
#MENIKAH_DENGAN_GANGSTER_KEJAM
#part 19
--
Lima bulan berlalu, namun tidak ada yang rubah dari sikap Aska pada Kayara masih tetap sama seperti dulu. Kayara sudah tidak sekolah dan lebih memilih untuk Home Schooling saja, karena p3rutnya sudah mulai membesar.
Kayara saat ini tengah olahraga renang di temani oleh Aska. Mereka berdua tengah menginap di rumah Asti karena wanita paruh baya itu yang menyuruhnya.
"Kak jangan di lepas, takut tenggelam!" ucap Kayara pada Aska yang tengah memegang p1nggangnya.
"Lo juga jangan nyakar bahu gue!" sahut Aska, lantaran Kayara menyakar bahunya karena takut tenggelam.
"Takut!" cicit Kayara.
"Ck, makanya belajar berenang!" ucap Aska.
"Ini juga kan lagi belajar!" sahut Kayara.
"Kayara sayang, jangan lama-lama berenangnya!" ucap Asti berjalan menuju kolam renang sembari membawa susu coklat panas.
"Iya Bund, ini juga selesai kok!" Kayara tersenyum kearah mertuanya itu.
"Kak, bantu naik, susah tau!" omel Kayara lantaran Aska hanya diam memegang pinggangnya.
Aska membawa Kayara naik dari permukaan air dan mendudukannya di pinggiran kolam, sedangkan laki-laki itu melanjutkan kegiatan renangnya.
"Gimana, seru ga olahraganya?" tanya Asti pada Kayara yang tengah meminum susunya.
__ADS_1
"Gak, Kak Aska ngeselin!" cerca Kayara menatap Bundanya itu dengan wajah cemberut. Sedangkan Asti hanya terkekeh geli.
"Kak, udahan berenang nya!" omel Kayara lantaran Aska belum juga naik dari permukaan air.
"Ck, iya!" dengan terpaksa Aska naik dari permukaan air dan mendudukannya di samping Kayara.
-----
Jam menunjukan pukul 22:12, dimana Kayara tengah tiduran berbantalkan lengan Aska yang tidur di sampingnya. Aska yang tengah tidur terbangun oleh suara ringisan Kayara dan membuka matanya perlahan.
"Ck, kenapa?" tanya Aska dengan suara serak khas bangun tidur.
"Ngilu, dia nendang!" ucap Kayara mengelus perutnya yang sudah membesar.
"Lagi main bola kali!" celetuk Aska.
--
Aska berjalan ke arah dapur dan melihat Kayara dan Bundanya tengah membuat adonan kue.
"Bikin kue apa, Bund?" tanya Aska.
"Brownies." Asti tersenyum ke arah Aska.
Aska duduk di meja makan sembari melihat ke arah Kayara yang tengah memanaskan open. Asti yang melihat itu hanya tersenyum geli.
"Bund? Kepala Aska kok pusing, ya?" ucap Aska sambil memijit dahinya pelan.
"Belum makan kali!" Asti menatap heran putranya itu.
__ADS_1
Huek! Huek!
Aska berlari ke arah wastapel dan mem*ntahkan isi p3rutnya, tetapi yang keluar hanya cairan bening saja. Huek! Huek!
"Ck, gue kenapa?" gumam Aska.
"Morning sickness!" ucap Asti.
"Pusing, mual banget, Bund!" lirih Aska.
"Mending istirahat sana!" ucap Asti dan dibalas gelengan kepala oleh Aska.
Aska berjalan menghampiri Kayara dan berjongkok di hadapannya sembari membenamkan kepalanya pada perut Kayara.
"Mau apa, hmm? Jangan gini dong, Ayah kesiksa!" ucap Aska menc1umi perut Kayara. Sedangkan Asti melongo melihat Aska seperti itu, sama halnya dengan Kayara.
"Kak?" ucap Kayara mengusap rambut Aska pelan.
"Diam dulu, anak gue mau minta sesuatu!" ucap Aska.
"Mau apa?" tanya Aska menempelkan telinganya pada perut Kayara.
"Mau ice cream!" gumam Kayara.
"Ck, itu mah elo
..
Bersambung...........
__ADS_1