
#### MENIKAH_DENGAN_GANGSTER_KEJAM
#part 18
Prang! Prang!
Suara pecahan kaca begitu memekikan telinga. Aska dan yang lainnya segera berlari menuju lapang sekolah, dan terlihat sekumpulan orang tengah melemparkan batu pada kaca. Geng Sarvion namanya. Geng yang beranggotakan 100 orang dan di ketuai oleh Bagas Frahaza, seorang cowok yang di bilang kejam.
"Ck, gabut lo? Sampai ngerusakin sekolah. T0l0l!" ucap Rama menatap sengit ke arah Bagas.
"Gabut, iya juga. Tapi, gue cuma pengen ketemu sama ketua br3ngs3k kalian!" ucap Bagas tersenyum sinis ke arah Rama.
"Ada apa cari gue? Ada urusan?" sahut Aska menatao tajam ke arah Bagas.
"Oh, jadi ini yang namanya Aska? Yang udah b*n*h temen gue!" bentak Bagas menatap sinis ke arah Aska.
"Siapa? Vana, cewek gak tau d1r1 itu?" Aska tersenyum miring ke arah Bagas.
"B4ngs4t, lo!" Bagas mencengkram kerah baju Aska.
"Ck. bilangin ke Bos lo, kalau rencanain sesuatu itu yang rapih. Kalau gabisa, mending diam gausah banyak tingkah!" Aska menepuk bahu Bagas sambil tersenyum sinis.
Bugh! Bugh!
Bagas m3mvkvl rahang tegas Aska, sedangkan yang dipukul hanya terkekeh.
Serang!
Bagas berteriak, meminta untuk anggotanya menyerang anggota Aska. Dua geng itu saling m3nghajar, memukul.
__ADS_1
"Bugh! Beban, lo!" celetuk Rama, pada salah satu anggota Sarvion.
"Lo inget! Ada nyawa yang harus lo jaga. Mungkin orang itu bisa gantiin posisi Vana!" Bagas tersenyum sinis ke arah Aska.
"Bugh! Berani lo sakitin dia, lo m4t1 di tangan gue!" Aska menatap tajam Bagas.
Bugh! Salah satu anggota Sarvion memvkul Kepala bagian belakang Aska. Aska sedikit meringis mendapat pukulan itu, tetapi dirinya tidak boleh lemah hanya karena pukulan kecil itu. Bagas diam-diam mengambil pisau dari saku jaketnya dan mengarahkannya pada p3rut Aska, dan .....
"Srek!"
Pisau itu berhasil di tangkis Aska, namun mengenai telapak tangannya hingga darah segar mengalir dengan derasnya.
"Ck. M4t1 lo, b4ngs4t! Bagas menatap benc1 ke arah Aska.
"Jleb!"
"Kakak! Kayara berteriak karena melihat orang itu menusukan p1sau itu mengenai p3rut Aska. Secara bersamaan polisi datang tetapi Bagas dan anggotanya sudah kabur melarikan diri.
"Bos, ayo kerumah sakit!" ucap Alva.
"### Ck, ini cuma luka kecil. Lebay, lo!" Aska menatap tajam Alva.
Aska saat ini tengah berada didalam kamar, mengobati lukanya. Tadi, Aska meminta izin pada wali kelasnya untuk pulang terlebih dahulu. Aska sebenarnya tidak mau izin, tetapi Kayara kekeuh untuk Aska izin terlebih dahulu.
"H--hiks, Kak ayo kerumah sakit!" Kayara menarik tangan Aska.
"Ini cuma luka kecil, nanti juga sembuh!" Aska menatap tajam Kayara.
"Lebih baik lo kompresin muka gue!" Aska menatap Kayara datar. Kayara hanya mengangguk dan mulai mengompres.
__ADS_1
"Ssh!" ringis Aska.
Tiba-tiba saja Kayara menangis melihat tvbvh Aska yang dipenuhi luka. Entah kenapa dirinya menjadi cengeng seperti ini, munngkin bawaan bayi.
Aska yang mlihat itu langsung saja mendekap tubuh wanita itu dengan erat.
"Sst, gue gapapa!" ucap Aska mengelus pelan rambut Kayara.
"H--hiks, i--ini pa--pasti sa--sakit!" ucap Kayara menangis sesegukan. Sedangkan Aska sama sekali tidak menjawab.
"Udah, nangisnya. Hmm?" Aska mengcup pucuk kepala Kayara.
"Kak?" Kayara menatap Aska yang sedang menatapnya juga.
"Apa, hmm?"
"Ngantuk!"
"Tidur, nanti gue nyusul!"
"Mau dipeluk!" rengek Kayara.
"Ck, iya!" Aska merebahkan dirinya disamping Kayara dan memeluknya erat.
"Peluk terus, ya?" Kayara menatap Aska.
"Ck, iya-iya. Udah, sekarang tidur!" Aska mengecup pelan pucuk kepala Kayara.
Bersambung....
__ADS_1