Menikah dengan gengster kejam

Menikah dengan gengster kejam
~11


__ADS_3

#MENIKAH_DENGAN_GANGSTER_KEJAM


#part 11


--


Saat ini semua orang tengah menikmati suasana malam di temani dengan api unggun yang menyala. Soal rencana Aska yang akan jalan-jalan itu tidak jadi karena Aska tidak mau Kayara ikut.


"Kak, ayo katanya mau nyanyi!" ucap Kayara sembari menggoyangkan lengan Aska.


"Suara gue lagi serak." Aska menatap Kayara tajam.


"Ck, alasan!" Kayara memutar bola matanya malas.


Duar! Duar!


Seketika mereka yang tengah bercanda pun di kagetkan akan suara petir itu. Semua orang langsung masuk ke dalam tenda masing-masing lantaran hujan mulai turun.


Kayara langsung saja merebahkan tubuhnya lantaran dirinya merasa ngantuk. Sedangkan Aska, laki-laki itu tengah mengambil selimut yang di kasih Fika tadi siang. Aska sengaja meminjam selimut pada Fika karena tidak tega melihat Kayara yang tidur hanya memakai sweater saja. Dan untungnya Fika membawa selimut dua. Aska hanya kasian pada Kayara dan ingat hanya kasian tidak lebih!


Aska merebahkan dirinya di samping Kayara yang tengah memejamkan matanya.


"Pake!" Aska melempar selimut itu mengenai wajah Kayara. Kayara memakai selimut itu dan langsung saja merapat mendekat ke arah Aska dan memeluknya dengan erat.


"Ck, sanaan!" geram Aska mendorong Kayara. Namun gadis itu tetap tidak bergerak sama sekali. Aska hanya menghembuskan nafas beratnya melihat kelakuan Kayara.

__ADS_1


Hujan semakin deras dan udara pun semakin dingin. Sama halnya dengan Kayara yang tengah meringkuk memeluk Aska dengan erat.


"Kak, laper." Kayara mendongak melihat ke arah Aska.


"Makan!" Aska berucap sembari menatap tajam Kayara.


Kayara bangkit dari tidurnya dan langsung saja mengambil camilannya dan memakannya dengan lahap.


"Kak, kakak mau?" Kayara mengodorkan makanan itu di hadapan Aska.


"Gue ga laper." Aska menatap Kayara tajam.


"Kak, kakak punya mantan?" ucap Kayara.


----


--


Dua hari berlalu, Aska dan Kayara sudah pulang dari acara campingnya termasuk teman-teman mereka. Aska memutuskan untuk pulang karena cuaca tidak mendukung.


"Kak, aku mau nasgor." ucap Kayara sembari menggoyangkan lengan Aska. Saat ini mereka tengah duduk di ruang tamu bersama Asti.


"Gue beli dulu!" Aska hendak beranjak dari duduknya tapi langsung di hentikan oleh Kayara.


"Aku maunya Kakak yang buat!" Kayara menatap Aska dengan mata yang berkaca-kaca.

__ADS_1


"B4ngs4t, lo!" Aska menatap tajam Kayara.


"Aska!" tegur Asti.


"Yaudah, kalau enggak mau. Aku gak maksa!" Kayara menatap lurus ke arah tv yang sedang menyala.


Aska malah menganggap perkataan Kayara serius dan bersikap bodo amat. Dirinya malah santai-santainya memainkan ponselnya sesekali melirik ke arah Kayara. Sedangkan Asti, wanita paruh baya itu hanya mengehela nafas melihat kelakuan Aska. Dirinya juga tidak bisa berbuat apa-apa lantaran Aska itu keras kepala.


Kayara menahan tangis melihat sifat acuh Aska pada dirinya. Entah kenapa dirinya menjadi cengeng begini, mungkin bawaan dari debay. Karena tak tahan akan kelakuan Aska, Kayara langsung saja berhamburan kepelukan Aska dan memeluknya dengan erat.


"H--hiks, jahat!" Kayara memukul d4d4 bid4ng Aska. Sedangkan yang dipukul hanya diam sembari melihat kelakuan Kayara yang seperti anak-anak ini.


"Aska, kasian Kayara, nak!" Asti menatap anaknya itu dengan tatapan sendu agar anaknya itu luluh.


"Oke, oke. Lo mau apa? Nasgor, kan?" Aska menatap Kayara tajam. Sekejam-kejamnya Aska pada semua orang, dirinya bakalan luluh akan tatapan sendu Asti.


"I--iya, tapi pedes!" Kayara menatap Aska dengan pipi yang sudah banjir air mata.


Dengan terpaksa akhirnya Aska menuruti kemauan Kayara yang ingin nasgor buatannya.


"Yaudah, jalan duluan gih kedapur!" Aska menatap Kayara tajam. Pasalnya gadis itu belum juga melepaskan pelukannya.


"No! Gendong." Kayara malah mengeratkan pelukannya pada laki-laki itu.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2