya kurang tau Neng, tapi, yang saya denger sih istrinya," ucap laki-laki itu meyakinkan.


"Hiks, Fik? Itu gak bener kan?" tanya Kayara.


"Kay, tenang! Itu pasti gak bener!" tekan Fika.


"Kalo Eneng ga percaya sama saya, boleh langsung samperin aja ke orangnya. Kamarnya sebelah sana," ucap laki-laki itu sambil menunjuk sebuah kamar.


"Iya Mas, kalau gitu makasih ya, atas informasinya," ucap Fika.


Karena Kayara dan Fika kurang percaya pada laki-laki itu, mereka berdua memutuskan untuk pergi ke kamar yang di tunjuk oleh laki-laki itu tadi. Saat hampir dekat dengan kamar yang akan dituju, Kayara dibuat terisak oleh pembicaraan dua orang wanita yang tengah berjalan berlawanan dengannya. Dan tanpa di sengaja Kayara mendengar pembicaraan mereka.


"Beruntung banget ya, Anya. Dia dapet suami seperti Aska, yang notabenya orang tajir melintir, ketua geng lagi," ucap wanita satu.


"Hmm, bener! Apalagi mertuanya baik banget, tadi aja gue lihat mereka berdua lagi belanja keperluan bayi, Kayaknya Anya lagi hamil deh," ucap wanita dua.


Degh!


"Jadi bener, apa yang di ucapin laki-laki itu dan kedua wanita ini tentang Aska. Kalaupun bener, berarti tadi Bunda izin sama aku mau arisan ternyata itu hanya alasan untuk menutupi kebohongan ini. Kenapa semua orang tega ngehianatin aku." batin Kayara menahan sesak yang teramat di hatinya.


"Hiks, gue mau pulang aja!" ucap Kayara.


"E--eh, jangan Kay! Kita harus buktiin dulu kalau itu ga bener," ucap Fika.


"T-tap--" Kayara belum selesai bicara, karena Fika menariknya pelan menuju kamar tersebut.


sesampainya disana ...


Kayara menangis sejadi-jadinya lantaran mendengar suara aneh dari dalam kamar tersebut. Kayara terduduk di lantai sambil menegangi perutnya yang buncit, Kayara dipeluk oleh Fika dengan erat, seolah menguatkannya untuk tetap tegar.


"H--hiks, mau pulang!"


"Mereka jahat!"


"Kay, lebih baik kita buktiin dulu ya? Jangan ambil keputusan dengan emosi!" ucap Fika.


"T--tapi, gue takut itu kenyataan, Fik!"


"Percaya sama gue, Kay! Semuanya pasti baik-baik aja!"


Dengan perlahan Kayara mengangguki ucapan Fika dan beranjak berdiri dari duduknya di bantu oleh Fika.


"Lo buka pintunya!" ucap Fika.


Dengan tangan yang gemetar, dengan perlahan Kayara memutarkan knop pintu itu hingga terbuka sedikit demi sedikit dan ...


1 ....


2 ...


3 ...

__ADS_1


Ceklek!


Bersambung.....


__ADS_2