Menikah dengan gengster kejam

Menikah dengan gengster kejam
~8


__ADS_3

#MENIKAH_DENGAN_GANGSTER_KEJAM


#part 8


-----


Pagi menyapa, dimana Aska dan teman-temannya sedang bersiap-siap untuk berangkat ke puncak. Inti The Aviton yang ikut hanya 100 orang, karena sebagian dari itu disibukan dengan keperluan masing-masing. Aska dan yang lainnya pergi menggunakan motor sedangkan Kayara naik mobil bersama Fika lantaran gadis itu membawa mobil.


"Berangkat!" teriak Rama kegirangan.


Kayara dan Fika mereka sudah berada di dalam mobil dan bersiap untuk pergi. The Aviton menyusun strategi dalam perjalanan agar tidak ada hal yang diinginkan terjadi. Mereka mulai melajukan kendaraan mereka masing-masing, dengan Aska yang memimpin di depan dan mobil di tengah-tengah. Sedangkan yang lainnya mengawal dari belakang.


Ratusan motor dengan jaket hitam berlogo Singa itu mengiringi mobil dengan sang Ketua yang memimpin di depan. Mereka semua memenuhi jalanan kota yang begitu ramai. Semua orang sudah tidak asing dengan mereka, karena The Aviton sudah di kenal banyak orang.


"Kay, kamu bawa apa aja?" tanya Fika penasaran lantaran tas gadis itu penuh.


"Aku bawa baju, camilan, obat pusing, terus sama minyak angin." jelas Kayara dan di balas anggukan oleh Fika.


"Ponakan gue pasti lucu, deh!" ucap Fika tersenyum. Karena memang dirinya sudah megetahui hal itu dari Kayara sendiri.


"Masa."


"Iya, pasti." ucap Fika dan setelah itu mereka tertawa bersama.

__ADS_1


"Semoga ga hujan, deh." gumam Fika.


"Iya. Tapi, cuacanya mendung." jawab Kayara.


"Masih jauh?" tanya Kayara.


"Bentar lagi nyampe, kok." ucap Fika.


"Tumben Aska bawa motornya pelan." ucap Fika karena melihat Aska didepan membawa motornya pelan.


"Emang biasanya gimana?" tanya Kayara.


"Kek, orang k3s3t4n4n!" ucap Fika memutar bola matanya malas, mengingat dulu sepupunya itu pernah mengajaknya m4t1 dengan mengendarai motornya dengan tidak normal.


"Aaa, gue kangen tante Asti." ucap Fika lantaran dirinya sudah lama tidak bertemu dengan tante kesayangannya.


"Emm, iya."


-----


Setelah satu jam di perjalanan, ahirnya mereka telah sampai di puncak. Langsung saja mereka mendirikan tenda masing-masing karena sebentar lagi akan hujan. Anggota The Aviton mendirikan 20 tenda dan diisi 5 orang masing-masing pertenda. Sedangkan Aska dan teman-temannya mendirikan 3 tenda. Rama, Alva, Fadel dan Deva mereka satu tenda sedangkan Aska sendiri. Entahlah Aska lebih suka menyendiri karena menurutnya itu lebih tenang. Dan untuk satu tenda lagi diisi oleh Kayara dan Fika.


Setelah semuanya memasang tenda, kini mereka tengah berkumpul di tengah-tengah tenda mereka. Jadi posisinya itu, tenda di pormasikan melingkar dengan mengosongkan tengah karena rencananya di tengah itu akan diisi oleh api unggun nantinya.

__ADS_1


"Kayaknya untuk acara api unggun kita laksanakan besok. Karena sekarang bakalan turun hujan." ucap Rama.


"Oke, siap!" teriak salah satu anggota The Aviton.


"Kalau kalian laper, dan gamau masak, ada makanan tuh di mobil, kalian ambil aja." ucap Fika pada semua orang.


"Siap, atuh!" celetuk Deva.


"Sekarang kalian masuk, sebentar lagi hujan." ucap Aska dan di balas anggukan oleh semua orang.


Kini semua orang sudah masuk ke tendanya masing-masing. Ada yang membawa camilan dan ada juga yang membawa gitar.


"Lo, sama Aska aja! Gue takut kalau nanti gue tidurnya muter terus kaki gue kena p3rut lo kan bahaya." jelas Fika. Itu hanyalah sebuah alasan karena dirinya ingin Aska dan Kayara lebih dekat lagi.


"Gabakalan, kok." ucap Kayara.


"No! Gue gamau keponakan gue kenapa-napa." ucap Fika.


"Ish, yaudah." ucap Kayara. Dengan wajah kesal dirinya mengambil tas dan camilannya menuju tenda Aska yang berada di sebelah tenda Rama.


Kayara membuka rasleting tenda Aska dan langsung saja masuk kedalam tenda setelah itu merasleting kembali tenda itu. Dirinya melihat Aska yang sedang duduk sembari menatapnya tajam.


"Ngapain kesini?" tanya Aska.

__ADS_1


"Fika nyuruh aku kesini." ucap Kayara.


Bersambung...


__ADS_2