
#### MENIKAH_DENGAN_GANGSTER_KEJAM
#part 10
"Kakk, kaki aku sakit kalau jalan." ucap Kayara menatap mata tajam milik Askaa.
"Terus," Aska menaikan sebelah alisnya.
"Gendong!" Kayara merentangkan tangannya meminta di gendong.
"Ogah, jalan aja sendiri!" ketus Aska.
"Noo! Tega banget sih jadi, laki!" Kayara menatap Aska dengan mata yang berkaca-kaca.
"Ck, lo emaang beban!" Aska menjongkokkan dirinya di hadapan Kayara." Cepet, naik!" lanjutnya.
"No! Aku mauu di depan!" Kayara menatap Aska.
"Banyak b4c0t, lo!" Aska menatap Kayara tajam. Tapi tak ayal laki-laki itu mengangkat Kayara dan menggendongnya seperti kooala.
"Badan lo berat, banyak dosa, lo!" celetuk Aska watados. Wajah tanpa dosa.
"Ngatain oraang elit, introfeksi diri sulit." Kayara menatap Aska sembari tersenyum miring.
"Kak, ko muka kakak jelek." celetuk Kayara menatap wajah Aska dengan teliti.
"Lo, lebih." balas Aska.
"Lebih cantik." celetuk Kayara.
"Terlalu pede itu, gabaik deck!" Aska menatap Kayara dengan menaikan sebelah alisnya..
"Aku punya suami, suami aku jelek!" Kayara mulai menyanyi.
"### Gue punya bini, bini gue g1l4!" sambung Aska menatap Kayara sembari tersenyum miring.
Saat ini Kayara dan Aska tengah memasak air untuk menyeduh kopi dan susu. Sedari tadi Kayara terus saja mengoceh lantaran semua orang belum bangun. Kebo memang.
"Good morning, gays!" teriak Rama tidak jelas. Rama terpaksa bangun karena Aska menyiramnya dengan air.
"Pagi dunia tipu-tipu." celetuk Fika sembari mengucek matanya pelan.
"S* Aska kejam banget dah, masa nyiram gue pake air." celetuk Deva dan Fadel bersamaan.
"Ayo mandi!" teriak salah satu anggota The Aviton.
"Tunggu bentar!" Rama, Deva, Alva dan Fadel pun berlarian menghampiri sebagian anggota The Aviton yang akan pergi ke wc.
__ADS_1
"Gue juga mau mandi, tapi nanti aja deh. Sekarang mah mau lanjut tidur lagi." Fika masuk kembali ke tendanya dan tidur kembali.
"Kak?" panggil Kayara pada Aska yang sedang merokok.
"Apa?"
"Mau bakso." rengek Kayara menatap Aska dengan mata yang berkaca-kaca.
"Nanti!" Aska menatap Kayara tajam.
"Sekarang!"
"Ini jam berapa?" tanya Aska pasalnya ini masih pagi.
"Jam 05:39."
"Kak, aku mau kakak nyanyi." ucap Kayara.
"Nanti malam."
"Ck, sekarang aja."
"Nanti, soalnya gue mau jalan-jalan." ucap Aska.
"Ikut!" Kayara menatap Aska dengan raut wajah yang ceria.
"Gue gamau bawa beban!" celetuk Aska watados.
"Ck, lo bakalan nyusahin." ketus Aska.
"Hiks," tangis Kayara pun pecah bersamaan dengan datangnya Alva dan Deva.
"Kenapa, As?" tanya Alva, pasalnya melihat Kayara yang menangis sembari menarik-narik ujung baju Aska.
"Mau ikut." ketus Aska.
"Yaudah, biarin aja Kayara ikut. Gaada salahnya juga kan?" Deva menatap Aska dengan raut bingung.
"Nyusahin." celetuk Aska.
"Ya gapapa As. Kalau dia di tinggal sendirian disini kan bahaya." jelas Deva.
"Kenapa bukan kamu aja ya, yang jadi suami aku." celetuk Kayara.
"Yaudah, sama Deva, aja sini." ucap Deva tersenyum manis ke arah Kayara. Perlakuan itupun tak luput dari pandangan tajam Aska.
Bersambung...
__ADS_1
Meskipun masi sepii akuu tettap up, gapapalah sepii namaanyaa jugaa usaha. Bantu suportt nya yaa kakakk².
bantu
like
suport
dan
vote
nya
ya
kak...
S
e
k
i
a
n
t
e
r
i
m
a
k
a
s
__ADS_1
i
h