
part 7
--
Tanpa Aska menjawab pun Kayara sudah mengetahui jawaban yang akan di berikan oleh Aska. Kayara takut kalau Aska tidak akan menerima anak ini, karena yang Kayara ketahui kalau Aska menikahi dirinya hanya untuk balas dendam.
----
Saat ini Aska dan teman-temannya sedang berada di markas The Aviton. Aska menceritakan tentang Kayara pada teman-temannya dan itu membuat teman-temannya terkejut bukan main.
"What!" teriak Rama kegirangan.
"Berarti gue bakalan punya keponakan, dong!" ucap Alva tersenyum jahil.
"Gue takut kalau tuh bocah udah lahir, pasti sifatnya kagak jauh beda sama bapaknya!" celetuk Fadel senyam-senyum tidak jelas.
"Tapi, gue takut!" ucap Deva.
"Takut kenapa?" tanya Fadel dengan ekspresi bingung.
"Lo tau kan? Kalau orang h4m1l itu pasti minta yang aneh-aneh, nah terus gue takut kalau kita jadi sasarannya." jelas Deva.
"Iya, ya. Serem dah kalau gitu!" celetuk Rama menggelengkan kepalanya.
Sedangkan Aska hanya diam mencerna ucapan Deva barusan. Entahlah, dirinya harus merasa senang atau harus gimana.
__ADS_1
----
-----
Satu bulan berlalu, tidak ada perubahan dari kehidupan Aska dan Kayara. Aska yang suka emosian dan Kayara yang suka membangkang Aska. Tiada hari tanpa perdebatan kecil, apalagi Aska yang tidak peduli terhadap Kayara.
Usia kandungan Kayara saat ini sudah satu bulan, dimana Kayara yang selalu meminta hal aneh-aneh. Contohnya : dua hari yang lalu, Kayara meminta buah apel rasa nanas, dan itu berhasil membuat Aska uring-uringan karena buah itu tidak ada. Kalaupun ada dimana?
Dan saat ini Kayara tengah merajuk untuk ikut camping. The Aviton sengaja mengadakan rencana camping karena untuk merayakan persahabatan mereka yang sudah berdiri kurang lebih 3 tahun. Bukannya apa-apa mereka mengadakan acara ini, hanya untuk memperkuat tali persahabatan mereka.
"Kak. Aku ikut pokoknya!" ucap Kayara keukeh ingin ikut ke acara itu karena Fika juga turut ikut dalam acara itu.
"Ck, gue bilang enggak, ya engggak!" sentak Aska menatap tajam ke arah Kayara.
"Pokoknya ikut!" cerca Kayara menatap Aska dengan mata yang berkaca-kaca.
"Ck, terserah." ucap Aska sambil memainkan ponselnya.
"C*p. Makasih, Kak." ucap Kayara m3nc1um pipi Aska dan setelah itu lari keluar kamar.
"Mulai berani, hmm." gumam Aska tersenyum miring.
Rencananya mereka akan berangkat besok pagi pukul 08:12, dan akan menginap sekitar 3 harian. Mereka memilih tempat untuk camping di puncak karena pemandangannya juga bagus dan suasana nya juga lebih tenang dan sejuk.
Mungkin mereka akan berangkat beramai-ramai karena sebagian anggota The Aviton juga ikut.
__ADS_1
--
Tanpa Aska menjawab pun Kayara sudah mengetahui jawaban yang akan di berikan oleh Aska. Kayara takut kalau Aska tidak akan menerima anak ini, karena yang Kayara ketahui kalau Aska menikahi dirinya hanya untuk balas dendam.
----
Saat ini Aska dan teman-temannya sedang berada di markas The Aviton. Aska menceritakan tentang Kayara pada teman-temannya dan itu membuat teman-temannya terkejut bukan main.
"What!" teriak Rama kegirangan.
"Berarti gue bakalan punya keponakan, dong!" ucap Alva tersenyum jahil.
"Gue takut kalau tuh bocah udah lahir, pasti sifatnya kagak jauh beda sama bapaknya!" celetuk Fadel senyam-senyum tidak jelas.
"Tapi, gue takut!" ucap Deva.
"Takut kenapa?" tanya Fadel dengan ekspresi bingung.
"Lo tau kan? Kalau orang h4m1l itu pasti minta yang aneh-aneh, nah terus gue takut kalau kita jadi sasarannya." jelas Deva.
"Iya, ya. Serem dah kalau gitu!" celetuk Rama menggelengkan kepalanya.
Sedangkan Aska hanya diam mencerna ucapan Deva barusan. Entahlah, dirinya harus merasa senang atau harus gimana.
----
__ADS_1
Bersambung....