Menikah dengan gengster kejam

Menikah dengan gengster kejam
~2


__ADS_3

#MENIKAH_DENGAN_GANGSTER_KEJAM


#Part 2


---


Kini Aska dan teman-temannya sudah sampai di jalanan sepi, dimana Aska akan melakukan balapan liar. Aska membuka jaketnya dan hanya menyisakan kaos hitamnya. Dan itu berhasil menyita perhatian para penonton.


"Datang juga, lo." ucap Fazril tersenyum remeh kepada Aska.


"Gue, bukan pecundang kayak, lo." ucap Aska tersenyum miring.


--


"Aska, ayo, sedikit lagi." teriak Rama karena melihat Aska yang akan memasuki garis finish.


"Brumm! Brumm!"


Aska berhasil memenangkan balapan tersebut. Sedangkan Fazril, dirinya merasa kesal karena kalah balapan, namun seketika Fazril tersenyum miring menatap Aska yang tengah merokok. Dia mendapatkan ide untuk mengahancurkan Aska.


Fazril berjalan menuju Aska dan memberinya minuman, dan di terima oleh Aska tanpa curiga.


"Tumben banget, tuh anak kasih lo minuman." ucap Deva menatap curiga Fazril yang mulai berjalan menjauh. Sedangkan Aska dirinya tidak memperdulikan ucapan Deva dan meminum minuman itu hingga tandas tak tersisa.


Beberapa menit kemudian ..., dirinya merasakan hal aneh dari tubuhnya. Dia bukan bocah yang tidak tau apa yang sedang dirinya alami.

__ADS_1


"****," geramnya.


"Gue, cabut dulu." ucap Aska menyalakan motornya dan pergi begitu saja. Sedangkan Fazril tersenyum miring melihat itu.


"Mampus!" ucap Fazril melihat Aska yang sudah jauh.


---


Aska memasuki rumahnya dengan keadaan yang kacau. Dirinya berjalan dengan sempoyongan sambil mengeram mengumpati Fazril, s*alan.


Dirinya memasuki kamar dan melihat Kayara yang sedang duduk di sofa. Gadis itu belum tidur lantaran dirinya tadi tidur siang.


Aska berjalan menghampiri Kayara, dan langsung saja menecengkram tangannya dengan kuat. Kayara meringis karena cekalan Aska begitu kuat.


"K--kak, lepasin sakit!" ucap Kayara mencoba melepaskan cekalannya.


"Lep--," ucapan Kayara terhenti ketika Aska ... Dan kalian tahu lah.


))---((


Dua hari berlalu setelah kejadian itu, Kayara menjadi lebih murung dan sering mengunci diri di dalam kamar. Untuk Aska, laki-laki itu malah sering membuat onar dan sifatnya lebih kasar. Disekolahnya hanya masuk ruang BK dan membolos pelajaran.


Kayara berniat hari ini untuk sekolah, namun Aska melarangnya lantaran dirinya tidak mau kalau orang lain melihat Kayara. Kayara pun tidak tahu menahu alasan Aska melarang dirinya sekolah. Saat ini Kayara tengah memasak lantaran dirinya merasa lapar, untuk Aska, laki-laki itu tengah sekolah.


Kayara tengah memasak, tiba-tiba seseorang berjalan ke arah Kayara. Kayara tahu kalau ada yang berjalan menghampirinya, lantaran suara hentakan sepatu. Kayara membalikan badannya, seketika matanya membola melihat wanita paruh baya yang sedang tersenyum menatapnya.

__ADS_1


"Nyonya, siapa?" ucap Kayara menundukan kepalanya.


"Mamahnya Aska, tapi sekarang juga jadi mamahnya Kayara." ucap Asti Ibu dari Aska.


"Kenapa Nyonya tau nama saya." ucap Kayara dengan memainkan ujung bajunya.


"Jangan panggil Nyonya dong, panggil mamah aja, ya!" ucap Asti mengusap kepala Kayara.


"I--iya mah." ucap Kayara dan di balas senyuman hangat oleh Asti.


"Kamu lagi masak apa?" tanya Asti.


"Rendang." ucap Kayara.


"Kalau gitu, mamah bantuin ya?"


"E--eh, gausah mah, ini juga udah mau selesai kok!" ucap Kayara dan di balas anggukan oleh Asti.


-----


Kini Kayara menyiapkan semua makanannya di meja makan. Asti yang melihat itu seketika tersenyum. Dirinya merasa bersalah kepada Kayara atas apa yang di lakukan anaknya kepada Kayara. Asti pastikan dirinya akan mencari tau dalang dari kecelakaan suaminya itu bukan ulah Ansel, kakak kandung Kayara.


"Kayara maafin anak mamah ya? Maaf, dia selalu berbuat kasar sama kamu," ucap Asti menatap Kayara yang tengah mengisi piringnya.


"Udahlah mah, ini juga bukan salah mamah. Mungkin ini udah jadi takdir Kayara." ucapnya tersenyum manis.

__ADS_1


---


#Bersambung


__ADS_2